Loading

Selasa, 26 April 2011

IMPLEMENTASI PENDEKATAN INQUIRY SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDY KIMIA (Studi Kasus Pada Siswa Kelas.... di ....)

Proposal.

(proposal ini belum diajukan, dapat anda gunakan)

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
           Pendidikan di Indonesia mengalami permasalahan yang sangat kompleks, sehingga seolah-olah pendidikan yang diselenggarakan kurang berhasil dibandingkan dengan penyelenggaraan pendidikan di negara-negara lainnya. Hal ini terjadi karena tuntutan masyarakat terhadap kualitas output pendidikan semakin meningkat serta dinamika ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) terus berjalan.
               Sumber daya manusia yang rendah tidak lepas dari kualitas pendidikan itu sendiri. Menurut Ridwan (2009: 2), masalah pendidikan yang mendasar adalah berlangsungnya pendidikan yang kurang bermakna bagi pengembangan pribadi dan watak peserta didik yang berakibat hilangnya kepribadian dan kesadaran akan makna hakiki kehidupan. Hal ini dapat terwujud dengan mempertinggi kualitas pendidikan, sebab salah satu fungsi utama pendidikan adalah mengembangkan potensi manusia sebagai peserta didik secara utuh dan optimal dengan strategi yang sistematis dan terarah.
       Salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengembangkan berbagai pendekatan pembelajaran yang dirasa cukup handal dalam meningkatkan kualitas output penidikan, yaitu siswa. Sagala (2010: 70) menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran (approach to learning) termasuk bagian dari factor yang menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Menurut Sagala (2010: 68), pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu. Pada prinsipnya, pendekatan pembelajaran diimplementasikan guru untuk menjelaskan materi pelajaran dari bagian-bagian yang satu dengan bagian lainnya dengan berorientasi pada pengalaman-pengalaman yang dimiliki siswa untuk mempelajari konsep, prinsip, atau teori yang baru dalam suatu bidang ilmu.
               Pelaksanaan proses pembelajaran di Indonesia pada masa lampau lebih banyak menggunakan pendekatan bertumpu pada aktivitas guru, sehingga siswa sehingga siswa kurang diberi kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan belum terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran. Pada saat ini, telah banyak dikembangkan pendekatan-pendekatan pembelajaran yang bertumpu pada aktivitas siswa. Pembelajaran yang bertumpu pada aktivitas siswa menekankan kepada aktivitas-aktivitas siswa secara optimal untuk memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek kognotif, afektif, dan psikomotor secara berkembang. Pendekatan-pendekatan pembelajaran yang bertumpu pada aktivitas siswa dikembangkan untuk membantu peserta didik agar bisa belajar mandiri dan kreatif, sehingga ia dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat menunjang terbentuknya kepribadian yang mandiri.
                 Pendekatan inquiry menurut Makmun (2005: 233) merupakan salah satu bentuk pendekatan yang bertumpu pada aktivitas siswa, yang pada mulanya dikembangkan oleh Bruner. Landasan pendekatan inquiry dari Bruner adalah materi belajar lebih mudah dihafal dan diingat, mudah ditransfer dalam rangka melakukan pemecahan masalah sesuai dengan pengetahuan dan kecakapan siswa, bahkan dapat menumbuhkan motivasi intrinsic oleh karena siswa akan merasa puas dengan pengalamannya sendiri. Sagala (2010: 196) menjelaskan bahwa pendekatan inquiry bertolak pada pandangan bahwa siswa adalah subyek dan obyek dalam belajar yang memiliki kemampuan dasar untuk berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuannya. Pendekatan inquiry ini menempatkan siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kreatifitas dan menyelesaikan masalah. Pengertian pendekatan inquiry adalah pendekatan yang ditekankan pada penemuan dan pencarian jawaban sendiri terhadap permasalahan yang dihadapi secara aktif, sehingga dapat mengembangkan potensi intelektual siswa dan menggunakan pola berfikir kritis dan sistematis yang pada akhirnya akan mendapatkan suatu penemuan yang benar- benar bermakna dan memberikan suatu hasil yang baik untuk siswa (Suryobroto, 2007: 89).
                  Bidang studi Kimia merupakan salah satu bidang studi yang banyak menuntut adanya percobaan-percobaan pembuktian atas suatu konsep, sehingga proses pembelajaran pada bidang studi Kimia diarasa cukup sesuai apabila dilakukan dengan pendekatan inquiry. Ilmu Kimia merupakan ilmu yang mempelajari komposisi, struktur, dan sifat zat dan transformasi yang dialaminya. Mempelajari Kimia berarti mempelajari pengetahuan, konsep, dan hukum-hukum yang berkaitan dengan materi dan interaksi antar materi yang dapat melibatkan dua zat, atau terkait dengan interaksi antara materi dan energi. Melalui pendekatan inquiry, siswa lebih leluasa dalan menjelajah sendiri konsep-konsep tersebut dalam rangka menyelesaikan masalah, serta melakukan uji-uji pembuktian di laboraturioim. Sebagaimana dijelaskan oleh Makmun (2007: 233) bahwa Inquiry sesuai untuk materi pelajaran yang bersifat kognitif. Hal ini juga sesuai dengan penjelasan Gallagher (dalam Sunyono, Wirya, Suyanto, dan Suyadi, 2009: 1), bahwa paradigma baru dalam pembelajaran sains termasuk kimia adalah pembelajaran dimana siswa tidak hanya dituntut untuk lebih banyak mempelajari konsep-konsep dan prinsip-prinsip sains secara verbalistis, hafalan, pengenalan rumus-rumus, dan pengenalan istilah-istilah melalui serangkaian latihan sevara verbal, namun hendaknya dalam pembelajaran sains (dalam hal ini kimia), guru lebih banyak memberikan pengalaman kepada siswa untuk lebih mengerti dan membimbing siswa agar dapat menggunakan pengetahuan kimianya tersebut dalam kehidupannya sehari-hari.
                    Bidang studi Kimia merupakan bidang studi yang termasuk dalam wilayah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau masuk dalam kelompok exacta, dimana banyak membutuhkan logika dan sekaligus hafalan yang kuat, dan termasuk dalam kelompok pelajaran yang dianggap sulit. Berbagai hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa hasil belajar Kimia siswa pada umumnya masih sangat rendah. Sebagaimana penelitian yang dialkukan oleh Sunyono, Wirya, Suyanto, dan Suyadi (2009: 1) dalam penelitiannya menemukan bahwa rendahnya hasil belajar siswa dalam bidang Kimia pada umumnya dikarenakan: 1) Siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang menyangkut reaksi kimia dan hitungan kimia, 2) Akibat rendahnya pemahaman konsep-konsep kimia, dan 3) Kurangnya minat siswa terhadap pelajaran kimia, 4) Guru kurang memberikan contoh-contoh konkrit tentang reaksi-reaksi yang ada di lingkungan sekitar dan sering dijumpai siswa. Oleh sebab itu, mereka menyarankan adanya suatu usaha untuk mengoptimalkan pembelajaran kimia di kelas dengan menerapkan pendekatan dan metode yang tepat.
                Permasalahan yang menjadi hambatan siswa dalam mempelajari Kimia sebagaimana ditemukan oleh Sunyono, Wirya, Suyanto, dan Suyadi, cukup sesuai dan hampir sama dengan yang ditemukan di ....., khususnya untuk siswa kelas ...., yang terlihat melalui survey pendahuluan yang dilakukan peneliti. Berdasarkan wawancara mendalam yang dilakukan pada sejumlah siswa, diketahui bahwa .... siswa mengatakan bahwa Kimia merupakan bidang studi yang sulit dan membosankan, sedangkan .... mengatakan Kimia itu kadang menyenangkan tetapi terkadang sulit dan membosankan (Wawancara .....). Fakta ini didukung dengan hasil wawancara yang dilakukan kepada guru menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa .... dengan nilai terendah .... dan nilai tertinggi adalah ...., sedangkan nilai ketuntasan kompetensi minimal di sekolah tersebut untuk mata pelajaran Kimia adalah ...., sehingga dapat dikatakan nilai rata-rata siswa tidak mencapai standard kelulusan kompetensi di sekolah tersebut.
                     Kendala-kendala siswa dalam mempelajari Kimia sebagaimana temuan awal tersebut diyakini berkaitan dengan masalah pelaksanaan strategi pembelajaran yang masih bertumpu pada aktivitas guru (teacher centered learning). Dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut, siswa sering tidak memahami suatu konsep yang dijelaskan, sedangkan siswa tidak mendapatkan kesempatan untuk menemukan jawaban atas hal-hal yang menjadi pertanyaan baginya. Hal ini diketahui dalam Wawancara mendalam pada ......, dimana sebagian besar siswa mengalami masalah tersebut. Siswa menjelaskan bahwa mereka butuh untuk bereksplorasi dengan bimbingan guru untuk menemukan permasalahan yang dialaminya. Melalui pendekatan Inquiry, maka diharapkan permasalahan-permasalahan tersebut dapat dihindari dalam pelaksanaan pembelajaran Kimia.
            Berdasarkan atas uraian tersebut, maka diyakini penting untuk melakukan penelitian yang berjudul “Implementasi Pendekatan Inquiry untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Bidang Study Kimia (Studi Kasus Pada Siswa Kelas..... Di ....)”.

Referensi:

Sagala, Syaiful. 2010. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta
Makmun, H.A. Syamsuddin. 2005. Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya
Mulyasa, Enco. 2006. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya
Sanjaya, Wina. 2007. Strategi Pembelajaran (Berorientasi Standar Proses Pendidikan). Jakarta : Prenada Media Group
B. Uno, Hamzah. 2007. Model Pembelajaran (Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif). Jakarta : PT. Bumi Aksara
Hamalik, Oemar. 2007. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara
Joyce, Bruce and Weil, Marsha. 1996. Models of Teaching. Boston : Allyn and Bacon
Sutikno, M. Sobry. 2007. Menggagas Pembelajaran Efektif dan Bermakna. Mataram : NTP Press
Ahmad Tafsir. 2008. Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: Maestro.
Muhibbin Syah. 2008. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Noehi Nasution. Et.all. 1998. Materi Pokok Psikologi Pendidikan. Jakarta: direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam dan Universitas Terbuka.

 
Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.


(Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal tentang pendekatan, metode, model pembelajaran:  kependidikan. Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388

Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau. Hub: 085865245388

Keyword: proposal, proposal tesis, proposal tesis pendekatan pembelajaran, proposal tesis inquiry,  proposal tesis pembelajaran kimia, proposal tesis kimia, proposal tesis manajemen pembelajaran kimia, proposal tesis model pembelajaran inquiry bidang kimia.


0 komentar:

Poskan Komentar

Untuk keperluan anda, sms: 085865245338