Loading

Selasa, 26 April 2011

Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Motivasi Karyawan Di PT Radio Swakarsa Megantara Bandung

Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Motivasi Karyawan Di PT Radio Swakarsa Megantara Bandung. SKripsi S1.


ABSTRAK 

 (gratis download lengkap)

       Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan kepemimpinan, bagaimana tingkat motivasi karyawan, dan sejauh mana pengaruh penerapan kepemimpinan terhadap motivasi karyawan. Penelitian ini dilaksanakan di PT Radio Swakarsa Megantara Bandung.
       Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dan verifikatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, observasi, studi  kepustakaan, dan analisis dokumen. Sampel yang diambil yaitu dari populasi karyawan PT Radio Swakarsa Megantara Bandung sebanyak 36 orang. Teknik pengolahan data dan analisis yang digunakan menggunakan korelasi Rank Spearman serta uji statistik t untuk menguji hipotesis dengan tingkat keyakinan 95 %. Adapun koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh kepemimpinan yang diterapkan  terhadap motivasi karyawan.
       Berdasarkan hasil penelitian terbukti bahwa kepemimpinan di PT Radio Swakarsa Megantara sudah diterapkan dengan baik. Hal ini terlihat pada tanggapan positif responden untuk setiap indikator dari sub variabel kepemimpinan. Tingkat motivasi karyawan pun tergolong tinggi yang ditunjukkan oleh kriteria jawaban responden pada skor 19–24 dimana skor ini berada pada kategori Motivasi Tinggi dan tidak adanya jawaban responden yang berada pada kategori Motivasi Sedang, Rendah, ataupun Sangat Rendah. Dengan tingkat keyakinan 95 % dihasilkan nilai uji t sebesar 1,7669 yang berarti bahwa t hitung > t table (1,7669 > 1,6883) sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang rendah tapi pasti dari penerapan kepemimpinan terhadap motivasi karyawan yaitu sebesar 8,41 %. Hal ini berarti bahwa 91,59 % motivasi karyawan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.

Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.


(Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal tentang manajemen sumberdaya manusia (SDM). Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)
Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau. Hub: 085865245388.

Keyword: skripsi, skripsi S1, skripsi manajemen, skripsi manajemen sumber daya manusia, skripsi manajemen SDM, skripsi SDM, skripsi pengaruh kepemimpinan, skripsi motivasi, skripsi pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi, skripsi kepemimpinan motivasi, skripsi tentang pengaruh kepemimpinan motivasi, skripsi manajemen SDM kepemimpinan, skripsi pengaruh manajemen SDM kepemimpinan-motivasi, contoh skripsi, contoh skripsi manajemen, contoh skripsi manajemen sumber daya manusia, contoh skripsi manajemen SDM, skripsi, skripsi, skripsi, contoh skripsi, koleksi skripsi.
Baca Selengkapnya...

EFEKTIVITAS VCD SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS KELAS ... DI MI .... TAHUN 2005/2006

EFEKTIVITAS VCD SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS KELAS ... DI MI ..... 2005/2006. Skripsi S1.


(gratis download lengkap)

ABSTRAK
Kata Kunci : VCD, Media Pembelajaran,Peningkatan Prestasi Belajar, IPS, Penelitian Tindakan Kelas

        Tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap pendidikan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat pendidikan tidak mungkin lagi dikelola hanya dengan melalui pola tradisional. Metode-metode pembelajaran konvensional yang cenderung masih berpusat pada guru (teacher centered), text book centered dan mono media sudah sepatutnya diinovasi karena jika guru masih mendominasi proses pembelajaran maka siswa akan bersikap pasif. Selain itu, siswa akan menganggap proses pembelajaran adalah sesuatu yang membosankan, monoton, kurang menyenangkan, dan berbagai macam keluhan lainnya. Seperti halnya di MI ... dimana guru masih menggunakan metode ceramah dan kurangnya penggunaan media sebagai alat bantu mengajar guru pada pembelajaran IPS, menyebabkan hasil pembelajaran IPS khususnya kelas ... MI .... kurang memuaskan dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain. Pemilihan VCD pembelajaran sebagai media pendidikan dan sumber pembelajaran IPS mengkondisikan siswa untuk belajar secara mandiri melalui pembelajaran mandiri, siswa dapat berpikir aktif serta mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, siswa dapat berperan sebagai peneliti, analis, tidak hanya sebagai konsumen informasi saja. Berdasarkan hal – hal tersebut, diharapkan bahwa VCD pembelajaran mampu meningkatkan prestasi belajar siswa.
        Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh VCD Pembelajaran terhadap pencapaian prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas .... MI .... Tahun Ajaran 2005/ 2006. Penelitian ini terdiri dari 3 siklus yaitu siklus I, siklus II dan siklus III. Hasil penelitian ini diperoleh dari tindakan kelas pada siklus I dan tindakan kelas pada siklus II dan siklus III. Hasil penelitian ini terdiri dari hasil tes dan non tes. Hasil ini dapat dilihat pada siklus I yaitu materi tentang teknologi komunikasi, menggunakan media VCD. Siklus II yaitu tentang teknoloogi komunikasi, menggunakan media VCD dan pada Siklus yang ke III adalah materi tentang teknologi komunikasi dan tranportasi juga melalui media VCD. Sedangkan hasil non tes berupa keaktifan siswa selama pembelajaran yang diperoleh melalui kegiatan observasi. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata hasil pretest sebesar (5,5) dan nilai rata-rata hasil postest hanya (6,7), kemudian pada siklus II nilai rata-rata hasil pretest sebesar (6,2) dan nilai rata-rata hasil postest meningkat menjadi (7,4), dan pada siklus III diperoleh nilai rata-rata hasil pretest sebesar (6,6) dan nilai rata- rata hasil postest meningkat lagi menjadi (8,2).
       Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran menggunakan media VCD pembelajaran, mampu meningkatkan prestasi belajar IPS siswa Kelas ... Di ... 2005/2006. Berdasarkan simpulan di atas, maka disarankan bahwa guru IPS hendaknya dalam pembelajaran khususnya pada pokok bahasan alat transportasi dan komunikasi menggunakan media VCD pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi lebih optimal dan siswa memperoleh nilai sesuai target yang diinginkan.

Download gratis disini

Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.


(Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal tentang media pembelajaran, kependidikan. Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388


Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau. Hub: 085865245388.

Keyword: skripsi, skripsi pendidikan, skripsi pembelajaran, skripsi media pembelajaran, skripsi kependidikan, pembelajaran, skripsi VCD media pembelajaran, skripsi media pembelajaran IPS, skripsi media pembelajaran ilmu pengetahuan sosial, contoh skripsi manajemen pembelajaran, skripsi manajemen pembelajaran, skripsi manajemen pembelajaran IPS, skripsi manajemen pembelajaran IPS dengan media pembelajaran, skripsi, media, pembelajaran IPS.
Baca Selengkapnya...

IMPLEMENTASI PENDEKATAN INQUIRY SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDY KIMIA (Studi Kasus Pada Siswa Kelas.... di ....)

Proposal.

(proposal ini belum diajukan, dapat anda gunakan)

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
           Pendidikan di Indonesia mengalami permasalahan yang sangat kompleks, sehingga seolah-olah pendidikan yang diselenggarakan kurang berhasil dibandingkan dengan penyelenggaraan pendidikan di negara-negara lainnya. Hal ini terjadi karena tuntutan masyarakat terhadap kualitas output pendidikan semakin meningkat serta dinamika ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) terus berjalan.
               Sumber daya manusia yang rendah tidak lepas dari kualitas pendidikan itu sendiri. Menurut Ridwan (2009: 2), masalah pendidikan yang mendasar adalah berlangsungnya pendidikan yang kurang bermakna bagi pengembangan pribadi dan watak peserta didik yang berakibat hilangnya kepribadian dan kesadaran akan makna hakiki kehidupan. Hal ini dapat terwujud dengan mempertinggi kualitas pendidikan, sebab salah satu fungsi utama pendidikan adalah mengembangkan potensi manusia sebagai peserta didik secara utuh dan optimal dengan strategi yang sistematis dan terarah.
       Salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengembangkan berbagai pendekatan pembelajaran yang dirasa cukup handal dalam meningkatkan kualitas output penidikan, yaitu siswa. Sagala (2010: 70) menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran (approach to learning) termasuk bagian dari factor yang menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Menurut Sagala (2010: 68), pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu. Pada prinsipnya, pendekatan pembelajaran diimplementasikan guru untuk menjelaskan materi pelajaran dari bagian-bagian yang satu dengan bagian lainnya dengan berorientasi pada pengalaman-pengalaman yang dimiliki siswa untuk mempelajari konsep, prinsip, atau teori yang baru dalam suatu bidang ilmu.
               Pelaksanaan proses pembelajaran di Indonesia pada masa lampau lebih banyak menggunakan pendekatan bertumpu pada aktivitas guru, sehingga siswa sehingga siswa kurang diberi kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan belum terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran. Pada saat ini, telah banyak dikembangkan pendekatan-pendekatan pembelajaran yang bertumpu pada aktivitas siswa. Pembelajaran yang bertumpu pada aktivitas siswa menekankan kepada aktivitas-aktivitas siswa secara optimal untuk memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek kognotif, afektif, dan psikomotor secara berkembang. Pendekatan-pendekatan pembelajaran yang bertumpu pada aktivitas siswa dikembangkan untuk membantu peserta didik agar bisa belajar mandiri dan kreatif, sehingga ia dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat menunjang terbentuknya kepribadian yang mandiri.
                 Pendekatan inquiry menurut Makmun (2005: 233) merupakan salah satu bentuk pendekatan yang bertumpu pada aktivitas siswa, yang pada mulanya dikembangkan oleh Bruner. Landasan pendekatan inquiry dari Bruner adalah materi belajar lebih mudah dihafal dan diingat, mudah ditransfer dalam rangka melakukan pemecahan masalah sesuai dengan pengetahuan dan kecakapan siswa, bahkan dapat menumbuhkan motivasi intrinsic oleh karena siswa akan merasa puas dengan pengalamannya sendiri. Sagala (2010: 196) menjelaskan bahwa pendekatan inquiry bertolak pada pandangan bahwa siswa adalah subyek dan obyek dalam belajar yang memiliki kemampuan dasar untuk berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuannya. Pendekatan inquiry ini menempatkan siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kreatifitas dan menyelesaikan masalah. Pengertian pendekatan inquiry adalah pendekatan yang ditekankan pada penemuan dan pencarian jawaban sendiri terhadap permasalahan yang dihadapi secara aktif, sehingga dapat mengembangkan potensi intelektual siswa dan menggunakan pola berfikir kritis dan sistematis yang pada akhirnya akan mendapatkan suatu penemuan yang benar- benar bermakna dan memberikan suatu hasil yang baik untuk siswa (Suryobroto, 2007: 89).
                  Bidang studi Kimia merupakan salah satu bidang studi yang banyak menuntut adanya percobaan-percobaan pembuktian atas suatu konsep, sehingga proses pembelajaran pada bidang studi Kimia diarasa cukup sesuai apabila dilakukan dengan pendekatan inquiry. Ilmu Kimia merupakan ilmu yang mempelajari komposisi, struktur, dan sifat zat dan transformasi yang dialaminya. Mempelajari Kimia berarti mempelajari pengetahuan, konsep, dan hukum-hukum yang berkaitan dengan materi dan interaksi antar materi yang dapat melibatkan dua zat, atau terkait dengan interaksi antara materi dan energi. Melalui pendekatan inquiry, siswa lebih leluasa dalan menjelajah sendiri konsep-konsep tersebut dalam rangka menyelesaikan masalah, serta melakukan uji-uji pembuktian di laboraturioim. Sebagaimana dijelaskan oleh Makmun (2007: 233) bahwa Inquiry sesuai untuk materi pelajaran yang bersifat kognitif. Hal ini juga sesuai dengan penjelasan Gallagher (dalam Sunyono, Wirya, Suyanto, dan Suyadi, 2009: 1), bahwa paradigma baru dalam pembelajaran sains termasuk kimia adalah pembelajaran dimana siswa tidak hanya dituntut untuk lebih banyak mempelajari konsep-konsep dan prinsip-prinsip sains secara verbalistis, hafalan, pengenalan rumus-rumus, dan pengenalan istilah-istilah melalui serangkaian latihan sevara verbal, namun hendaknya dalam pembelajaran sains (dalam hal ini kimia), guru lebih banyak memberikan pengalaman kepada siswa untuk lebih mengerti dan membimbing siswa agar dapat menggunakan pengetahuan kimianya tersebut dalam kehidupannya sehari-hari.
                    Bidang studi Kimia merupakan bidang studi yang termasuk dalam wilayah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau masuk dalam kelompok exacta, dimana banyak membutuhkan logika dan sekaligus hafalan yang kuat, dan termasuk dalam kelompok pelajaran yang dianggap sulit. Berbagai hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa hasil belajar Kimia siswa pada umumnya masih sangat rendah. Sebagaimana penelitian yang dialkukan oleh Sunyono, Wirya, Suyanto, dan Suyadi (2009: 1) dalam penelitiannya menemukan bahwa rendahnya hasil belajar siswa dalam bidang Kimia pada umumnya dikarenakan: 1) Siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang menyangkut reaksi kimia dan hitungan kimia, 2) Akibat rendahnya pemahaman konsep-konsep kimia, dan 3) Kurangnya minat siswa terhadap pelajaran kimia, 4) Guru kurang memberikan contoh-contoh konkrit tentang reaksi-reaksi yang ada di lingkungan sekitar dan sering dijumpai siswa. Oleh sebab itu, mereka menyarankan adanya suatu usaha untuk mengoptimalkan pembelajaran kimia di kelas dengan menerapkan pendekatan dan metode yang tepat.
                Permasalahan yang menjadi hambatan siswa dalam mempelajari Kimia sebagaimana ditemukan oleh Sunyono, Wirya, Suyanto, dan Suyadi, cukup sesuai dan hampir sama dengan yang ditemukan di ....., khususnya untuk siswa kelas ...., yang terlihat melalui survey pendahuluan yang dilakukan peneliti. Berdasarkan wawancara mendalam yang dilakukan pada sejumlah siswa, diketahui bahwa .... siswa mengatakan bahwa Kimia merupakan bidang studi yang sulit dan membosankan, sedangkan .... mengatakan Kimia itu kadang menyenangkan tetapi terkadang sulit dan membosankan (Wawancara .....). Fakta ini didukung dengan hasil wawancara yang dilakukan kepada guru menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa .... dengan nilai terendah .... dan nilai tertinggi adalah ...., sedangkan nilai ketuntasan kompetensi minimal di sekolah tersebut untuk mata pelajaran Kimia adalah ...., sehingga dapat dikatakan nilai rata-rata siswa tidak mencapai standard kelulusan kompetensi di sekolah tersebut.
                     Kendala-kendala siswa dalam mempelajari Kimia sebagaimana temuan awal tersebut diyakini berkaitan dengan masalah pelaksanaan strategi pembelajaran yang masih bertumpu pada aktivitas guru (teacher centered learning). Dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut, siswa sering tidak memahami suatu konsep yang dijelaskan, sedangkan siswa tidak mendapatkan kesempatan untuk menemukan jawaban atas hal-hal yang menjadi pertanyaan baginya. Hal ini diketahui dalam Wawancara mendalam pada ......, dimana sebagian besar siswa mengalami masalah tersebut. Siswa menjelaskan bahwa mereka butuh untuk bereksplorasi dengan bimbingan guru untuk menemukan permasalahan yang dialaminya. Melalui pendekatan Inquiry, maka diharapkan permasalahan-permasalahan tersebut dapat dihindari dalam pelaksanaan pembelajaran Kimia.
            Berdasarkan atas uraian tersebut, maka diyakini penting untuk melakukan penelitian yang berjudul “Implementasi Pendekatan Inquiry untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Bidang Study Kimia (Studi Kasus Pada Siswa Kelas..... Di ....)”.

Referensi:

Sagala, Syaiful. 2010. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta
Makmun, H.A. Syamsuddin. 2005. Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya
Mulyasa, Enco. 2006. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya
Sanjaya, Wina. 2007. Strategi Pembelajaran (Berorientasi Standar Proses Pendidikan). Jakarta : Prenada Media Group
B. Uno, Hamzah. 2007. Model Pembelajaran (Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif). Jakarta : PT. Bumi Aksara
Hamalik, Oemar. 2007. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara
Joyce, Bruce and Weil, Marsha. 1996. Models of Teaching. Boston : Allyn and Bacon
Sutikno, M. Sobry. 2007. Menggagas Pembelajaran Efektif dan Bermakna. Mataram : NTP Press
Ahmad Tafsir. 2008. Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: Maestro.
Muhibbin Syah. 2008. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Noehi Nasution. Et.all. 1998. Materi Pokok Psikologi Pendidikan. Jakarta: direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam dan Universitas Terbuka.

 
Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.


(Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal tentang pendekatan, metode, model pembelajaran:  kependidikan. Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388

Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau. Hub: 085865245388

Keyword: proposal, proposal tesis, proposal tesis pendekatan pembelajaran, proposal tesis inquiry,  proposal tesis pembelajaran kimia, proposal tesis kimia, proposal tesis manajemen pembelajaran kimia, proposal tesis model pembelajaran inquiry bidang kimia.


Baca Selengkapnya...

Konsep Periklanan dan Efektivitas Periklanan-- Artikel

Sumber:
YUDI FAROLA BRAM, 2005. ANALISIS EFEKTIVITAS IKLAN SEBAGAI SALAH SATU STRATEGI PEMASARAN PERUSAHAAN PERCETAKAN DAN PENERBITAN PT RAMBANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE EPIC MODEL. Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 3 No 6 Desember 2005


Pengertian, Konsep, dan Efektivitas Periklanan

1. Pengertian Periklanan

                    Pengertian iklan secara komprehensif adalah “semua bentuk aktivitas untuk menghadirkan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara nonpersonal yang dibayar oleh sponsor tertentu. Caples, Jhon, (1997) menyatakan bahwa periklanan adalah segala bentuk penyajian non personal, promosi dan ide, barang ataupun jasa oleh sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran. Sedangkan menurut Darmadi Durianto (2003) periklanan merupakan suatu proses komunikasi yang bertujuan untuk membujuk atau menggiring orang untuk mengambil tindakan yang menguntungkan bagi pihak pembuat iklan.
                 Periklanan merupakan satu dari empat alat penting yang digunakan oleh perusahaan untuk memperlancar komunikasi persuasif terhadap pembelian dan masyarakat yang ditargetkan. Kemudian juga definisi iklan dan periklanan yang dipopulerkan oleh AMA (American Marketing Association) adalah iklan sebagai semua bentuk bayaran untuk mengimplementasikan dan mempromosikan ide, barang atau jasa secara non personal oleh sponsor yang jelas, sedangkan periklanan adalah seluruh proses yang meliputi penyiapan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan iklan (Fandy Tjiptono, 1997:229).Iklan ini juga merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh PT.Rambang dalam rangka memasarkan produk-produknya. Adapun defenisi dari Iklan menurut Batra, Rajeev, Jhon.G Myers, and David A. Aaker. (1996) adalah “Penyampaian informasi dari penjual kepada pembeli untuk mempengaruhi sikap dan tingkah laku”.
          Iklan merupakan bagian dari komunikasi yang terdiri dari berbagai kegiatan untuk memberikan informasi dari komunikasi kepada pasar sasaran akan adanya suatu produk baik berupa barang, jasa dan ide. Berhasil tidaknya Iklan yang dilakukan tergantung dari media mana yang digunakan untuk mencapai sasaran, oleh karenanya masalah pemilihan media iklan tidak hanya didasarkan pada perkiraan saja, melainkan harus diperhatikan sifat-sifat iklan dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kegiatan iklan yang dilakukan. Menurut Tjiptono (1997:240) faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih media iklan adalah :
a. Dana yang digunakan untuk iklan
Jumlah dana tersedia merupakan faktoir penting yang mempengaruhi bauran iklan, perusahaan yang memiliki dana yang lebih besar kegiatan iklannya akan lebih efektif dibanding dengan perusahaan yang memiliki dana yang terbatas.
b. Sifat Pasar
Beberapa sifat pasar yang mempengaruhi sifat bauran ini meliputi : luas pasar secara geografis, konsentrasi pasar, macam pembeli.
c. Jenis Produk
Strategi iklan yang dilakukan oleh perusahaan dipengaruhi juga oleh jenis produksinya, apakah barang konsumsi atau barang industri.
d. Tahap-Tahap Dalam Siklus Kehidupan Barang
Strategi yang diambil untuk mengiklankan barang dipengaruhi oleh tahap-tahap siklus kehidupan barang yaitu tahap perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan dan tahap kejenuhan.

2. Faktor-faktor Yang Perlu Dipertimbangkan dalam beriklan

                   Kriteria yang dipakai untuk menentukan faktor kunci adalah apakah informasi tersebut akan mempengaruhi pilihan iklan yang digunakan.
a. Pemilihan waktu
Ini selalu penting dan dapat dibagi menjadi beberapa segi :
1) Kapan konsep pemasaran harus siap
2) Kapan iklan tersebut akan berjalan
3) Berapa lama iklan tersebut akan berjalan
Pemilihan waktu pada setiap tahap akan sangat mempengaruhi apa yang dapat dan tidak dapat tercapai.
b. Pasar sasaran
Pasar sasaran menentukan ciri kelompok yang dituju : umur, lokasi, kelas sosial, jenis kelamin, dan frekuensi pembelian. Untuk pasar perusahaan ini akan membedakan menurut besarnya perusahaan dan jenis usahanya.
c. Perubahan-perubahan dalam pasar
Adalah menentukan hal-hal penting dari apa yang sedang terjadi dalam pasar, apakah pasar membaik atau memburuk, apa yang sedang dilakukan para pesaing, apakah dampak musiman dan lain-lain. Umumnya informasi ini tersedia banyak sekali dan karenanya kita harus selektif.
d. Nilai produk atau jasa
Bagaimana atau apa yang dimiliki oleh produk atau jasa yang ditawarkan apakah rasanya sangat menyenangkan atau kasar.
e. Pengalaman masa lalu
Hindari pemborosan waktu dengan tidak menggunakan yang dulu ternyata gagal, gagasan yang dibuang atau bonus yang dapat diterima secara etis.

3. Efektifitas Periklanan

a. Efektifitas merupakan suatu pengukuran dalam arti tercapainya tujuan yang telahcditentukan sebelumnya, maka efektifitas dapat didefinisikan dengan melakukan pekerjaan yang benar. (Drucker dan Al Fansusu, 1989:14 ).
b. Menurut Fredy Rangkuty (1997:136) efektifitas iklan adalah pengukuran iklan dalam arti tercapainya sasaran yang telah ditentukan sebelumnya.

4. Efektifitas Iklan diukur dengan Metode Epic Model

Efektivitas iklan dapat diukur dengan menggunakan Epic model, Darmadi Durianto (2003). Epic model yang dikembangkan oleh AC Nielsen, salah satu perusahaan peneliti pemasaran terkemuka di dunia, Epic Model dan mencakup empat dimensi kritis yaitu empati, persuasi, dampak dan komunikasi (Empathy, Persuasion, Impact and communications – EPIC) berikut akan dipaparkan dimensi – dimensi dalam Epic model.
A. Dimensi Empati
Dimensi empati memberikan informasi yang berharga tentang daya tarik suatu merek.
Empati merupakan keadaan mental yang membuat seseorang mengidentifikasikan dirinya atau merasa dirinya pada keadaan perasaan atau fikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain, Kamus besar bahasa Indonesia, (1988:228). Empati melibatkan afeksi dan kognisi konsumen, menurut J.Paul Peter dan Jerry C
Olson (1999), afeksi dan kognisi mengacu pada dua tipe tanggapan internal psikologis yang dimiliki konsumen terhadap rangsangan lingkungan dan kejadian yang berlangsung. Dalam bahasa yang lebih sederhana, afeksi melibatkan perasaan, sementara kognisi melibatkan pemikiran, variasi tanggapan afektif dapat berupa penilaian positif, negatif, menyenangkan atau tidak menyenangkan, dan konsumen dapat merasakan empat jenis tanggapan afektif yaitu emosi, perasaan khusus, suasana hati dan evaluasi yang berbeda dalam tingkat intensitas dan daya improvisasinya.
B. Dimensi Persuasi
Dimensi persuasi menginformasikan apa yang dapat diberikan suatu iklan untuk peningkatan atau penguatan karakter suatu merek, sehingga pemasang iklan memperoleh pemahaman tentang dampak iklan terhadap keinginan konsumen untuk membeli serta memperoleh kemampuan suatu iklan dalam mengembangkan daya tarik suatu merek. Persuasi (persuasion) adalah perubahan kepercayaan, sikap, dan keinginan berperilaku
yang disebabkan satu komunikasi promosi. Komunikasi promosi, seperti periklanan, yang dapat  empengaruhi konsumen dapat menggunakan dua proses kognitif, yaitu : “jalur sentral” dan “Jalur periferal” menuju persuasi. Proses persuasi yang akan dipakai ditentukan dengan tingkat keterlibatan konsumen dalam pesan produk . (Peter dan Olson 1996).
Jalur sentral menuju persuasi (central route persuasion) cenderung muncul ketika tingkat keterlibatan konsumen meningkat. Pada jalur sentral, konsumen “memfokuskan diri pada pesan produk” dalam iklan. Konsumen menerjemahkan pesan produk dalam iklan tersebut, lalu membentuk kepercayaan tentang cirri-ciri dan konsekuensi produk, serta mengintegrasikan makna tersebut untuk membentuk sikap dan keinginan. Jalur periferal menuju persuasi (peripheral route persuasion) cenderung muncul ketika tingkat keterlibatan konsumen lebih rendah. Dalam jalur periferal, konsumen tidak memfokuskan diri pada pesan produk dalam sebuah iklan tetapi pada perangsang “periferal”, seperti selebriti atau musik yang popular dan menarik.
C. Dimensi Impact
Dimensi Impact menunjukkan, apakah suatu merek dapat terlihat menonjol dibandingkan merek lain pada kategori yang serupa dan apakah suatu iklan mampu melibatkan konsumen dalam pesan yang di sampaikan. Dampak (impact) yang diinginkan dari hasil iklan adalah jumlah pengetahuan produk (product knowledge) yang dicapai konsumen melalui tingkat keterlibatan (involvement) konsumen dengan produk dan atau proses pemilihan. Konsumen memiliki tingkat pengetahuan produk (levels of product knowledge) yang berbedabeda,
yang dapat digunakan untuk menerjemahkan informasi baru dan membuat pilihan pembelian. Konsumen dapat memiliki empat tingkat pengetahuan produk, yaitu : kelas produk, bentuk produk, merek, dan model.Selain itu konsumen juga dapat memiliki tiga jenis pengetahuan produk, yaitu pengetahuan tentang ciri atau karakter produk, konsekuensi atau manfaat positif menggunakan produk, dan nilai yang akan dipuaskan atau dicapai suatu produk. Keterlibataan (involvement) mengacu pada persepsi konsumen tentang pentingnya atau relevansi personal suatu objek, kejadian, atau aktifitas. Konsumen yang melihat bahwa suatu produk memiliki konsekuensi yang relevan secara pribadi, maka konsumen dikatakan terlibat dengan produk tersebut dan
memiliki hubungan dengan produk tersebut. Konsekuensi dengan suatu produk atau suatu merek memiliki aspek kognitif maupun pengaruh. Secara kognitif, yang termasuk dalam keterlibatan adalah pengaruh, seperti evaluasi prodduk. Jika keterlibatan suatu produk tinggi, maka orang akan mengalami tanggapan pengaruh yang lebih kuat, seperti emosi dan perasaan yang kuat. Keterlibatan dapat berkisar dari tingkat yang rendah – sedikit atau tidak ada relevansinya – ketingkat yang moderat – ada relevansi yang dirasakan – hingga ke tingkat yang tinggi – relevansinya sangat dirasakan. Keterlibatan adalah status motivasi yang menggerakkan serta mengarahkan proses kognitif dan perilaku konsumen pada saat mereka membuat keputusan.
D. Dimensi Komunikasi
Dimensi komunikasi memberikan informasi tentang kemampuan konsumen dalam mengingat pesan utama yang disampaikan, pemahaman konsumen, serta kekuatan kesan yang ditinggalkan pesan tersebut. Perspektif pemrosesan kognitif adalah inti untuk mengembangkan strategi pemasaran yang berhasil yang merupakan permasalahan komunikasi. Proses dimulai ketika sumber komunikasi promosi menentukan informasi apa yang
harus dikomunikasikan, kemudian meng-enkoding pesan tersebut dalam bentuk simbol-simbol yang paling tepat (menggunakan kata, gambar, atau tindakan). Kemudian, pesan ditransmisikan ke sebuah penerima melalui berbagai media, seperti pertunjukan televisi, penawaran via pos, billboard, atau majalah. Penerima atau konsumen, jika digiring ke suatu promosi, harus men-dekoding atau menerjemahkan maknanya. Kemudian, konsumen dapat mengambil tindakan, seperti pergi ke toko atau melakukan pembelian.
              Dua tahapan model komunikasi sangat dibutuhkan, khususnya demi keberhasilan penerapan strategi promosi. Tahapan pertama terjadi ketika pemasar menciptakan komunikasi promosi untuk meng-enkoding suatu makna. Tahap kedua adalah pen-dekoding-an, yaitu konsumen masuk dan memahami informasi dalam komunikasi promosi dan mengembangkan interpretasi pribadi mereka terhadap makna yang ditangkap.

Referensi:

Basu Swasta DH, Irawan. 1995. Manajemen Pemasaran Modern, Edisi Kedua, Cetakan Keempat, Liberty,   Yogyakarta.

Batra, Rajeev, Jhon.G Myers, and David A. Aaker. Advertising Management. Fifth edition. Prentice Hall 1996.

Caples, Jhon . Tested Advertising Methods . fifth edition. Prentice Hall, 1997 
Darmadi Durianto,Sugiarto,Anton.W.Widajaj,Hendrawan.S. Invasi Pasar Dengan Iklan Yang Efektif, PT.Gramedia Pustaka Utama Jakarta, 2003

Fandy Tjiptono. 1997. Strategi Pemasaran, Cetakan Pertama, Edisi Kedua Penerbit Andi,
Yogyakarta.

Fredy Rangkuti, 1997, Riset Pemasaran. Penerbit PT.Gramedia Jakarta

J. Paul Peter dan Jerry C.Olson, 1996, Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Jakarta
Nielsen, AC. EPIC. Dimensions of advertising Effectiveness. AC Nielsen Ads@work 2000.

Phillip Kottler. Marketing Management. Prentice Hall, New Jersey

Schiffman Kanuk. Consumer Behavior. Prentice Hall, New Jersey

Schultz, Don E and Beth E Barnes. Strategic Advertising Campaigns, Fourth Edition, NTC Bussiness Books, 1995.

Soeratno, Lyncolin Arsyad. 1998. Metode Penelitian Untuk Ekonomi dan Bisnis, Edisi revisi, Cetakan Kedua, Penerbit UPP Akademi Manajemen Perusahaan YKPN, Yogyakarta.

Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.


(Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal tentang periklanan, komunikasi. Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau,  Hub: 085865245388.

Keyword: Jurnal, jurnal periklanan, jurnal bisnis periklanan, journal manajemen periklanan, jurnal efektivitas periklanan, jurnal pemasaran, jurnal manajemen pemasaran, jurnal pemasaran dengan iklan, jurnal manajemen pemasaran dengan strategi iklan, jurnal marketing - iklan, jurnal marketing mix, iklan, jurnal strategi pemsaran iklan.

Baca Selengkapnya...

Minggu, 24 April 2011

ANALISIS DAMPAK JANGKA PANJANG MERGER DAN AKUISISI TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PENGAKUSISI DAN PERUSAHAAN DIAKUISISI DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)

ANALISIS DAMPAK JANGKA PANJANG MERGER DAN AKUISISI TERHADAP KINERJA  KEUANGAN PERUSAHAAN PENGAKUSISI DAN PERUSAHAAN DIAKUISISI DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ). Skripsi S1.

(gratis download lengkap)

ABSTRAK

Dalam penelitian ini judul yang diambil adalah Analisis Dampak Jangka Panjang Merger dan Akuisisi terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakusisi dan Perusahaan Diakuisisi di Bursa Efek Jakarta. Tujuan Penelitian dengan judul tersebut adalah untuk mengetahui pengaruh aksi perusahaan dalam melakukan merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan perusahaan pengakusisi dan perusahaan yang diakusisisi dalam jangka panjang dengan pertimbangan sinergi yang diharapkan dapat terlihat dalam jangka panjang.

Kinerja keuangan pada penelitian ini diukur dengan menggunakan rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio leverage dan rasio profitabilitas dan return saham dengan jangka waktu satu tahun sebelum, satu dan dua tahun sesudah merger dan akuisisi. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 14
perusahaan pengakuisisi dan 12 perusahaan yang diakuisisi Dari hasil analisis diketahui bahwa tidak ada perbedaan secara signifikan rasio keuangan secara menyeluruh antara satu tahun dengan satu tahun sesudah
dan satu tahun sebelum merger dan akuisisi baik pada perusahaan pengakuisisi dan perusahaan yang diakuisisi. Pada sisi return saham, Average Abnormal Return (AAR) pada perusahaan pengakuisisi mengalami penurunan signifikan pada masa menjelang dan sesudah peristiwa merger dan akuisisi, sedangkan pada
perusahaan yang diakuisisi tidak terjadi perubahan secara menyeluruh dengan adanya peristiwa merger dan akuisisi.

Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan secara umum bahwa merger dan akuisisi tidak berpengaruh secara signifikan pada kinerja keuangan yang diproksikan dengan rasio keuangan dan return saham pada perusahaan pengakuisisi dan perusahaan diakuisisi. Sinergi yang diharapkan tidak tercapai. Hal ini mungkin dikarenakan lemahnya strategi, kurangnya pengalaman merger dan akuisisi pada perusahaan pengakuisisi dan faktor non ekonomis yaitu untuk menyelamatkan perusahaan target dari kebangkrutan.


Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.


(Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal tentang akuntansi. Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)
Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau.  Hub: 085865245388.

Keyword: skripsi, skripsi S1, skripsi akuntansi, skripsi manajemen akuntansi, skripsi bank, skripsi akuntansi bank, skripsi kinerja keuangan, skripsi akuntansi keuangan, skripsi BEJ, BEJ (bursa efek jakarta) skripai marger dan akuisisi, skripsi dampak marger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan, skripsi kinerja keuangan BEJ Baca Selengkapnya...

ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFLASI DI INDONESIA TAHUN 1990.1 – 2005.4

ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFLASI DI INDONESIA TAHUN 1990.1 – 2005.4. Skripsi S1.


(gratis download lengkap)


ABSTRAKSI

Skripsi ini berjudul Analisis Faktor-Faktor yang memepengaruhi Inflasi di Indonesia Tahun 1990.1-2005.4. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang di peroleh dari BI (Bank Indonesia) dan BPS (Badan Pusat Statistik). Variabel yang di gunakan antara lain : permintaan uang, tabungan domestik, produk domestik bruto, tingkat suku bunga bank, dan kurs dollar terhadap rupiah.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode destkriptif dan kuantitatif, yaitu mendiskripsikan suatu  permasalahan dengan menganalisis data dan hal-hal yang berhubungan dengan angka-angka atau rumus-rumus perhitungan yang digunakan untuk menganalisis masalah yang sedang diteliti. Adapun metode analisis yang digunakan peneliti yaitu dengan metode Mackinnon, white dan Davidson (uji MWD).

Hasil analisis ini menyebutkan bahwa permintaan uang, dan tingkat suku bunga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap inflasi, sedangkan produk domestik bruto berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap inflasi dan kurs tidak mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap inflasi di Indonesia pada kuartal tahun penelitian.

Download selengkapnya disini 

Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.

(Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal tentang ekonomi, manajemen. Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388

Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau. Hub: 085865245388

Keyword: skripsi, skripsi S1, skripsi ekonomi, skripsi ilmu ekonomi, skripsi ekonomi inflasi, ekripsi tentang inflasi indonesia, skripsi bidang ekonomi, skripsi ekonomi inflasi indonesia, skripsi faktor inflasi indonesia.

Baca Selengkapnya...

Model Pembelajaran ---Artikel---

Konsep Model Pembelajaran

Artikel 
Oleh: Rahyu

          Model merupakan kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan. Istilah Model Pembelajaran (model of teaching) sebagaimana dijelaskan Toeti dan Sarifudin (1996:78), model pembelajaran didifinisikan sebagai suatu kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagi pedoman bagi perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar. Sudrajat, (2008: 2) juga menjelaskan tentang model pembelajaran, yaitu sebagai landasan praktik pembelajaran hasil penurunan teori psikologi pendidikan dan belajar, yang dirancang berdasarkan proses analisis yang diarahkan pada implementasi kurikulum dan implikasinya pada tingkat operasional di depan kelas.
           Model pembelajaran mengambarkan keseluruhan urutan alur atau langkah-langkah yang pada umumnya diikuti oleh serangkaian kegiatan pembelajaran. Dalam model pembelajaran ditunjukkan secara jelas kegiatan-kegiatan apa yang perlu dilakukan oleh guru atau siswa, bagaimana urutan kegiatan-kegiatan tersebut, dan tugas-tugas khusus apa yang perlu dilakukan oleh siswa. Model pembelajaran merupakan aktualisasi dari model belajar, yang hakekat nya    membantu para siswa memperoleh informasi, ide, ketrampilan, nilai, cara berfikir, sarana untuk mengekspresikan dirinya, dan juga mengajar cara-cara bagaimana mereka belajar. Proses belajar mengajar tidak hanya memiliki makna deskriptif dan kekinian, akan tetapi juga bermakna prospektif dan berorentasi masa depan. Penggunaan model pembelajaran memungkinkan guru dapat mencapai tujuan tertentu dan berorentasi pada jangka panjang (Bruce Joyce, et al, 2000: 6).
           Model pembelajaran memiliki banyak ragam, diantaranya sebagaimana dijelaskan Bruce Joyce (2000 : 29- 109) sebagai berikut:
a. Kelompok Model Sosial, termasuk model kelompok sosial (cooperative learning) meliputi: Pathner in learning, Role Playing, Jurisprudential, inquiry, personality and learning still, inquiry on social models.
b. Kelompok Model Pengolahan Informasi, terdiri dari The Basic Educative Models, Attaining Concept atau Pencapaian Konsep, Scientific inquiry and inquiry trainning (penelitian ilmiah dan latihan penelitian, pembelajarann berbasis masalah) Memorizations, Synectics, Learning from presentations, Developing Intelect, inquiry of information processing models.
c. Kelompok Model Personal, terdiri dari Non Directive Teaching, Concept of Self, Inquiry on personal models,
d. The Behavioral System Familly of Models (Kelompok Model Sistem Perilaku) terdiri dari Mastery Learning on Progammed Instructions, Direct Instructions (oleh Gary D. Borich disinonimkan dengan Ekspositori), Learning from Simulations, Inquiry on behaviorel models.
           Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut (Sudrajat, 2008: 1).
           Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Makmun, 2003: 34) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :
a. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
b. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
c. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan ditempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
d. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
Jika di terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah sebagai berikut:
a. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
b. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
c. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
d. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
           Sementara itu, Kemp mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien (Senjaya, 2008: 40). Selanjutnya, J. R David menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran Senjaya (2008: 42). Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Senjaya, 2008: 40). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
          Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Dengan demikian, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.
Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama (Sudrajat, 2008: 3).
Sementara itu, taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki rasa humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki rasa humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat) (Sudrajat, 2008: 3)
          Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran (Sudrajat, 2008: 4).
Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) modelinteraksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran (Supriawan dan Surasega, 1990: 54).
           Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun (Sudrajat, 2008: 3).


Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.


(Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal tentang pendekatan, model, metode pembelajaran: kependidikan. Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau. Hub: 085865245388.

keyword: artikel pendidikan, pendidikan, pembelajaran, tentang model pembelajaran, pengertian model pembelajaran, definisi model pembelajaran, devinisi model pembelajaran, pemahaman model pembelajaran, pendidikan model pembelajaran, pendidikan model pembelajaran di sekolah, artikel pendidikan model pembelajaran, artikel penerapan model pembelajaran, artikel konsep model pembelajaran, konsepsi model pembelajaran, pengertian model pembelajaran, devinisi model pembelajaran, definisi model pembelajaran.


Baca Selengkapnya...

Media Pembelajaran ---- Artikel

Media Pembelajaran

Artikel Pendidikan
Oleh: Rahyu


                  Sadiman (1986) dalam bukunya Media Pendidikan, menjelaskan bahwa istilah ”media” berasal dari kata “medium” yang berarti perantara atau pengantar dalam menyampaikan pesan komunikasi. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar. Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran (Santyasa, 2007).
Dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa). Sedangkan metode adalah prosedur untuk membantu siswa dalam menerima dan mengolah informasi guna mencapai tujuan pembelajaran. Dalam kegiatan interaksi antara siswa dengan lingkungan, fungsi media dapat diketahui berdasarkan adanya kelebihan media dan hambatan yang mungkin timbul dalam proses pembelajaran. Tiga kelebihan kemampuan media (Gerlach & Ely dalam Ibrahim, et.al., 2001) adalah sebagai berikut:
a. Kemapuan fiksatif, artinya dapat menangkap, menyimpan, dan menampilkan kembali suatu obyek atau kejadian. Dengan kemampuan ini, obyek atau kejadian dapat digambar, dipotret, direkam, difilmkan, kemudian dapat disimpan dan pada saat diperlukan dapat ditunjukkan dan diamati kembali seperti kejadian aslinya.
b. Kemampuan manipulatif, artinya media dapat menampilkan kembali obyek atau kejadian dengan berbagai macam perubahan (manipulasi) sesuai keperluan, misalnya diubah ukurannya, kecepatannya, warnanya, serta dapat pula diulang-ulang penyajiannya.
c. Kemampuan distributif, artinya media mampu menjangkau audien yang besar jumlahnya dalam satu kali penyajian secara serempak, misalnya siaran TV atau Radio.
Hambatan-hambatan komunikasi dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut (Santyasa, 2007):
a. Verbalisme, artrinya siswa dapat menyebutkan kata tetapi tidak mengetahui artinya. Hal ini terjadi karena biasanya guru mengajar hanya dengan penjelasan lisan (ceramah), siswa cenderung hanya menirukan apa yang dikatakan guru.
b. Salah tafsir, artinya dengan istilah atau kata yang sama diartikan berbeda oleh siswa. Hal ini terjadi karena biasanya guru hanya  menjelaskan secara lisan dengan tanpa menggunakan media pembelajaran yang lain, misalnya gambar, bagan, model, dan sebagainya.
c. Perhatian tidak berpusat, hal ini dapat terjadi karena beberapa hal antara lain, gangguan fisik, ada hal lain yang lebih menarik mempengaruhi perhatian siswa, siswa melamun, cara mengajar guru membosankan, cara menyajikan bahan pelajaran tanpa variasi, kurang adanya pengawasan dan bimbingan guru.
d. Keempat, tidak terjadinya pemahaman, artinya kurang memiliki kebermaknaan logis dan psikologis. Apa yang diamati atau dilihat, dialami secara terpisah. Tidak terjadi proses berpikir yang logis mulai dari kesadaran hingga timbulnya konsep.
Pengembangan media pembelajaran hendaknya diupayakan untuk memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh media tersebut dan berusaha menghindari hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam proses pembelajaran. Secara rinci, fungsi media dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut (Santyasa, 2007):
a. Menyaksikan benda yang ada atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Dengan perantaraan gambar, potret, slide, film, video, atau media yang lain, siswa dapat memperoleh gambaran yang nyata tentang benda/peristiwa sejarah.
b. Mengamati benda/peristiwa yang sukar dikunjungi, baik karena jaraknya jauh, berbahaya, atau terlarang. Misalnya, video tentang kehidupan harimau di hutan, keadaan dan kesibukan di pusat reaktor nuklir, dan sebagainya.
c. Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda/hal-hal yang sukar diamati secara langsung karena ukurannya yang tidak memungkinkan, baik karena terlalu besar atau terlalu kecil. Misalnya dengan perantaraan paket siswa dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang bendungan dan kompleks pembangkit listrik, dengan slide dan film siswa memperoleh gambaran tentang bakteri, amuba, dan sebaginya.
d. Mendengar suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung. Misalnya, rekaman suara denyut jantung dan sebagainya.
e. Mengamati dengan teliti binatang-binatang yang sukar diamati secara langsung karena sukar ditangkap. Dengan bantuan gambar, potret, slide, film atau video siswa dapat mengamati berbagai macam serangga, burung hantu, kelelawar, dan sebagainya.
f. Mengamati peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya untuk didekati. Dengan slide, film, atau video siswa dapat mengamati pelangi, gunung meletus, pertempuran, dan sebagainya. 

Referensi:
Abdul Azis. 2009. Problematika Pembelajaran Matematika SD. www.azizgr.blogspot.com
Arief S .Sadiman. 1986. Media Pendidikan, Jakarta: Rajawali
Ari Asnaldi. 2008. Teori-Teori Belajar Proses Perubahan. www.multiply.com
Criticos, C. 1996. Media selection. Plomp, T., & Ely, D. P. (Eds.): International Encyclopedia of Educational Technology, 2nd edition. New York: Elsevier Science, Inc.
Heru Subiyantoro. 2008. Hasil Belajar dan Pengukurannya. Jakarta: Rineka Cipta
Ibrahim, H., Sihkabuden, Suprijanta, & Kustiawan, U. 2001. Media pembelajaran: Bahan sajian program pendidikan akta mengajar. FIP. UM.
I Gusti Putu Suharta. 2001. Matematika Realistik. http://www.depdiknas.go.id
Ingridwati Kurnia. 2007. Perkembangan belajar Peserta DidKi. Jakarta: Dirjen Dikti Departeman Pendidikan Nasional.
I Wayan Santyasa. 2007. Media Pembelajaran. Workshop Media Pembelajaran bagi Guru-Guru SMA Negeri Banjar Angkan. Pada tanggal 10 Januari 2007 . Bandung: Universitas Ganesha
Moedjiono. 1981. Media pendidikan III: Cara pembukaan media pendidikan. Jakarta: P3G. Depdikbud.
Muchtar A. Karim. 1997. Pendidikan Matematika 1. Malang: Depdikbub
Oemar Hamalik. 1996. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka martina
Slametto. 1995. Belajar dan Faktor-Faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Sadiman, A.S. 1986. Media pendidikan: pengeratian, pengembangan, dan pemanfaatannya. Jakarta: Cv. Rajawali.

Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah

(Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal tentang pendekatan, model, metode, media pembelajaran: kependidikan. Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

 Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau. Hub: 085865245388 

Keyword: artikel media pembelajaran, pengertian media pembelajaran, konsep media pembelajaran, artikel konsep media pembelajaran, artikel pengertian media pembelajaran, artikel teori media pembelajaran, artikel pendidikan media pembelajaran, artikel manajemen pendidikan, artikel manajemen pembelajaran, artikel media pembelajaran dalam manajemen pembelajaran, manajemen pembelajaran, manajemen media pembelajaran.




Baca Selengkapnya...

PEMANFAATAN LIMBAH BAHAN BERNAHAYA DAN BERACUN PT.PERTAMINA UP IV CILACAP JAWA TENGAH SEBAGAI BATA TAHAN API (TEKNIK SOLIDIFIKASI)

PEMANFAATAN LIMBAH BAHAN BERNAHAYA DAN BERACUN PT.PERTAMINA UP IV CILACAP JAWA TENGAH SEBAGAI BATA TAHAN API (TEKNIK SOLIDIFIKASI). Tugas akhir (TA)

(gratis download)

ABSTRAK
Limbah selalu menimbulkan masalah lingkungan, apalagi jika tergolong kategori bahan berbahaya dan beracun (B3). Maka perlu adanya penanganan limbah yaitu pemanfataan limbah B3 dari PT. Pertamina UP IV Cilacap yaitu limbah TA5, limbah sandblasting dan limbah alumina sebagai bata tahan api. Bata tahan api dibuat dari campuran limbah dan bahan tambahan berupa feldspar, kaolin, fireclay dan batu andesit.

Tujuannya untuk mengetahui tingkat imobilisasi logam berat pada limbah dan untuk mengetahui nilai kuat tekan. Pengujian bata meliputi: uji kuat tekan, uji TCLP dan uji pH. Dalam komposisi bahan bata tahan api penggunaan proporsi limbah 50%, berdasarkan hasil pengujian, proporsi pemakaian limbah yang mempengaruhi peningkatan nilai kuat tekan adalah variasi formula berturut-turut yaitu TA-5 (20%, 15% dan 10%), sandblasting (20%, 25%, 30%) dan alumina (10% tiap variasi). Kuat tekan terbesar adalah 162 kg/cm2 pada proporsi limbah TA-5 10%, Sandblasting 30% dan Alumina 10%. Tiap limbah dan bahan tambahan bata mengandung unsur silica yang tinggi dan dapat melebur dengan bahan lain pada suhu 1.200ºC dan mempengaruhi sifat bata menjadi kuat.

Uji perlindian logam berat yaitu Cr, Cu, Pb dan Zn menggunakan metode Toxicity Characteristics Leaching Procedure (TCLP) menunjukkan bahwa hasil uji awal tiap limbah maupun uji akhir pada tiap formula masih berada dibawah baku mutu yang ditentukan yaitu dalam PP 85 Tahun 1999. Pada uji pH terjadi perubahan pH terhadap bata karena adanya proses lindi dalam bata dan terjadi pengenceran. Bata tahan api tidak ekonomis karena nilai produksi bata tahan api lebih mahal dari pada bata di pasaran karena skala pembuatan bata hanya untuk penelitian.

Kata kunci : Solidifikasi, limbah TA5, limbah Sandblasting dan limbah Alumina, lindi.


Download disini
Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.

(Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal tentang ilmu lingkungan: Biologi. Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388


Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau, hanya Rp. 50.000,-. Hub: 085865245388  
Baca Selengkapnya...

ANALISIS PERIMBANGAN KEUANGAN PUSAT-DAERAH DAN PINJAMAN DAERAH DI KABUPATEN DAN KOTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 1994/1995-2003

ANALISIS PERIMBANGAN KEUANGAN PUSAT-DAERAH DAN PINJAMAN DAERAH DI KABUPATEN DAN KOTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 1994/1995-2003


(gratis download)
ABSTRAK

Pelaksanaan otonomi daerah diharapkan membawa perubahan pada perekonomian daerah, salah satunya adalah bidang keuangan daerah yang harus mulai mandiri untuk memenuhi kebutuhan daerah. Akan tetapi banyak daerah yang keuangannya masih tergantung pada transfer pemerintah pusat. Pinjaman daerah merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan keuangan dari pemerintah pusat.
Untuk mengetahui hubungan keuangan antara pusat dengan daerah menggunakan derajat desentralisasi fiskal. Derajat desentralisasi fiskal membandingkan antara Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak (BHPBP), dan Sumbangan dan bantuan daerah (SB) terhadap Total Penerimaan Daerah. Jika didominsai oleh PAD dan BHPBP maka maka derajat desentralisasi fiskal tinggi dan bisa dikatakan mandiri. Bila didominasi oleh Sumbangan dan Bantuan maka derajat desentralisasi fiskal masih rendah dan bisa dikatakan mandiri. Untuk pinjaman daerah, model yang digunakan merujuk pada persyaratan pinjaman jangka panjang sesuai dengan penjelasan UU no. 33 pasal 54 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pusat Dan Pemerintah Daerah yaitu dengan Jumlah Sisa Pokok Pinjaman dan Debt Service Coverage Ratio (DSCR) atau rasio kemampuan membayar kembali pinjaman.
Dalam penelitian ini dimana kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai obyeknya, keuangan daerahnya masih didominasi oleh pusat. Bahkan setelah otonomi daerah Pendapatan Asli Daerah di masing-masing kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami penurunan. Pinjaman daerah sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan keuangan terhadap pemerintah pusat ternyata belum bisa dimanfaatkan oleh masing-masing kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini terlihat dari besarnya jumlah sisa pokok pinjaman dan besar DSCR yang jauh dari ketentuan UU no. 33 pasal 54 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pusat Dan Pemerintah Daerah.

 Download disini
Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.

(Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal tentang ekonomi pembangunan. Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)


Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau,  Hub: 085865245388

Keyword: skripsi, skripsi S1, skripsi ekonomi, skripsi ekonomi pembangunan, contoh skripsi ekonomi pembangunan, koleksi skripsi ekonomi pembenagunan, skripsi-skripsi ekonomi pembangunan, skripsi petimbangan keuangan pusat dan daerah, skripsi perimbangan keuangan, skripsi pemerintahan, skripsi ekonomi pembangunan pemerintahan daerah, skripsi ekonomi pembangunan perimbangan keuangan pusat dan daerah.
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 23 April 2011

ANALISIS TERHADAP AKAD DI BMT ...... KLATEN

ANALISIS TERHADAP AKAD DI BMT .... KLATEN. Tesis S2.

(gratis download lengkap)

ABSTRAK

Penelitian ini dalam masalah akad murabahah dan akad ijarah di BMT ... Klaten, apakah akad akad tersebut sudah sesuai dengan hukum kontrak dan fiqih ? Kemudian apakah akad-akad tersebut menimbulkan potensi konflik ?
Perkembangan BMT ... Klaten sangat pesat diukur dari besarnya asset selama kurun 11 tahun (Juli 1996 s/d Agustus 2007) mencapai dua puluh lima milyar rupiah lebih. Dalam hal tersebut yang mendorong penelitian ini, apakah BMT konsisten dalam penerapan prinsip-prinsip syariah ?

Tujuan penelitian ini untuk menggali fakta, bagaimanakah proses pembentukan akad, mempelajari dokumen-dokumen akad yang ada, yang dilakukan dengan metode deskriptif-analitis. Dan teknik pengumpulan data dengan metode wawancara dan dokumentasi. Dalam menganalisis data menggunakan analisa kualitatif dengan logika reflektif.

Yang menjadi sumber masalah adalah tentang syarat syahnya akad di BMT ... Klaten, dalam hukum kontrak syarat syahnya kontrak disebutkan pada pasal 1320 KUH Perdata, dalam Fiqih sahnya akad bila telah memenuhi syarat-syarat dan Rukun Akad.

Hasil penelitian ini adalah (1). Menurut hukum kontrak bahwa, akad Murabahah dan akad ijarah di BMT ... Klaten telah sesuai dengan hukum kontrak, (2) Menurut fiqih bahwa akad murabahah dan akad Ijarah di BMT ... Klaten belum sesuai dengan fiqih, (3). Akad Murabahah dan Akad Ijarah sangat potensial terjadinya konflik, (4). Penyelesaian konflik di BMT ... belum mengacu pada peraturan perundang-undangan berlaku dan belum mengacu fatwa-fatwa dewan Syariah Nasional.

Kontribusi hasil penelitian bagi nilai-nilai sosial yakni untuk memberikan masukan kepada pengelola BMT untuk seterusnya di dalam pengelolaan dan pembiayaan akad-akad di BMT dapat sesuai dengan Fiqih atau prinsip-prinsip syariah, dan berguna bagi nilai-nilai akademik untuk pengembangan khazanah keilmuan.
Download gratis disini 

Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.

(Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal tentang akuntansi, perbankan. Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388

 
Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau. Hub: 085865245388

Keyword:
tesis, tesis S2, tesis manajemen bank, tesis akuntansi bank, tesis ilmu agama islam, tesis manajemen islam, tesis bank islam, tesis bmt, tesis akad bmt, tesis ekonomi perbankan BMT, tesis bank bmt.
Baca Selengkapnya...

HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN DENGAN EFEKTIVITAS PENGENDALIAN BIAYA

HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN DENGAN EFEKTIVITAS PENGENDALIAN BIAYA. Skripsi S1.

(gratis download skripsi lengkap)
ABSTRAK


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi konsep akuntansi pertanggungjawaban yang diterapkan sebagai alat manajemen pada suatu perusahaan jasa dalam mencapai efektivitas pengendalian biaya dan untuk pertanggungjawaban dengan efektivitas pengendalian biaya.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik survey yaitu metode penelitian yang mengambil sample dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data, diproses kemudian dianalisis serta dibandingkan dengan teori yang ada sedangkan pengujian data diperlukan langkah-langkah yaitu pengujian data dan rancangan pengujian hipotesis.
Dari hasil penelitian yang telah penulis laksanakan di lima hotel kota Tasikmalaya, perusahaan tersebut telah menerapkan akuntansi pertanggungjawaban dengan cukup baik, hal ini dapat diketahui berdasarkan kondisi-kondisi yang harus dipenuhi.
Hasil akhir pengujian yang diperoleh dari dua pusat pertanggungjawaban pada lima hotel yang menjadi responden adalah bahwa terdapat hubungan yang positif antara penerapan akuntansi pertanggungjawaban yang memadai dengan efektivitas pengendalian biaya, dengan tingkat korelasi 60 % dimana pengujian yang dilakukan menggunakan Analisis Koefisien Korelasi rank Kendall.

Download disini

Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.

(Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal tentang akuntansi biaya. Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388

Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau. Hub: 085865245388


Skripsi, skripsi akuntansi, skripsi akuntansi biaya, skripsi akuntansi pertanggungjawaban, skripsi akuntansi pengendalian biaya, skripsi akuntansi biaya, skripsi akuntansi keuangan, skripsi keuangan Baca Selengkapnya...

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRICE EARNING RATIO SAHAM-SAHAM PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRICE EARNING RATIO SAHAM-SAHAM PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA. Skripsi S1.

(Gratis Download Full)

ABSTRAK

Investasi dalam bentuk saham, penilaian atas saham merupakan kegiatan yang sangat penting. Salah satu metode penilaian saham tersebut adalah Price Earning Ratio (PER). Metode ini mendasarkan diri atas rasio antara harga saham per lembar yang berlaku di pasar modal terhadap tingkat keuntungan bersih yang tersedia bagi pemegang saham. PER dapat diartikan sebagai indikator kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang. Price Earning Ratio atas saham maka dapat diidentifikasikan saham mana yang sebaiknya dijual atau dibeli.
Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang diduga mempengaruhi nilai Price Earning Ratio saham-saham yang terdaftar pada Bursa Efek Jakarta. Faktor-faktor tersebut antara lain : Pertumbuhan penjualan, Pertumbuhan Return on Equity, Dividend Payout Ratio, Tingkat suku bunga Sertifiakat Bank Indonesia, Pertumbuhan Debt to Equity Ratio, dan Pertumbuhan Return On Investment. Adapun Periode amatan mulai tahun 2000 sampai dengan tahun 2003. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di BEJ sejak tahun 2000 sampai tahun 2003. Sampel dipilih dengan menggunakan metode Purposive Sampling berdasarkan kriteria perusahaan yang melakukan pembayaran dividen selama periode pengamatan. Dengan menggunakan analisis regresi linear berganda.
Uji statistik menunjukkan bahwa secara serentak faktor-faktor yang diteliti berpengaruh terhadap nilai Price Earning Ratio saham-saham pada Bursa Efek Jakarta, dan mampu menjelaskan sebesar 63,4 %.dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar variable penelitian. Analisis secara individual menunjukan hasil bahwa Pertumbuhan Penjualan, Pertumbuhan ROE, Devident Payout Ratio, Tingkat suku bunga SBI, dan Pertumbuhan ROI berpengaruh secara signifikan.

Keyword : Price Earning Ratio, Return On Equity, Deviden Payout Ratio, Return On Investment, Debt to Equity Ratio, Earning Per Share.

Download disini 

Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.

(Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal tentang manajemen akuntansi. Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388


Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau. Hub: 085865245388  

Keyword: skripsi, skripsi s1, skripsi akuntansi, skripsi saham, skripsi skuntansi saham, skripsi price earning ratio saham, skripsi saham BEJ, akripsi akuntansi saham. skripsi skuntansi saham, skripsi akuntansi saham, skripsi saham BEJ, skrpsi faktor price earning ratio saham di BEJ
Baca Selengkapnya...

Download Gratis Full: ANALISIS PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KEBAB TURKI BABA RAFI DI YOGYAKARTA

ANALISIS PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP  KEPUTUSAN PEMBELIAN KEBAB TURKI BABA RAFI DI YOGYAKARTA. Skripsi S1.



ABSTRAK


Skripsi ini berjudul Analisis Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian  Kebab Turki Baba Rafi Di Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perilaku konsumen ikut menentukan tercapainya tujuan perusahaan. Konsumen akan mempertimbangkan berbagai faktor berkaitan dengan produk. Dengan menentukan atribut – atribut apa saja yang dapat mempenaruhi perilaku pembelian maka dapat diketahui. Atribut mana yang sudah sesuai maupun belum sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen dimana selanjutnya perusahaan dapat mengembangkan dan menyempurnakan produknya agar lebih memuaskan konsumen dan tujuan perusahaan agar dapat tercapai.

Penelitian dilakukan pada Kebab Turki Baba Rafi. Perusahaan jasa yang memproduksi kebab sebagai makanan  khas Turki. Populasi yang diteliti adalah konsumen yang pernah datang membeli Kebab Turki Baba Rafi di Yogyakarta. Sampel yang digunakan 100 responden. Variabel yang digunakan dalam penelitian meliputi harga, rasa atau aroma, kemasan, pelayanan dan ukuran. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan tehnik analisis deskriptif dan statistik meliputi analisis regresi berganda. Pengujian hipotesis dengan uji secara serentak atau uji F. pengujian hipotesis dengan uji parsial atau uji t dan analisis koefisien determinasi berganda.

Atribut produk mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian kebab di Kebab Turki Baba Rafi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t-statistik lebih besar dari t-tabel. Besar pengaruh variabel harga (X1), rasa atau aroma (X2), kemasan (X3), pelayanan, dan ukuran (X5) terhadap keputusan pembelian Kebab Turki Baba Rafi (Y) sebesar 0,561. Besar pengaruh variabel masing-masing atribut produk terhadap keputusan pembelian Kebab Turki Baba Rafi yaitu untuk ; koefisien korelasi antara variabel harga (X1) dengan keputusan pembelian Kebab Turki Baba Rafi (Y) sebesar 0,276, hal ini berarti korelasinya rendah, koefisien korelasi antara variabel rasa atau aroma (X2) dengan keputusan pembelian Kebab Turki Baba Rafi (Y) sebesar 0,385, hal ini berarti korelasinya sedang, koefisien korelasi antara variabel kemasan (X3) dengan keputusan pembelian Kebab Turki Baba Rafi (Y) sebesar 0,298, hal ini berarti korelasinya rendah, koefisien korelasi antara variabel pelayanan (X4) dengan perilaku membeli Kebab Turki Baba Rafi (Y) sebesar 0,213, hal ini berarti korelasinya rendah, dan koefisien korelasi antara variabel ukuran (X5) dengan keputusan pembelian Kebab Turki Baba Rafi (Y) sebesar 0,420, hal ini berarti korelasinya cukup kuat.

Download disini 

Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.

(Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal tentang manajemen pemasaran (marketting). Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)  
Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau. Hub: 085865245388  

Keyword: skripsi, skripsi S1, skripsi pemasaran, skripsi manajemen pemasaran, skripsi marketing, skripsi manajemen marketing, skripsi manajemen pemasaran perusahaan, skripsi pemasaran dengan atribut produk, skripsi marketing dengan atribut produk, skripsi atribut produk - pemasaran, skripsi pemasaran (marketing) aktribut produk terhadap keputusan pembelian
Baca Selengkapnya...

Jumat, 22 April 2011

Gratis Download Lengkap: Pengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMP...

Pengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMP... Skripsi S1. Gratis download lengkap



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


               Pendidikan merupakan sarana mutlak yang dipergunakan untuk mewujudkan masyarakat madani yang mampu menguasai, mengembangkan, mengendalikan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Output pendidikan belum mampu berjalan seimbang dengan tuntutan zaman, hal ini disebabkan minimnya penguasaan terhadap disiplin ilmu yang diperoleh melalui proses pendidikan. Keadaan ini menjadi tantangan bagi para pendidik untuk mempersiapkan peserta didiknya dalam memasuki masa depan.
           Ujian (Akhir) Nasional UN selama ini diperlakukan semacam upacara ritual tahunan tanpa memberikan pengaruh berarti terhadap upaya dan pengelola serta pelaksanaan pendidikan pada tingkat sekolah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan. Meskipun praktik ujian akhir dapat digunakan untuk memenuhi kualitas pendidikan namun pada umumnya sering bertentangan dengan kenyataan.. Sebagaimana diketahui bahwa realitas pendidikan di Tanah Air sangat beragam, baik itu sarana-prasarana pendidikan, sumber daya guru, dan school leadership. Kualitas pendidikan yang begitu lebar sebagai akibat  dari keterbatasan kemampuan pengelola pendidikan pada tingkat pusat, daerah, dan sekolah semakin menguatkan tuduhan masyarakat selama ini bahwa penggunaan instrumen UN untuk menentukan kelulusan (sertifikasi) dan seleksi berpotensi melanggar keadilan dalam tes. (www.kompas.com).
                     Aktivitas belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Kadang-kadang lancar, kadang-kadang tidak, kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari dan terkadang juga teramat sulit. Dalam hal semangat terkadang semangat tinggi, tetapi juga terkadang sulit untuk mengadakan konsentrasi. Demikian kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap anak didik dalam kehidupan sehari-hari dalam kaitannya dengan aktivitas belajar. Setiap individu memang tidak ada yang sama, perbedaan individual ini yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar di kalangan anak didik. Dalam keadaan dimana anak didik atau siswa tidak dapat belajar sebagai mana mestinya, itulah yang dinamakan kesulitan belajar. Masalah-masalah pendidikan secara terinci yang kerap kali dihadapi peserta didik antara lain ialah pada awal sekolah, mereka kerap menghadapi kesulitan menyesuaikan diri dengan pelajaran, para guru, tata tertib sekolah, lingkungan sekolah dan sebagainya. Dalam proses menjalani program disekolah peserta didik tidak jarang menghadapi kesulitan berupa keraguan memilih bidang studi yang sesuai, memilih mata pelajaran yang cocok. Pada tahun-tahun terakhir mereka dalam suatu sekolah sering kali menghadapi kesulitan-kesulitan berupa konflik dalam pilihan sekolah lanjutan, memilih tempat bimbingan tes yang memadai (Abu Ahmadi, 1991: 107-108).
       Tingginya minat siswa-siswi sekolah formal mengikuti bimbingan belajar merupakan simbol ketidakpercayaan siswa dan orangtua siswa terhadap proses pembelajaran di sekolah formal. Karenanya, sekolah harus memperbaiki pelayanannya kepada siswa untuk mengembalikan kepercayaan. Pengamat pendidikan yang juga seorang pendidik, St Kartono, mengungkapkan dengan mengikuti bimbingan belajar berarti siswa maupun orangtua siswa yang mengirimkan anak mereka untuk mengikuti bimbingan belajar cenderung tidak percaya bahwa pembelajaran di sekolah mampu membawa anak mereka bisa lebih berprestasi. Hal itu jelas sangat disayangkan karena beban biaya pendidikan antara lain melalui biaya sumbangan pendidikan yang ditanggung orangtua siswa semakin tinggi, sementara peningkatan mutu yang didengung-dengungkan pihak sekolah tidak dapat dibuktikan hasilnya. Siswa yang ikut bimbingan belajar kebanyakan justru dari sekolah-sekolah yang favorit yang kemampuan akademiknya justru relatif baik. Ini berarti sekolah gagal meningkatkan mutu mereka. Itu adalah simbol ketidak percayaan terhadap sekolah, akhirnya siswa mengikuti bimbingan belajar agar tetap dapat menjaga prestasi mereka melalui materi yang diberikan bimbingan belajar dengan metode-metode baru. Guru dan sekolah harus bisa mengoreksi cara pembelajaran mereka agar bisa menyenangkan dan memberi layanan pendidikan yang baik sehingga hak siswa tidak tertinggal. Sekolah-sekolah favorit banyak berbicara tentang peningkatan mutu pendidikan dan membebankan hal itu kepada orangtua. Maka mereka harus konsekuen dan bisa memberikan pelayanan pendidikan secara optimal. Karena itulah lembaga bimbingan belajar dengan jeli memanfaatkan peluang dengan memberikan pelayanan pada siswa apa yang tidak bisa diberikan kepada sekolah. Menurut Yaya Karyana, Direktur Utama Pusat Klinik Pendidikan Indonesia, lembaga pendidikan belajar lebih inovatif dalam soal proses pembelajaran. Ia memberikan contoh pendidikan berbasis teknologi informasi telah lebih dulu dikembangkan bimbingan belajar daripada sekolah formal. ( www.primagama.co.id)
          Berbagai cara ditempuh pengelola LBB (Lembaga Bimbingan Belajar) untuk menarik calon siswa. Apalagi mendekati masa kelulusan siswa SD, SMP dan SMA, makin besar saja promosi yang dilakukan. Mulai dari menyebar brosur yang memuat jumlah siswa tahun tertentu yang diterima pada sekolah favorit, memberi jaminan dengan pencapaian skor tertentu pasti bisa di program studi tertentu, hingga memajang foto orang yang diketahui duduk di kepanitiaan SPMB. Masuk LBB para pelajar biasa menyebut bimbel (bimbingan belajar) memang menjadi tren sejak pertengahan tahun 1990-an. Dari zaman sebelum tahun 1990, saat bimbingan belajar Siky Mulyono mulai dikenal karena begitu agresif memperkenalkan lembaganya sebagai tempat bimbingan belajar yang berhasil membawa peserta kursus masuk ke sekolah favorit, promosi yang dilakukan memang luar biasa. Pengelola bisnis kursus pelajaran sekolah tersebut tahu benar masalah yang satu ini. Mulai dari tidak pede (percaya diri)-nya para orang tua terhadap pelajaran disekolah. Benarkah peran LBB begitu besar dalam mengasah kemampuan anak terutama agar lolos ujian masuk sekolah favorit, bagaimana dengan janji peserta pasti lulus tes jika ia mampu mencapai skor tertentu saat try out. Prof Dr Soesmalijah Soewondo berkata, bohong jika mereka sampai memberikan jaminan semacam itu. Prof Toemin secara tegas juga menyatakan tidak setuju dengan iming-iming seperti itu. Saya tidak percaya sistem drill di bimbingan belajar, biarpun setahun penuh akan meningkatkan kemampuan siswa sehingga sukses mengerjakan soal ujian masuk sekolah. Kemampuan memahami persoalan tak akan terasah dengan cara drill, baik itu yang diadakan di sekolah-sekolah tertentu (biasanya unggulan) maupun di LBB. Perkembangan bisnis LBB tampaknya tak lepas dari menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan formal. Orang tua merasa tidak puas  terhadap kemampuan yang dicapai anaknya dari belajar di sekolah. Namun apakah dengan bimbingan belajar prestasi siswa akan lebih baik? Bimbingan belajar, lanjut Toemin, hanya dibutuhkan oleh mereka yang malas belajar. Pada pokoknya, belajar tak bisa dengan cara instant karena dengan belajar secara instans tak akan bisa memahami ilmunya, karena pemahaman itu terjadi lewat proses pembelajaran secara terus menerus.(www.kompas.com
).

Dengan latar belakang bahwa dengan adanya penetapan nilai minimal kelulusan peserta didik yang ditentukan oleh pemerintah, dengan demikian para orang tua serta siswa merasa perlu menambah jam belajar di luar jam belajar di sekolah formal.

Dari latar belakang diatas, masalah bimbingan belajar terhadap prestasi siswa yang terjadi diluar sekolah, masih perlu diteliti. Dengan demikian penulis ingin meneliti  Apakah bimbingan belajar tersebut bisa meningkatkan prestasi siswa disekolah atau tidak. Dengan demikian penulis berminat melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa di SMP ...”.

B. RUMUSAN MASALAH
             Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah:

1. Adakah Pengaruh Bimbingan Belajar terhadap Prestasi siswa di Sekolah?
2. Seberapa Besar Pengaruh Bimbingan Belajar terhadap Prestasi Siswa di Sekolah



Download Disini 

Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.

(Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal tentang motivasi pembelajaran; pendekatan, model dan metode pembelajaran: kependidikan. Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388

Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau. Hub: 085865245388 

Keyword: skripsi, skripsi S1, skripsi pendidikan, skripsi pendidikan - pembelajaran, skripsi bimbingan belajar, skripsi pengaruh bimbngan belajar, skripsi manajemen pendidikan, skripsi manajemen pembelajaran, skripsi pendidikan manajemen pembelajaran, skripsi pelaksanaan bimbingan belajar, skripsi psikologi kependidikan, skripsi psikologi pembelajaran, skripsi psikologi belajar.
Baca Selengkapnya...

Download gratis Full: ANALISIS KANDUNGAN Sn, Zn, DAN Pb DALAM SUSU KENTAL MANIS KEMASAN KALENG SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

ANALISIS KANDUNGAN Sn, Zn, DAN Pb DALAM SUSU KENTAL MANIS KEMASAN KALENG SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM. Skripsi S1.

(gratis download lengkap)


INTISARI

Telah dilakukan penelitian terhadap kandungan logam Timah, Seng dan Timbal pada sampel Susu Kental Manis kemasan kaleng menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom.

Penelitian ini menggunakan metode destruksi basah yang dilakukan 2 tahap, tahap pertama yaitu preparasi sampel dengan cara sampel di destruksi menggunakan larutan  HNO3 65% lalu dipanaskan untuk menyempurnakan proses oksidasi. Setelah larutan dingin, kemudian disaring menggunakan kertas saring Whatman 42. Tahap kedua yaitu larutan sampel yang telah didestruksi dianalisis dengan Spektrofotometri Serapan Atom Perkin-Elmer 3110 untuk logam timah dan dengan Spektrofotometri Serapan Atom Perkin-Elmer 5110 PC untuk logam Seng dan Timbal.

Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi logam Timah pada semua sampel tidak terdeteksi. Logam Seng untuk sampel KA 2,132 mg/Kg; KB 2,371 mg/Kg; KC 2,812 mg/Kg; SD 2,304 mg/Kg; SE 2,648 mg/Kg; SF 3,507 mg/Kg. Dan konsentrasi logam Timbal untuk sampel  KA 0,174 mg/Kg;  KB 2,156 mg/Kg; KC 0,174 mg/Kg; SD 0,398 mg/Kg; SE 0,174 mg/Kg; SF 0,174 mg/Kg.


Kata kunci :  Susu kental manis, kaleng, SSA, Timah, Seng, Timbal
Download disini

Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.


(Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal biologi dan kimia. Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388


Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau, hanya Rp. 50.000,-. Hub: 085865245388  
Baca Selengkapnya...