Loading

Minggu, 24 April 2011

Model Pembelajaran ---Artikel---

Konsep Model Pembelajaran

Artikel 
Oleh: Rahyu

          Model merupakan kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan. Istilah Model Pembelajaran (model of teaching) sebagaimana dijelaskan Toeti dan Sarifudin (1996:78), model pembelajaran didifinisikan sebagai suatu kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagi pedoman bagi perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar. Sudrajat, (2008: 2) juga menjelaskan tentang model pembelajaran, yaitu sebagai landasan praktik pembelajaran hasil penurunan teori psikologi pendidikan dan belajar, yang dirancang berdasarkan proses analisis yang diarahkan pada implementasi kurikulum dan implikasinya pada tingkat operasional di depan kelas.
           Model pembelajaran mengambarkan keseluruhan urutan alur atau langkah-langkah yang pada umumnya diikuti oleh serangkaian kegiatan pembelajaran. Dalam model pembelajaran ditunjukkan secara jelas kegiatan-kegiatan apa yang perlu dilakukan oleh guru atau siswa, bagaimana urutan kegiatan-kegiatan tersebut, dan tugas-tugas khusus apa yang perlu dilakukan oleh siswa. Model pembelajaran merupakan aktualisasi dari model belajar, yang hakekat nya    membantu para siswa memperoleh informasi, ide, ketrampilan, nilai, cara berfikir, sarana untuk mengekspresikan dirinya, dan juga mengajar cara-cara bagaimana mereka belajar. Proses belajar mengajar tidak hanya memiliki makna deskriptif dan kekinian, akan tetapi juga bermakna prospektif dan berorentasi masa depan. Penggunaan model pembelajaran memungkinkan guru dapat mencapai tujuan tertentu dan berorentasi pada jangka panjang (Bruce Joyce, et al, 2000: 6).
           Model pembelajaran memiliki banyak ragam, diantaranya sebagaimana dijelaskan Bruce Joyce (2000 : 29- 109) sebagai berikut:
a. Kelompok Model Sosial, termasuk model kelompok sosial (cooperative learning) meliputi: Pathner in learning, Role Playing, Jurisprudential, inquiry, personality and learning still, inquiry on social models.
b. Kelompok Model Pengolahan Informasi, terdiri dari The Basic Educative Models, Attaining Concept atau Pencapaian Konsep, Scientific inquiry and inquiry trainning (penelitian ilmiah dan latihan penelitian, pembelajarann berbasis masalah) Memorizations, Synectics, Learning from presentations, Developing Intelect, inquiry of information processing models.
c. Kelompok Model Personal, terdiri dari Non Directive Teaching, Concept of Self, Inquiry on personal models,
d. The Behavioral System Familly of Models (Kelompok Model Sistem Perilaku) terdiri dari Mastery Learning on Progammed Instructions, Direct Instructions (oleh Gary D. Borich disinonimkan dengan Ekspositori), Learning from Simulations, Inquiry on behaviorel models.
           Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut (Sudrajat, 2008: 1).
           Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Makmun, 2003: 34) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :
a. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
b. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
c. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan ditempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
d. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
Jika di terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah sebagai berikut:
a. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
b. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
c. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
d. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
           Sementara itu, Kemp mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien (Senjaya, 2008: 40). Selanjutnya, J. R David menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran Senjaya (2008: 42). Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Senjaya, 2008: 40). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
          Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Dengan demikian, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.
Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama (Sudrajat, 2008: 3).
Sementara itu, taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki rasa humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki rasa humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat) (Sudrajat, 2008: 3)
          Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran (Sudrajat, 2008: 4).
Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) modelinteraksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran (Supriawan dan Surasega, 1990: 54).
           Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun (Sudrajat, 2008: 3).


Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.


(Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal tentang pendekatan, model, metode pembelajaran: kependidikan. Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau. Hub: 085865245388.

keyword: artikel pendidikan, pendidikan, pembelajaran, tentang model pembelajaran, pengertian model pembelajaran, definisi model pembelajaran, devinisi model pembelajaran, pemahaman model pembelajaran, pendidikan model pembelajaran, pendidikan model pembelajaran di sekolah, artikel pendidikan model pembelajaran, artikel penerapan model pembelajaran, artikel konsep model pembelajaran, konsepsi model pembelajaran, pengertian model pembelajaran, devinisi model pembelajaran, definisi model pembelajaran.


0 komentar:

Poskan Komentar

Untuk keperluan anda, sms: 085865245338