Loading

Jumat, 25 Maret 2011

Arti Penting Olah Raga Bagi Kesehatan dan Kebugaran Jasmani


Bergerak atau aktifitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran tenaga dan energi (pembakaran Kalori). Pengertian bergerak ini cukup memiliki perbedaan dengan olah raga, meskipun olah raga pada umumnya berbasis pada gerakan. Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur, yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani.  Sementara itu, kesehatan dan kebugaran merupakan aspek yang menjadi target dalam olah raga. Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Bugar adalah kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang berlebihan (Karim, 2002: 2).
Berdasarkan kebutuhan akan oksigen saat berolahraga, olahraga dapat digolongkan menjadi dua, yaitu (Karim, 2002: 3):
a.         Aerobik adalah : Olahraga yang dilakukan secara terus-menerus dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi tubuh. Misalnya : Jogging, senam, renang, bersepeda.
b.        Anaerabik adalah : Olahraga dimana kebutuhan oksigen tidak dapat dipenuhi seluruhnya oleh tubuh. Misalnya : Angkat besi, lari sprint 100m, tenis lapangan, bulu tangkis.
Adapun manfaat-manfaat yang dapat diperoleh dengan kegiatan olah raga diantaranya adalah:
a.         Meningkatkan kerja dan fungsi jantung, paru dan pembuluh darah yang ditandai dengan denyut nadi istirahat menurun, isi sekuncup bertambah, kapasitas bertambah, penumpukan asam laktat berkurang, meningkatkan pembuluh darah kolateral, meningkatkan HDL Kolesterol, Mengurangi aterosklerosis.
b.        Meningkatkan kekuatan otot dan kepadatan tulang yang ditandai dengan optimalnya pertumbuhan pada anak, sedangkan pada orang dewasa ditandai dengan penguatan massa tulang, menurunkan nyeri sendi kronis pada pinggang, punggung dan lutut.
c.         Meningkatkan kelenturan (fleksibilitas) pada tubuh sehingga dapat mengurangi cedera.
d.        Meningkatkan metabolisme tubuh untuk mencegah kegemukan dan mempertahankan berat badan ideal.
e.         Mengurangi resiko terjadinya berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, mengurangi tekanan sistolik dan diastolik, mengurangi resiko penyakit jantung koroner dengan meningkatnya HDL-kolesterol dan mengurangi lemak tubuh, mengurangi resiko kencing manis dengan terjadinya menambah sensitifitas insulin, dan mengurangi kuatnya infeksi melalui meningkatkan sistem imunitas.
f.         Meningkatkan sistem hormonal melalui peningkatan sensitifitas hormon terhadap jaringan tubuh.
g.        Meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit melalui peningkatan pengaturan kekebalan tubuh.
Uraian tersebut menunjukkan tentang arti pentingnya olah raga bagi kesehatan jasmani manusia yang merupakan fungsi penting untuk menunjang kebugaran jasmani. Kebugaran jasmani sangat penting dalam menunjang aktifitas kehidupan sehari-hari, akan tetapi nilai kebugaran jasmani tiap-tiap orang berbeda-beda sesuai dengan tugas atau profesi masing-masing. Kebugaran jasmani terdiri dari komponen-komponen yang dikelompokkan menjadi kelompok yang berhubungan dengan kesehatan (health related physical fitness) dan kelompok yang berhubungan dengan ketrampilan (skill related physical fitness). Adapun komponen-komponen kebugaran jasmani meliputi (Karim, 2002: 6):
a.    Komposisi tubuh
Adalah persentase (%) lemak dari berat badan total dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Lemak cepat meningkat setelah berumur 30 tahun dan cenderung menurun setelah berumur 60 tahun.
 b.    Kelenturan (fleksibilitas) tubuh
Adalah luas bidang gerak yang maksimal pada persendian, tanpa dipengaruhi oleh suatu paksaan atau tekanan. Kelenturan dipengaruhi oleh jenis sendi, struktur tulang,  jaringan sekitar sendi, otot, tendon dan ligamen. Pada wanita (terutama ibu hamil) fleksibilitas tubuh lebih besar  daripada laki-laki. Sementara itu, fleksibilitas anak-anak lebih besar dari orang dewasa. Puncak kelenturan terjadi pada akhir masa pubertas. Kelenturan ini cukup penting pada setiap gerak tubuh karena meningkatkan efisiensi kerja otot dan Dapat mengurangi cedera (orang yang kelenturannya tidak baik cenderung mudah mengalami cedera). Pengukuran fleksibilitas dilakukan dengan duduk tegak depan  Flexometer.
c.    Kekuatan Otot
Adalah kontraksi maksimal yang dihasilkan otot, merupakankemampuan untuk membangkitkan tegangan terhadap suatutahanan. Pada Laki-laki, kira-kira 25% lebih besar dari wanita. Kekuatan otot dapat diukur dengan dinamometer.
d.   Daya tahan jantung paru
Kemampuan jantung, paru dan pembuluh darah untukberfungsi secara optimal pada waktu kerja dalam mengambilO2 secara maksimal (VO2 maks) dan menyalurkannya keseluruh tubuh terutama jaringan aktif sehingga dapatdigunakan untuk proses metabolisme tubuh. Kemampuan otot-otot besar digunakan untuk melakukan pekerjaan cukup berat dalam waktu lama secara terus menerus. Daya tahan jantung dan paru ini merupakan komponen kebugaran jasmani terpenting. Pengukuran daya tahan jantung dan paru dilakukan dengan test lari 2,4 Km (12 menit), Bangku Harvard test, dan Ergocycles test.
e.    Daya tahan otot
Merupakan kemampuan untuk kontraksi sub maksimal secaraberulang-ulang atau untuk berkontraksi terus menerus dalamsuatu waktu tertentu. Daya tahan otot yang baik identik dengan kemampuan otot dalam mengatasi kelelahan. Pengukuran daya tahan otot ini dapat dilakukan dengan push up test dan sit up test.
Kebugaran jasmani manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah:
a.    Umur. Kebugaran jasmani anak-anak meningkat sampai mencapai maksimal pada usia 25-30 tahun, kemudian akan terjadi penurunan kapasitas fungsional dari seluruh tubuh, kira-kira sebesar 0,8-1% per tahun, tetapi bila rajin berolahraga penurunan ini dapat dikurangi sampai separuhnya.
b.    Jenis Kelamin. Sampai pubertas biasanya kebugaran jasmani anak laki-laki hampir sama dengan anak perempuan, tapi setelah pubertas anak-anak laki-laki biasanya mempunayi nilai yang jauh lebih besar.
c.    Genetik. Berpengaruh terhadap kapasitas jantung paru, postur tubuh, obesitas, haemoglobin/sel darah dan serat otot.
d.   Makanan. Daya tahan yang tinggi bila mengkonsumsi tinggi karbohidrat (60-70 %). Diet tinggi protein terutama untuk memperbesar otot dan untuk olah raga yang memerlukan kekuatan otot yang besar.
e.    Rokok. Kadar CO yang terhisap akan mengurangi nilai VO2 maks, yang berpengaruh terhadap daya tahan, selain itu menurut penelitian Perkins dan Sexton, nicotine yang ada, dapat memperbesar pengeluaran energi dan mengurangi nafsu makan.

Referensi:
Karim. (2002). Panduan Kesehatan Olahraga Bagi Petugas Kesehatan. Diakses dari http://pbprimaciptautama.blogspot. 15 Oktober 2009


Lihat seluruh daftar di katalog / daftar skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), makalah.

 (Tersedia file lengkap dari skripsi, tesis, jurnal tentang pendidikan olahraga. Skripsi, tesis, jurnal lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Tersedia DVD KOMPILASI skripsi, tesis, dan tugas akhir (TA) berisi lebih dari 1800 file campuran skripsi-tesis berbagai bidang, lengkap. Sangat murah, sangat terjangkau, hanya Rp. 50.000,-. Hub: 085865245388
 

0 komentar:

Poskan Komentar

Untuk keperluan anda, sms: 085865245338