Loading

Selasa, 22 Maret 2011

Lesson Study: Artikel Pendidikan-Model Pembelajaran


A. Pengertian dan Konsep Lesson Study


Lesson study merupakan suatu konsep teknik pengembangan pendidikan yang masih baru saat ini. Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) mengemukakan bahwa Lesson Study adalah pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolektif dan berkesinambungan. Jalal (2007:1) menuturkan Lesson Study berdasarkan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Program ini diadopsi dari Jepang yaitu mengkaji pembelajaran melalui 3 tahapan yaitu perencanaan (Plan), pelaksanaan (Do) dan refleksi (See). Adapun tahap-tahap lesson study adalah sebagai berikut (Duryana, 2007: 3):
1.      Perencanaan (plan): Guru-guru yang melaksanakan Lesson Study merancang bersama suatu bentuk pembelajaran, mulai dari menghayati silabus, memilih kompetensi dasar yang akan ditampilkan, memilih metode, bahan ajar, menyiapkan media pembelajaran, lembaran kerja siswa (LKS) serta menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
2.      Pelaksanaan (do): salah seorang guru peserta kegiatan Lesson Study tampil mengajar (sebagai guru penyaji) sedangkan guru yang lain sebagai pengamat (obsever). Guru-guru pengamat hanya mengamati kegiatan siswa tanpa mengganggu atau mencampuri kegiatan pembelajaran mulai guru membuka pembelajaran sampai menutup pembelajaran. Semua kegiatan siswa dicatat dan diamati oleh guru-guru pengamat dan jika memungkinkan seluruh kegiatan Lesson Study diabadikan melalui foto-foto maupun film (shooting kamera).
3.      Refleksi (see): kegiatan ini dipimpin oleh seorang moderator, guru-guru obsever menyampaikan seluruh hasil pengamatannya terhadap siswa sehingga terjadi diskusi tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh penyaji. Dalam diskusi tersebut, notulen menulis seluruh hasil diskusi yang nantinya menjadi bahan yang akan direkomendasikan pada pembelajaran berikutnya. Hal yang perlu dicermati, bahwa dalam kegiatan Lesson Study pembelajaran adalah milik seluruh guru peserta, bukan pembelajaran guru penyaji saja.
Sonal Chokshi (2004: 1) mengemukakan hal-hal sebagai berikut guna menjelaskan Lesson Study:
1.      Lesson study merupakan kegiatan menciptakan suatu yang unik, asli, atau suatu pelajaran yang belum pernah ada sebelumnya, meskipun para guru sebelumnya telah mempersiapkan suatu materi pelajaran secara rinci sebagai bagian dari proses Lesson study, dan merencanakan tema untuk pelajaran. Bagian-Bagian dari pelajaran mungkin diadobsi dari suatu buku teks, modifikasi dari  pelajaran lainnya , atau dari kurikulum yang ada. Di sisi lain, jika para guru memutuskan untuk memberi pengajaran suatu topik yang tidak tercakup dalam buku teks yang biasa digunakan, maka guru harus mengembangkannya dari buku asli yang digunakan. Setidak-tidaknya, pelajaran harus relevan dan yang bermanfaat untuk para guru. Untuk melaksanakan Lesson Study perlu di selidiki isu ilmu-ilmu mendidik dan teknik mengatasi masalah sebagaimana pengalaman mengajarnya di sekolah dimana guru mengajar. Sebagai daya penggerak adalah banyaknya guru yang berperan dalam mengamati dan melakukan usaha peningkatan mutu pengajaran..
2.      Manfaat dari Lesson study akan terlihat lebih jelas apabila dilakukan pada banyak materi pelajaran secara serempak. Lesson study merupakan pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif, dimana para guru lain dapat memberikan pandangan-pandangan guna memberikan solusi tentang kendala-kendala yang dihadapi siswa. Pandangan dari banyak guru dapat meningkatkan wawasan siswa, diantaranya adalah dengan mengintegrasikan pandangan-pandangan dari sudut pandang keilmuan yang berbeda.
3.      Pertukaran cara pandang secara berulang-ulang memberikan dampak positif dalam menunjukkan bahwa suatu materi pelajaran pada dasarnya merupakan bagian yang tidak terpisah-pisahkan, yang masing-masing dapat saling mendukung dalam implementasinya di kehidupan sehari-hari. Bagi guru, terjadi pemahaman tentang berbagai konsepsi teknik pengajaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pengajaran masing-masing guru dalam mengajar. 
4.      Lesson study adalah penyempurnaan pelajaran tunggal. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa bahwa alasan untuk pelaksanaan Lesson study pada pokoknya adalah untuk meningkatkan praktek mengajar guru melalui diskusi yang dilakukan untuk merevisi praktik-praktik pengajaran yang telah dilakukan dalam Lesson Study.
5.      Lesson study adalah menciptakan suatu wawasan dengan uji coba (tried and tested). Prinsip kolaborasi bukan berarti untuk menggabungkan berbagai mata pelajaran menjadi satu, akan tetapi sekedar untuk mengkondisikan suasana berbagi pengalaman mengajar untuk menyempurnakan pembelajaran guru. Melalui uji coba-uji coba yang dilakukan dalam Lesson Study maka akan terwujud suatu metode pembelajaran yang paling sesuai dengan kondisi siswa yang ada.
Ciri-ciri utama dari Lesson Study menurut Yusac (2007: 3) adalah sebagai berikut:
1.        Memberikan kesempatan nyata kepada para guru guna menyaksikan pembelajaran dan pembelajaran di ruang kelas. Lesson study membimbing para guru untuk memfokuskan diskusi pada perencanaan, pelaksanaan, observasi, pengamatan, dan refleksi pada praktik pembelajaran di kelas.  Dengan demikian, guru dapat memahami dan mengimplementasikan suatu praktik pembelajaran yang efektif.
2.      Menjaga agar siswa selalu menjadi pusat kegiatan pengembangan profesi guru. Dengan Lesson study, guru, menjadi memahami bagaimana siswa dalam menerima suatu praktik pembelajaran. Selanjutnya, guru dapat melakukan diskusi guna mengupayakan suatu teknik pengajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas siswa yang diajarnya.
3.      Merupakan pengembangan profesi yang dimotori guru. Melalui Lesson study, maka guru dapat secara aktif terlibat dalam proses perubahan teknik pembelajaran dan pengembangan kurikulum. Kolaborasi yang dilakukan juga dapat mengurangi isolasi antar sesama guru.
4.      Merupakan bentuk penelitian (research lesson) yang memungkinkan para guru mengambil peranan sentral sebagai peneliti praktik pembelajaran di kelas mereka sendiri dan menjadi pemikir dan peneliti yang otonom tentang suatu konsep pembelajaran yang efektif. 

B. Tahapan-Tahapan Pelaksanaan Lesson Study


 Yusac (2007: 4) menjelaskan tentang tahapan-tahapan dalam melaksanakan Lesson Study sebagai berikut:
1.        Identifikasi Tema Penelitian (research theme). Proses penetapan tema untuk Lesson Study tertentu melibatkan diskusi awal para guru dalam tim/ kelompok. Tema penelitian biasanya disusun dengan terlebih dahulu mengidentifikasi kesenjangan antara kemampuan belajar siswa dengan harapan dari guru pengajar berdasarkan pada data-data dan refleksi dalam praktik di kelas.  Research Theme juga digunakan untuk menentukan berhasil dan tidaknya suatu Lesson Study.
2.      Pelaksanaan Research Lesson. Pada tahap persiapan dan kajian, sekelompok guru secara bersama-sama membuat rencana rinci Research Lesson. Kelompok ini disebut sebagai kelompok perencana pembelajaran. Dalam menyiapkan Research Lesson, tim guru mendiskusikan berbagai masalah yaitu tentang pokok bahasan yang diselidiki dan didiskusikan, ciri-ciri khusus Lesson Study yang dikembangkan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kondisi siswa serta upaya meningkatkan kecakapan siswa. Perencanaan dilakukan secara rinci dan tertulis. RPP Reseach Lesson merupakan rekaman tertulis dari kerja tim / kelompok. Dalam pelaksanaan Research Lesson, seorang guru dari anggota kelompok melaksanakan pembelajaran Research Lesson, sementara anggota lainnya menjadi pengamat. Setelah pembelajaran, dilakukan debriefing (refleksi) dan para pengamat merefleksi dan membahas rekaman Research Lesson. Guna mengefektifkan proses ini, diperlukan seorang fasilitator dan notulen.
3.      Refleksi dan Perekaman Untuk ringkasan tentang kegiatan dan pencapaian kelompok Lesson Study serta membuat rekaman atau laporan agar dapat dimanfaatkan di kemudian hari, sekolah mengumpulkan RPP Research Lesson sepanjang tahun, data serta catatan hasil observasi , sampel-sampel hasil pekerjaan siswa, catatan hasil diskusi, dan refleksi setiap lesson study.
Untuk melaksanakan lesson study, dilakukan dialog (debriefing) guna mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Universitas  New Mexico Star mengemukakan bahwa minimum dua jam harus di lakukan dialog (debriefing) yang diiringi dengan kegiatan refleksi. Perlu dilakukan diskusi antara peneliti (guru sebagai observer) dan kelompok lesson study guna menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang kegiatan-kegiatan mana yang mendukung pencapaian tujuan atau target, contoh-contoh bagaimana reaksi siswa yang dilibatkan dalam pembelajaran, apa saja yang dapat dimasukkan atau dihilangkan dalam pembelajaran agar dapat mencapai tujuan yang lebih baik, dan reaksi bagaimana yang diharapkan dari siswa. Diskusi selama sesi ini harus berfokus dalam aspek yang berbeda-beda dan bagaimana sebaiknya suatu aktivitas direncanakan seperti dalam hal pengantar (introduction), makan siang, dan penjajagan siswa. Perencanaan sendiri seharusnya digunakan sebagai cermin untuk observasi dan persiapan. Jika selain peneliti (guru-guru) turut menjadi bagian dalam observasi, mereka sebaiknya turut terlibat dalam persiapan pelaksanaan maupun perencanaan. Tujuan dari mekanisme tersebut adalah untuk saling memberikan umpan balik (Richadson,  2001: 2).
Secara rinci, mekanisme yang dianjurkan oleh Universitas New Mexico Star dalam sesi debriefing tersebut adalah sebagai berikut:
1.    Pertama kali, persiapan dalam bentuk diskusi (debriefing) dilaksanakan, guru pengajar dalam Lesson study diberi kesempatan awal untuk mengutarakan pendapatnya. Mekanisme ini mengkondisikan guru untuk berbagi tentang apa yang diajarkan, apa yang dilakukan, apa yang ditinggalkan atau diabaikan, dan apa yang dirubah dalam pelaksanaan Lesson study.
2.    Sesi umpan balik adalah setelah sesi pelaksanaan kedua dalam lesson study, para anggota perencana seharusnya mengklarifikasi tentang apa-apa yang dicobakan untuk dicapai dalam Lesson study, dan bagaimana sasaran Lesson study dikaitkan dengan perubahan yang dilakukan diantara dua rangkaian pembelajaran.
 3.    Guru yang merencanakan Lesson study berkesempatan mengemukakan pendapat dan guru lainnya memberikan umpan balik berkaitan dengan sasaran dari pembelajaran
4.    Guru pengajar seharusnya menunggu sampai semua umpan balik tentang aspek-aspek tertentu dari pembelajaran telah diperoleh.
Setelah dilakukan debriefing dan refleksi, Universitas New Mexico Star mengemukakan bahwa masih ada tahapan yang harus dilakukan yaitu berbagi pendapat tentang apa yang telah diperoleh.  Guru harus mengkaji bagaimana siswa dalam mengikuti pembelajaran, dan guru harus mampu mengidentifikasi bagian mana yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kualitas belajar siswa. Tukar pendapat tersebut sangatlah penting sebagai tindak lanjut dari debriefing dan refleksi (Richadson,, 2001: 3) .
Keberhasilan pelaksanaan lesson study juga sangat dipengaruhi oleh tahap obeservasi yang dilaksanakan (Richadson,, 2001: 3). Stingler dan Hiebet mengemukakan bahwa tahap observasi perlu dilakukan dengan langkah-langkah yang sistematik. Data-data yang dikumpulkan harus didasarkan pada apa yang sebenarnya ingin diketahui oleh grup peneliti (research group). Sebelum observasi, peneliti harus mengkaji rencana yang telah disusun. Catherine Lewis (2002: 4) telah mengusulkan bahwa sering muncul sasaran penelitian yang  berkaitan dengan pemahaman, dengan motivasi siswa kepada pelajaran, dan pada perilaku sosial siswa sewaktu pelaksanaan pembelajaran. Sebagai kunci adalah fokus penelitian harus dikendalikan dengan apa yang ingin diketahui grup peneliti dan dengan apa yang menjadi dasar mereka dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan. Jika hal ini dilaksanakan, maka akan muncul hal-hal spesifik yang dapat didiskusikan berkaitan dengan seberapa efektif pembelajaran penelitian (reserach lesson) mampu mencapai tujuan yang diharapkan.

REFERENSI:
_________, 2007. Lesson Study ditargetkan jangkau 2,7 juta guru. www.bursa.com
Lewis, C. 2002. Research lessons bring studies to life and energize teaching. Journal of Staff Development, Summer 2002 (Vol. 23, No. 3). www.nsdc.org.
Lewis, C. (1995). Educating hearts and minds: Reflections on Japanese preschool and elementary education. New York: Cambridge University Press.
Lewis, C. (in press). Lesson study: A handbook of teacher-led instructional improvement. Philadelphia: Research for Better Schools.
Lewis, C. & Tsuchida, I. (1997). Planned educational change in Japan: The shift to student-centered elementary science. Journal of Educational Policy, (12)5, 313-331.
Yoshida, M. (1999). Lesson study: A case study of a Japanese approach to improving instruction through school-based teacher development. Unpublished doctoral dissertation, University of Chicago.
Sonal Chokshi for, Impact of Lesson Study.  Education commissioned report. www.tc.columbia.edu
______, 2006. Perkembangan Pelaksanaan Program Lesson Study. www.sistems.org
Laura Varlas. 2003. Teaching Science: Fewer Topics May Lead to Deeper Learning. Association for Supervision and Curriculum Development. www.ascd.org
Sonal Chokshi and Clea Fernandez.2004.  Challenges to Importing Japanese Lesson Study: Concerns, Misconceptions, and Nuances. www.pdkintl.org
Joan Richardson2000.  A Japanese teacher’s reflection on lesson study. National Staff Development Council. www.nsdc.org
Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang SISDIKNAS. Surabaya: Apolo
UU No 20 Tahun  2003. Surabaya, Apollo
Tilaar, 2004. Paradigma Baru Pendidikan Nasional. JakartaL Rineka Cipta
Purwanto, M. Ngalim. 1998. Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis. Bandung: Remaja Rosda
Barnadib, Sutari Imam. 1984. Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis. Yogyakarta: IKIP
Yusac (2007) Kebersamaan lewat Lesson Study. www.balipos.co.id





Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.


 Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau, hanya Rp. 50.000,-. Hub: 085865245388

1 komentar:

obyektif-magazine mengatakan...

Salam kenal, senang bisa berkunjung disini, thanks ya artikelnya bagus. saya tunggu kunjungan baliknya di http://OBYEKTIF.COM

Salam kompak:
Obyektif Cyber Magazine
obyektif.com

Poskan Komentar

Untuk keperluan anda, sms: 085865245338