Loading

Rabu, 30 Mei 2012

KANDUNAGAN LOGAM DALAM TUBUH CACING LAUT Namalycastis abiuma (Polychaeta: Nereidae)

ABSTRAK

KANDUNGAN LOGAM DALAM TUBUH CACING LAUT Namalycastis abiuma (Polychaeta: Nereidae) DI ..... FMIPA. Universitas Sebelas Maret, Surakarta . Skripsi Biologi

Pemantauan pencemaran logam di perairan menggunakan metode analisis biota air sangat penting. Namalycastis abiuma, M. merupakan salah satu jenis cacing laut polychaeta yang hidup di perairan Teluk .... Berdasarkan cara makannya, N. abiuma adalah deposit feeder dan scavenger yang memakan endapan partikel sedimen, sehingga berpotensi mengakumulasi sejumlah logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kadar logam yang terkandung dalam tubuh cacing laut N. abiuma, kemampuannya sebagai organisme indikator logam, serta tingkat cemaran logam di perairan ...

Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2005 — April 2006, dan sampel diperoleh dari tiga stasiun, yaitu .... Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei. Pengambilan spesimen cacing laut menggunakan metode sortir tangan sebanyak ± 50 ekor/stasiun, sedangkan sedimen menggunakan metode purposive sampling sebanyak ± 1 kg/stasiun. Identifikasi jenis spesimen cacing laut dilakukan berdasarkan referensi dari Fauchald (1977), di laboratorium .... Penentuan kandungan logam di lakukan menggunakan metode spektrometri serapan atom dan analisis aktivasi netron, di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi, BATAN, Jakarta. Analisis data menggunakan Rancangan acak,lengkap dan uji lanjut Duncan α = 0,05 untuk mengetahui perbedaan kadar logam antar lokasi sampling.

Hasil penelitian menunjukan bahwa telah ditemukan sejumlah logam Hg (0,0965 ppm), As (24,4136 ppm), Cd (0,3510 ppm), Pb (15,8137 ppm), Sb (0,4185 ppm), Cr (5,1802 ppm), Fe (3566,2738 ppm), Zn (710,2025 ppm), Co (8,8006 ppm), Mn (153,2486 ppm), dan Cu (50,5935 ppm) pada spesimen cacing laut N. abiuma dari Teluk Jakarta. Casing laut N. abiuma berpotensi sebagai organisme indikator logam As dan Fe. Tingkat cemaran logam Hg, As, Pb, Sb, Cr, Fe, Zn, dan Mn tertinggi di kawasan Penjaringan, logam Co dan Cu di Angke, sedangkan logam Cd di Cilincing.
Kata kunci: Logam, Namalycastis abiuma, Teluk Jakarta


Baca Selengkapnya...

IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLATEN NOMOR 31 TAHUN 2001 TENTANG RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

Pelaksanaan UU No 22 Tahun 1999 dan UU No.25 Tahun 1999 telah menyebabkan perubahan yang mendasar mengenai pengaturan hubungan Pusat dan Daerah, khususnya dalam bidang administrasi  pemerintahan maupun dalam hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, yang dikenal sebagai era otonomi daerah. Kebijakan otonomi daerah sendiri kemudian disempurnakan melalui UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan UU No 33 Tahun 2004 Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah.

Dalam era otonomi daerah sekarang ini, daerah diberikan kewenangan yang lebih besar untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Tujuannya antara lain adalah untuk lebih mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, memudahkan masyarakat untuk memantau dan mengontrol penggunaan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), selain untuk menciptakan persaingan yang sehat antar daerah dan mendorong timbulnya inovasi. Sejalan dengan kewenangan tersebut, Pemerintah Daerah diharapkan lebih mampu menggali sumber-sumber keuangan khususnya untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pemerintahan dan pembangunan di daerahnya melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tuntutan peningkatan PAD semakin besar seiring dengan semakin banyaknya kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan kepada daerah disertai pengalihan personil, peralatan, pembiayaan dan dokumentasi (P3D) ke daerah dalam jumlah personil, peralatan, pembiayaan dan dokumentasi (P3D) ke daerah dalam jumlah besar. Sementara, sejauh ini dana perimbangan yang merupakan transfer keuangan oleh pusat kepada daerah dalam rangka mendukung pelaksanaan otonomi daerah, meskipun jumlahnya relatif memadai yakni sekurang-kurangnya sebesar 25 persen dari Penerimaan Dalam Negeri dalam APBN, namun, daerah harus lebih kreatif dalam meningkatkan PADnya untuk meningkatkan akuntabilitas dan keleluasaan dalam pembelanjaan APBD-nya. Sumber-sumber penerimaan daerah yang potensial harus digali secara maksimal, namun tentu saja di dalam koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk diantaranya adalah pajak daerah dan retribusi daerah yang memang telah sejak lama menjadi unsur PAD yang utama (Sidik, 2007: 2)

Dalam rangka meningkatkan kemampuan keuangan daerah agar dapat melaksanakan otonomi, Pemerintah melakukan berbagai kebijakan diantaranya dengan menetapkan UU No.34 Tahun 2000 tentang perubahan atas UU No.18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Pemberian kewenangan dalam pengenaan pajak dan retribusi daerah, diharapkan dapat lebih mendorong Pemerintah Daerah terus berupaya untuk mengoptimalkan PAD, khususnya yang berasal dari pajak daerah dan retribusi daerah.

Perhatian pemerintah Kabupaten Klaten terhadap pajak dan retribusi daerah ini dikarenakan sumbangan yang cukup besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Badap Pusat Statistik (BPS, 2000) menunjukkan bahwa sumbangan pajak dan retribusi daerah di Kabupaten Klaten mencapai 62% terhadap pendapatan asli daerah.

Sementara itu, salah satu aspek yang terkait dengan otonomi daerah dan retribusi daerah di Kabupaten Klaten adalah retribusi pengujian kendaraan bermotor, yang diatur dalam Perda Kabupaten Klaten No 31 Tahun 2001. Peraturan Daerah tersebut bertujuan untuk menyesuaikan kebijakan daerah terkait dengan retribusi kendaraan bermotor terhadap sistem otonomi daerah, dan diarahkan untuk menciptakan kelancaran sistem transportasi yang ada di daerah yaitu denngan meningkatkan upaya untuk menjamin keselamatan penumpang, barang, dan kendaraan bermotor, meningkatkan ketertiban lalu lintas dan angkutan jalan (Perda Kabupaten Klaten No 31 Tahun 2001).

Adapun fungsi teknis dari dilaksanakannya pengujian berkala kendaraan bermotor adalah untuk memperkecil terjadinya kecelakaan lalu lintas, kebakaran, gangguan terhadap lingkungan, dan kerusakan. Selain itu, uji kendaraan bermotor juga berfungsi untuk memberikan informasi kepada pemilik/ pengemudi kendaraan bermotor tentang besarnya daya pungut, besarnya muatan sumbu, kelas jalan yang dilalui, serta memberikan informasi lain yang dibutuhkan untuk perawatan kendaraan dan saran-saran perbaikan kepada perusahaan angkutan tentang rehabilitasi kondisi teknik kendaraan secara berkala, memberikan sajian data tentang jumlah dan potensi angkutan barang maupun orang untuk kepentingan pembangunan dan pembinaan angkutan. Sedangkan fungsi non teknis adalah memberikan kontribusi kepada Pemerintah Daerah (Handoyo, 2007).

Berdasakan penjelasan dalam Perda No 13 Tahun 2001, pengujian kendaraan bermotor bagi mobil angkutan barang, mobil penumpang umum, taksi, kereta gandengan dan kereta tempelan wajib dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1982.
Suara Merdeka edisi 13 Juli 2005 memberitakan bahwa Bupati Kabupaten Klaten menyodorkan data realisasi retribusi pengujian kendaraan bermotor lima tahun terakhir. Pada 2000 realisasinya Rp 302 juta, 2001 (Rp 461,988 juta), 2002 (Rp 459,662 juta), 2003 (Rp 477,3 juta), 2004 (Rp 493,129 juta), dan 2005 direncanakan Rp 504,717 juta. Menurut Bupati Kabupaten Klaten Haryanto, penurunan terjadi pada tingkat pertumbuhan pendapatan dari pengujian kendaraan bermotor setiap tahunnya, akan tetapi bukan pada nilai retribusinya. Hal itu disebabkan tingkat pertumbuhan kendaraan bermotor wajib uji (KBWU) juga menurun. Bupati menguraikan, tingkat pertumbuhan KBWU pada 2001 9,54%, 2002 turun menjadi 5,6%, 2003 turun lagi menjadi 3,54%, 2004 (2,92%), sedangkan 2005 diperkirakan hanya 1,99%.
Data yang disodorkan oleh Bupati Kabupaten Klaten Haryanto tersebut diperkuat oleh pamdangan dari Dinas Perhubungan, yang mengemukakan bahwa meningkatnya kesejahteraan masyarakat saat ini

mengakibatkan peningkatan daya beli masyarakat terhadap kendaraan pribadi, yang secara langsung mengakibatkan penurunan kebutuhan masyarakat terhadap angkutan umum. Kondisi ini mengakibatkan penurunan potensi bisnis yang berbasis pada sarana transportasi umum, yang berdampak pada mula terjadinya perubahan pola kegiatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Klaten, yaitu dari sektor transportasi menunju sektor lainnya. Dengan demikian, maka akibatnya adalah tergadinya penurunan kecepatan pertumbuhan Kendaraan Bermotor Wajib Uji. Sementara itu, penurunan yang terjadi masih hanya berkisar pada kecepatan pertumbuhannya, oleh karena pada dasarnya masih terdapat sebagian kecil masyarakat yang menganggap bahwa tetap masih terbuka potensi bisnis transportasi umum di Kabupaten Klaten. Hal ini mengakibatkan tidak sampai terjadinya penurunan retribusi Kendaraan Bermotor Wajib Uji (KBWU).
Kondisi peningkatan penerimaan retribusi pengujian kendaraan bermotor di Kabupaten Klaten dan penurunan pertumbuhan penerimaan retribusi tersebut menjadi dasar dan alasan bagi dilakukannnya penelitian ini, yaitu dengan judul “IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLATEN NOMOR 31 TAHUN 2001 TENTANG RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR”. Baca Selengkapnya...

Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VI Dengan Model Pembelajaran Quantum Teaching Sekolah Dasar Negeri ... (Skripsi PTK)

ABSTRAK

Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VI Dengan Model Pembelajaran Quantum Teaching Sekolah Dasar Negeri...., 2009. Skripsi S1


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tuntutan peningkatan kualitas satuan pendidikan pasca kebijakan desentralisasi pendidikan yang dikembangkan di Indonesia. Model Quantum Teaching merupakan model pembelajaran modern baru yang memiliki berbagai kelebihan yang menguntungkan proses pembelajaran. 

Penelitian bertujuan untuk: 1) Mengetahui proses pelaksanaan model pembelajaran Quantum Teaching untuk siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri ... pada bidang studi IPA, 2) Mengetahui prestasi belajar siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri ... selama proses pelaksanaan model pembelajaran Quantum Teaching.

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK)  yang menggunakan prosedur dua siklus. Metode penelitian adalah kuantitatif yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah signifikansi peningkatan prestasi siswa dalam pelaksanaan model QuantumTeacing. Metode kuantitatif yang digunakan adalah dengan statistik uji t (t-test). Pengambilan data dilakukan dengan populatif sampling yaitu menjadikan semua anggota populasi sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi,dan test pengukuran prestasi belajar siswa.

Hasil penelitian adalah: 1) Pelaksanaan quantum teaching dilakukan dengan langkah-langkah a) Penerapan asas TANDUR, b) Pelaksanan prinsip AMBAK, c) mengorkestrasi konteks yang dilakukan dengan (1) Menciptakan suasana memberdayakan dan (2) Menciptakan lingkungan yang mendukung, d) Mengorkestrasi rancangan yang dilakukan dengan (1) Optimalisasi modalitas V-A-K, dan (2) segmentasi materi, e) Mengorkestrasi isi yang dilakukan dengan (1) Presentasi yang prima dan (2) Fasilitasi yang elegan; 2) Terdapat peningkatan prestasi belajar yang signifikan pada signifikansi 5% dibandingkan dengan saat dilaksanakannya pembelajaran dengan model ekspositori. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t hasil perhitungan dengan t-test sebesar 16,673 yang lebih besar dari niali t tabel yaitu sebesar 2,45.
Kata Kunci: prestasi belajar, model Quantum Teaching.


Baca Selengkapnya...

Senin, 12 Desember 2011

OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE GOAL PROGRAMING. TUGAS AKHIR S1 (SKRIPSI) TEKNIK INDUSTRI

OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE GOAL PROGRAMING. TUGAS AKHIR S1 (SKRIPSI) TEKNIK INDUSTRI

ABSTRAK


Perusahaan memiliki sumber daya yang terbatas dan berbagai sasaran (multipurpose) yang ingin dicapai.  Sasaran yang ingin dicapai adalah memaksimalkan volume produksi untuk memenuhi jumlah permintan,  memaksimalkan pendapatan penjualan, meminimalkan biaya produksi, dan meminimalkan biaya kualitas. 

Untuk  memaksimalkan volume produksi agar dapat memenuhi jumlah permintaan perusahaan harus membuat perencanaan produksi yang optimal. Peramalan (forecasting) merupakan teknik yang dapat digunakan untuk menentukan volume produksi. Dengan peramalan dapat diketahui jumlah volume produksi yang optimal. Untuk sasaran yang lain dapat menggunakan metode goal programming. Metode ini merupakan  pengembangan dari linier programming. Metode ini digunakan untuk mengoptimalkan sumber daya yang terbatas dengan berbagai sasaran (multi purpose) yang ingin dicapai perusahaan. 

Hasil optimasi dilakukan dengan software WinQsb. Jumlah volume produksi optimal secara berturut-turut adalah pada periode Oktober Kaos Oblong 1887 pcs, Kaos Polo 107 pcs dan Jumper 101 pcs. Pada  periode November Kaos Oblong 1890 pcs, Kaos Polo 107 pcs, Jumper 101 pcs. Pada periode Desember Kaos oblong 1892 pcs, Kaos Polo 107 pcs, Jumper 101 pcs. 

Kata kunci: Multi Purpose, Peramalan (forecasting), Goal Programming.
Baca Selengkapnya...

Senin, 05 Desember 2011

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI MENGIKUTI PELATIHAN DAN PERAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI ORIENTASI PEMBELAJARAN. TESIS S2

TESIS MAGISTER MANAGEMENT:
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI MENGIKUTI PELATIHAN DAN PERAN KEPEMIMPINAN
TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI ORIENTASI PEMBELAJARA
N

ABSTRAK


Penelitian menganalisis pengaruh motivasi mengikuti pelatihan dan peran kepemimpinan terhadap kinerja karyawan melalui orientasi pembelajaran. Permasalahan penelitian yang dajukan sepenuhnya merujuk pada research problem yaitu: terdapat kecenderungan penurunan realisasi penerimaan atas rencana penerimaan pajak dari Tahun 2001-2003. Pencapaian penerimaan Kantor Pelayanan Pajak Pekalongan belum optimal. Research gap berasal dari penelitian terdahulu (Olian & Durham,1996,p.20-21);(Ostraker,1999,p.73);(Sujan,1994,p.45);(Kahli,1998,p.271). 

Variabel dan indikator penelitian juga didasarkan pada penelitian terdahulu untuk menjawab permasalahan tentang bagimana pengaruh motivasi mengikuti pelatihan dan peran kepemimpinan terhadap orentasi pembelajaran. Dan mengkaji lebih lanjut pengaruh motivasi mengikuti pelatihan dan peran kepemimpinan terhadap kinerja karyawan. Serta riset atas pengaruh orientasi pembelajaran terhadap kinerja karyawan. Telaah pustaka disusun merujuk pada teori motivasi dan aplikasi teori dimaksudkan untuk menerangkan kaitan antara tindakan manaemen dan pengaruhnya terhadap motivasi dan kinerja karyawan. Kemudian penelitian merujuk pada Teori kontrol pada orientasi pemimpin memberi kesan bahwa peran kepemimpinan memberikan feedback yang dipergunakan untuk tujuan menjaga perilaku seseorang yang diarahkan ketujuan.
Sebuah model telah dikembangkan dan lima hipotesis telah dirumuskan untuk menjawab masalah penelitian. 
Teknik pengambilan sampel metode sensus sampling. Responden berjumlah 114 karyawan Kantor Pelayanan Pajak Pekalongan. Alat analisa data yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM) pada program AMOS 4.01.

Hasil analisis data penelitian menunjukkan model dan hasil penelitian dapat diterima dengan baik dan membuktikan bahwa pengaruh motivasi mengikuti pelatihan dan peran kepemimpinan terhadap orientasi pembelajaran terbukti secara signifikan berpengaruh positif. Pengaruh motivasi mengikuti pelatihan dan peran kepemimpinan terbukti secara dignifikan berpengaruh positif bagi peningkatan kinerja karyawan. Pengaruh orientasi pembelajaran secara signifikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan.

Implikasi manajerial yang dirujuk sebagai prioritas implikasi strategi dan manajerial perusahaan harus berbasis peran pengawas pada langkah-langkah implikasi sebagai berikut: Peran pemimpin harus benar-benar menjadi seorang sosok yang mumpuni (berwawasan dan berpikir terbuka, serta cerdas). Pemimpin harus dapat memberikan sebuah solusi atas setiap keluhan dan persoalan karyawan. 

Kata Kunci: Motivasi Mengikuti Pelatihan, Peran Kepemimpinan, Orientasi Pembelajaran dan Kinerja Karyawan
Baca Selengkapnya...

PROGRAM PELATIHAN MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DLM IMPLEMENTASI PENGAJARAN DIFFERENTIATED INSTRUCTION DI KELAS INKLUSI. (TESIS S2)

(Tesis tentang Analisis Sebuah Program Pelatihan Untuk Meningkatkan Kemampuan Pengajaran Differentiated instruction Guru Kelas 4, 5 dan 6 SD Gagas Ceria pada Kelas Inklusi yang Terdapat Siswa Gifted, ADHD, dan Disleksia).

ABSTRAK

 Penelitian ini bermaksud untuk menemukan modul pelatihan yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan guru SD .... mengajar siswa dengan kebutuhan belajar beragam yang terdapat di kelas inklusi. Beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menyebutkan bahwa differentiated instruction adalah pengajaran yang paling sesuai untuk siswa di kelas inklusi dapat mencapai tujuan belajar yang sama seperti yang diharapkan oleh SD ....

Kemampuan pengajaran differentiated instruction merupakan hal yang dapat dilatih dan ditingkatkan. Salah satu tipe pembelajaran adalah melalui bentuk pelatihan. Hasil akhir pembelajaran yang ditujukan dalam penelitian ini adalah sampai tahap kognitif level aplikasi. Materi pelatihan disusun berdasarkan hasil analisa kebutuhan berkaitan dengan kondisi yang perlu ditingkatkan pada prinsip-prinsip dasar differentiated instruction subjek penelitian, dan disampaikan melalui tahapan aktivitas instruksional Gagne. 
Penelitian ini termasuk penelitian field experimental, yaitu kajian penelitian dalam situasi nyata dengan memanipulasi satu variabel bebas dan dengan mengontrol secara cermat kondisi yang mungkin timbul dalam suatu situasi. Rancangan penelitian adalah Single Group Pre-Test – Post-Test Design (Before-After), dengan melakukan pengukuran dua kali sebelum dan dua kali sesudah pemberian treatment berupa pelatihan. Uji statistik yang digunakan adalah uji Paired Sample T-Test dan yang menjadi subjek penelitian adalah target populasi, yaitu guru yang memiliki kemampuan differentiated instruction pada tingkat 1(pemula/below basic) dan 2(dasar/basic).

Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengajaran differentiated instruction subjek penelitian sebelum dan sesudah diberikan pelatihan (dengan taraf signifikasi 95%). Peningkatan terjadi pada kelima prinsip dasar differentiated instruction, yaitu: learning community, curriculum, formative assessment, iinstructional arrangement, respectful tasks. Hal ini menunjukkan bahwa subjek penelitian sudah lebih mampu untuk melakukan pengajaran yang efektif untuk siswa di kelas inklusi dapat mencapai tujuan belajar yang sama melalui menciptakan lingkungan belajar yang positif, menetapkan tujuan belajar yang spesifik dan pengajaran yang berkesinambungan untuk siswa dapat mencapai tujuan belajar, melakukan penilaian secara terus menerus mengenai kebutuhan belajar siswa, melakukan metode pengajaran yang variatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa, serta memberikan tugas yang memberikan tantangan optimal bagi siswa.

Di akhir penelitian ada beberapa saran yang diajukan, baik dalam bentuk teoritis maupun praktis, berkaitan dengan penelitian selanjutnya dan hal-hal yang mendukung pengembangan pengajaran dan pembelajaran bagi kelas inklusi.

Kata kunci: Inklusi, Guru, Pengajaran, Differentiated instruction.
Baca Selengkapnya...

Senin, 25 Juli 2011

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TERPADU SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS VIII SMP.... PTK kenaikan pangkat / serivikasi

ABSTRAK

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TERPADU KETERHUBUNGAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PEDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN) KELAS VIII SMP ... TAHUN 2009/2010. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pembelajaran terpadu keterhubungan dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan kelas VIII SMP ...  Surakarta tahun 2009/2010.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) atau classroom action research. Sumber data yang digunakan adalah informan, dokumen, serta tempat dan peristiwa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, analisis dokumen dan perekaman. Validitas data dilakukan dengan cara trianggulasi.. Prosedur penelitian dengan langkah-langkah sebagai berikut : (1) perencanaan tindakan (planning), (2) pelaksanaan tindakan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting). Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif yang mempunyai empat komponen, yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.

Hasil penelitian ini adalah hasil penelitian ini adalah bahwa terjadi peningkatan keaktifan yang signifikan dari pada kondisi awal. Kondisi awal yang menghasilkan keaktifan yang tinggi yang sedikit diperbaiki dengan adanya tindakan yang dilakukan pada siklus I dan disempurnakan pada siklus II. Dari hasil kondisi awal prestasi siswa dapat dililhat siswa yang tuntas belajar sebanyak 8 siswa, hal itu besar presentasenya adalah 33,33%. Pada siklus 1 siswa yang tuntas belajar sebanyak 13 siswa atau sebesar 54,17%. Sedangkan pada siklus 2 siswa yang tuntas belajar sebesar 19 siswa atau 79,19 %, hal itu menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap prestasi siswa setelah pengunaan pembelajaran terpadu. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran terpadu dapat meningkatkan prestasi belajar PKn pada siswa kelas VIII A SMP ... tahun ajaran 2009/2010.

(Tersedia file lengkap dari TA (tugas akhir), skripsi, tesis, PTK, PTS, jurnal tentang pendidikan. Skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian tindakan sekolah (PTS) lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Keyword:
Penelitian tindakan kelas, PTK, PTK kenaikan pangkat, PTK sertivikasi, penelitian PTK, penelitian tindakan kelas (PTK) PKN, pendidikan kewarganegaraan, PTK model pembelajaran, penelitian tindakan kelas model pembelajaran, PTK model pembelajaran terpadu keterhubungan, penelitian tindakan kelas model pembelajaran terpdu keterhubungan, prestasi, prestasi belajar, prestasi belajar PKN, prestasi belajar siswa SMP, siswa SMP, siswa sekolah menengah pertama, PTK PKN SMP.
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 16 Juli 2011

KAJIAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT: ANALISIS RELATIONSHIP MARKETING ANTARA PETERNAKAN PAMULIHAN FARM DENGAN PEMASOK DAN PELANGGANNYA

KAJIAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT: ANALISIS RELATIONSHIP MARKETING ANTARA  PETERNAKAN PAMULIHAN FARM DENGAN PEMASOK DAN PELANGGANNYA


ABSTRAK


Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki potensi tinggi pada sektor pertanian. Pertanian secara luas mencakup perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan. Saat ini, peternakan telah menyumbang produk domestik negara terbesar setelah sektor industri dan perdagangan yaitu sekitar 15,38 persen (Badan Pusat Statistik 2005). Kebutuhan terhadap hasil produk peternakan semakin meningkat dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap sumber protein hewani. Salah satu sumber protein hewani
yang sangat digemari adalah telur ayam ras. Menurut Badan Pusat Statistik (2007) permintaan telur ayam ras di Indonesia yaitu sekitar 5-7 kg perkapita pertahun, sedangkan ketersediaanya hanya sekitar 5-5,6 kg perkapita pertahun.

Permintaan telur ayam ras yang masih belum terpenuhi tersebut merupakan peluang bagi para peternak atau produsen telur ayam ras untuk bersaing dan memperluas usahanya. Pamulihan Farm merupakan salah satu peternakan ayam ras petelur yang juga harus bersaing dengan peternakan lainnya untuk mendapatkan produk yang berkualitas, kuantitas yang tepat, kondisi yang tepat, waktu yang tepat dengan harga bersaing. Salah satu strategi bisnis yang dapat dilakukan oleh Pamulihan Farm yaitu supply chain management dengan mengkoordinasikan seluruh kegiatan dari hulu hingga ke hilir. Tetapi, untuk melakukan suatu supply chain management yang efektif maka Pamulihan Farm harus mampu memiliki relationship marketing yang baik dengan mitra bisnisnya yaitu pemasok dan pelanggannya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini
adalah (1) Mengidentifikasi dan menganalisis relationship marketing yang terjadi antara peternakan Pamulihan Farm dengan pemasok dan pelanggannya, (2) Mengidentifikasi dan menganalisis penerapan supply chain management pada peternakan Pamulihan Farm.

Penelitian ini dilaksanakan di peternakan ayam ras petelur Pamulihan Farm dan para mitra bisnisnya. Peternakan ini terletak di Desa Pamulihan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.  Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Maret hingga pertengahan April. Respoden dalam penelitian ini adalah Pamulihan Farm, delapan pemasok utama sarana produksi ternak (PT. Sumber Multivita (SM), PT. Multibredder Adirama Indonesia (MBAI), PT. Indovetraco Makmur Abadi (IMA), PT. Surya Hidup Satwa (SHS), PT. Swadeshi Candrasentosa (SCS), PT. Charoen Pokphand (CP), PT. Missauri (MIS), PT. Gold Coin (GC) dan Sembilan pelanggan (Surya Mart, Sukanta Market, Alfamart, Agen Pasar Cilimus, Pasar Cikijing, Pasar Talaga, Pasar Ciawi Gebang, Pasar Baru Kuningan dan Pasar Kepuh) Pamulihan Farm. 
Penelitian ini menggunakan analisis deskripstif kualitatif yang disertai dengan kuantitatif yang menggunakan penghitungan skala Likert. Analisis penerapan supply chain management dilakukan berdasarkan konsep The Six Key Principles Of Supply Chain Management.

Relationship marketing Pamulihan Farm dengan pelanggan dan pemasoknya dipengaruhi oleh tigkat kepercayaan dan komitmen diantara mereka yang kemudian terdiri dari tiga level kecenderungan yaitu level kooperatif, level koordinatif dan level kolaboratif ( Morgan dan Hunt 1994), Spekman (1998). Level kooperatif merupakan level terendah dari relationship marketing dan level kolaboraitf merupakan level tertinggi. Pada level kooperatif hubungan yang terjadi masih sangat transactional tanpa ada ikatan yang lebih kuat. Pada level koordinatif telah terjadi suatu hubungan yang erat dan adanya sikap untuk saling
memuaskan mitranya dengan prioritas utama kepada mitranya tersebut. Sedangkan, level kolaboratif adalah level yang jarang terjadi dimana antar mitra bisnis tersebut. Hal tersebut dikarenakan level kolaboratif membutuhkan komitmen dan kepercayaan yang sangat kuat, aliran informasi sangat terbuka dan mitra bisnisnya ikut serta dalam segala hal perencanaan dan pengambilan keputusan dari mitra bisnisnya.

Berdasarkan penelitian ini maka saat ini tiga pemasok Pamulihan Farm yaitu PT IMA, PT MIS dan PT SCS berada pada level kooperatif sedangkan sebagian besar pemasok Pamulihan Farm telah memiliki level relationship  markerting yang cukup tinggi pada level koordinatif yaitu PT GC, PT SM, PT MBAI, PT SHS dan PT CP. Pelanggan dari Pamulihan Farm sebagian besar pun telah memiliki level kecenderungan tinggi pada level koordinatif yaitu Surya Mart, Sukanta Market, Pasar Baru Kuningan, Pasar Kepuh, Pasar Ciawigebang. Sedangkan sebagian kecil dari pelanggan Pamulihan Farm masih berada pada level kooperatif yaitu Pasar Cilimus, Pasar Cikijing, Pasar Talaga dan Alfamart. Saat ini, Pamulihan Farm telah mulai melaksanakan keenam prinsip supply chain management yaitu fokus pada pelanggan, shared value yang adil yang ditunjukan dengan margin pemasaran yang efektif, memiliki hubungan baik dengan mitranya, memiliki manajemen mutu yang baik, memiliki sistem logistik yang cukup efektif dan efisien, serta aliran informasi yang baik.

Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) Pemasok Pamulihan Farm sebagian besar telah memiliki keeratan yang kuat dengan Pamulihan Farm, (2) Pelanggan Pamulihan Farm telah memiliki keeratan yang kuat dengan Pamuliha Farm, (3) Pindahnya pemasok ke pelanggan lain bisa disebabkan oleh rendahnya pasokan yang dipasok pemasok tersebut dan banyaknya pelanggan potensial lainnya di wilayah pemasok, (4) Faktor dominan yang menyebabkan adanya perbedaan level relationship marketing pada pemasok Pamulihan Farm adalah jumlah pasokan, manfaat yang diperoleh, komunikasi yang terjalin, kekuatan kesepakatan, dan banyak atau tidaknya pemasok alternatif lainnya, (5) Faktor dominan yang menyebabkan adanya perbedaan relationship marketing pada pelanggan Pamulihan Farm adalah jumlah pasokan, manfaat yang diperoleh, komunikasi yang terjalin dan posisi Pamulihan Farm sebagai pemasok utama atau bukan dimata  pelanggannya, (6) Pamulihan Farm telah cukup efektif dalaam melaksanakan supply chain management saat ini.

(Tersedia file lengkap dari TA (tugas akhir), skripsi, tesis, PTK, PTS, jurnal tentang pendidikan. Skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian tindakan sekolah (PTS) lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Keyword:
skripsi, skripsi s1, skripsi kajian suplai chain management,  skripsi manajemen rantai pasokan, skripsi kajian manajemen rantai pemasok, skripsi kajian suplay chain management, skripsi kajian suplay chain management dengan analisis relationship marketing,  skripsi manajemen peternakan pemulihan farm, skripsi manajemen S1, skripsi manajemen rantai pasokan analisis relationship marketting, analisis relationship marketing, Analisis
Relationship Management antara Peternakan Pamulihan Farm dengan Pemasok dan Pelanggannya.
Baca Selengkapnya...

PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI PENJADWALAN PROSES PRODUKSI BUKU TULIS PADA JALUR MESIN 321 DI PT. SOLO MURNI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN DRUM-BUFFER-ROPE (DBR)

PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI PENJADWALAN PROSES PRODUKSI BUKU TULIS PADA JALUR MESIN 321 DI PT XXX  DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN DRUM-BUFFER-ROPE (DBR)


BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang Penelitian

Bottleneck dalam sistem penjadwalan produksi merupakan suatu sumber daya terbatas yang terdapat pada sistem sehingga dapat mempengaruhi penjadwalan produksi (Sipper dan Bulfin, 1997). Permasalahan bottleneck ini sering terjadi di perusahaan. Hal ini bisa terjadi karena adanya mesin yang memiliki kapasitas terbatas, pekerja atau karyawan yang terbatas jumlahnya, adanya kebijakan (policy) untuk tidak diperbolehkan lembur ataupun karena permintaan pasar yang kurang dari kapasitas produksi (Sipper dan Bulfin, 1997).

Bottleneck harus segera diatasi agar perusahaan memiliki daya kompetisi yang baik di era persaingan bisnis saat ini yang semakin menggila. Hal diatas juga terjadi di PT. Solo Murni sebagai perusahaan percetakan
yang menghasilkan produk stationary dengan kualitas ”Take The Best” atau ”Pilihan Terbaik”. Bottleneck yang terjadi di sana karena adanya stasiun kerja Vurnish Cover yang memiliki kapasitas paling rendah dari stasiun kerja yang lainnya. Akibatnya, di stasiun kerja tersebut terjadi penumpukan work in process (WIP) kertas. Penumpukan WIP kertas di lantai produksi ini, akan menimbulkan masalah kerusakan pada kertas karena ditumpuk terlalu lama, sehingga perlu dilakukan pengaturan agar masalah ini dapat teratasi. Salah satu cara pengaturan tersebut dengan melakukan penjadwalan produksi yang tepat dan akurat dengan memperhatikan aliran proses dan kapasitas yang tersedia. Jadwal produksi tersebut dibuat oleh bagian Departemen PPIC PT. Solo Murni. Produk di PT. Solo Murni dikelompokkan menjadi enam golongan yaitu
school supplies, office supplies, writing papers, envelopes, gift wrapping set, dan others. Produk andalannya adalah produk buku tulis yang termasuk golongan school supplies. Produk buku tulis ini merupakan produk yang repetitive, yaitu tidak melibatkan unsur perancangan dalam proses manufaktur dan pemesanan model yang sama dimungkinkan terjadi dalam waktu singkat (PT. Solo Murni, 2009).

Pada proses produksi buku tulis (school supplies) tersebut dibagi menjadi dua jalur produksi yaitu jalur mesin 321 (melalui mesin jahit kawat miller martini) dan jalur tebalan (melalui mesin jahit benang dan mesin monoblok) (PT. Solo Murni, 2009). Diantara kedua jalur tersebut, pada jalur mesin 321 itu yang terjadi penumpukan work in process (WIP) kertas. Oleh karena itu maka pada jalur mesin 321 ini dilakukan pengaturan agar masalah yang terjadi di jalur tersebut dapat diatasi.

Selama ini metode penjadwalan yang digunakan adalah forward scheduling (PT. Solo Murni, 2009). Metode forward scheduling yaitu penjadwalan produksi dilakukan mulai dari stasiun kerja awal berurut-urut hingga stasiun kerja akhir. Penjadwalan di perusahaan dilakukan dengan menjadwalkan order-order yang masuk yang diperhitungkan per bagian kerja sesuai target perminggu. Bagian-bagian tersebut adalah bagian D303 untuk proses cetak isi, cetak cover, vurnish cover dan embosst cover; bagian D304 untuk proses lipat isi dan potong cover; dan bagian D305 untuk proses mesin 321. Karena penjadwalan dihitung perbagian kerja sesuai target per minggu, maka menyebabkan hasil penjadwalan tidak rinci padahal dalam bagian kerja tersebut terdapat beberapa proses yang dilakukan. Selain itu juga menimbulkan flowtime penyelesaian order
yang besar. Untuk mengatur hal tersebut, maka perlu metode yang dapat meminimasi mean flowtime order pada penjadwalan produksi buku tulisnya.

Seperti pernyataan Baker (1974) bahwa meminimasi mean flowtime berarti juga akan meminimasi WIP. Selain mengendalikan WIP, untuk mengatur penjadwalan produksi buku tulis dengan sistem bottleneck juga diperlukan suatu metode penjadwalan produksi yang mampu mengatur hal tersebut di lantai produksi. Penjadwalan produksi dengan sistem bottleneck untuk produk buku tulis yang melewati jalur mesin 321 dapat dipecahkan dengan pendekatan Drum-Buffer-Rope (DBR) (Sipper dan Bulfin, 1997). Penjadwalan produksi buku tulis dengan pendekatan DBR ini digunakan karena pendekatan tersebut mengakomodasi keberadaan SKB dan menjadikannya sebagai titik kontrol dalam penjadwalan produksi. Dalam pendekatan DBR ini, penjadwalan produksi buku tulis yang pertama dilakukan di SKB dahulu, selanjutnya untuk stasiun kerja sebelum SKB (SK non-bottleneck upstream) dan stasiun kerja sesudah SKB (SK non-bottleneck downstream) dijadwalkan sesuai dengan jadwal di SKB.

Penjadwalan produksi pada SKNB upstream menggunakan backward scheduling dan SKNB downstream menggunakan forward scheduling. Untuk menerapkan penjadwalan produksi buku tulis maka dibutuhkan suatu program aplikasi penjadwalan produksi yang dapat membantu Departemen PPIC di PT. Solo Murni. Program aplikasi bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses penjadwalan produksi buku tulis, karena penjadwalan produksi dengan DBR ini sulit untuk diterapkan secara manual. Program aplikasi tersebut dibuat menggunakan rancangan model penjadwalan produksi buku tulis di jalur mesin 321 dengan menggunakan pendekatan DBR.

1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang membahas bahwa proses produksi buku tulis pada jalur mesin 321 terdapat bottleneck di stasiun kerja Vurnish, selanjutnya penelitian ini akan difokuskan pada permasalahan bagaimana merancang suatu program aplikasi yang dapat membantu dalam penjadwalan produksi buku tulis
jalur mesin 321 PT. Solo Murni dengan menggunakan pendekatan Drum-Buffer-Rope.

1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Merancang algoritma penjadwalan produksi buku tulis yang melewati jalur mesin 321 dengan menggunakan pendekatan DBR untuk meminimasi bottleneck yang terjadi jalur tersebut.
2. Membuat program aplikasi penjadwalan produksi yang dapat membantu proses penjadwalan produksi buku tulis jalur mesin 321 PT. Solo Murni dengan menggunakan pendekatan DBR.


(Tersedia file lengkap dari TA (tugas akhir), skripsi, tesis, PTK, PTS, jurnal tentang pendidikan. Skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian tindakan sekolah (PTS) lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Keyword:
skripsi, skripsi manajemen, skripsi manajemen produksi, skripsi manajemen aplikasi penjadwalan produksi, skripsi PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI PENJADWALAN PROSES PRODUKSI BUKU TULIS PADA JALUR MESIN 321 DI PT XXX  DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN DRUM-BUFFER-ROPE (DBR), skripsi manajemen produksi DBR drum buffer rope, skripsi aplikasi penjadwalan pada manajemen produksi dengan DBR drum buffer rope.
Baca Selengkapnya...

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP TRUST DAN COMMITMENT DALAM SUPPLIER RELATIONSHIP PADA PERUSAHAAN PROPERTI DI KOTAMADYA SURAKARTA. Skripsi Manajemen S1

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP TRUST DAN COMMITMENT DALAM SUPPLIER RELATIONSHIP PADA PERUSAHAAN PROPERTI DI KOTAMADYA SURAKARTA. Skripsi Manajemen S1


ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bukti empiris faktorfaktor yang berpengaruh pada  kepercayaan (trust) dan komitmen (commitment) perusahaan dalam suatu hubungan dengan pemasok bahan baku (semen) dalam industri properti di wilayah kotamadya Surakarta.

Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan verifikatif. Penelitian deskriptif dilakukan untuk memperoleh deskripsi atau gambaran secara cermat mengenai fakta-fakta yang berkaitan dengan perusahaan properti di Kotamadya Surakarta. Penelitian verifikatif dilakukan untuk menghasilkan informasi ilmiah melalui pengujian hipotesis. Metode penelitian yang digunakan adalah survey, dimana survey akan dilakukan pada perusahaanperusahaan properti yang berada di Kotamadya Surakarta dengan menggunakan
kuesioner untuk memperoleh data penelitian yang kemudian akan diolah untuk mendapatkan hasil apakah variabel adaptation; relationship termination cost; shared values; communication; opportunistic behavior; satisfaction; cooperation; reputation berpengaruh signifikan terhadap trust dan commitment dalam supplier
relationship pada perusahaan properti di Kotamadya Surakarta. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah sebanyak 33 perusahaan properti. 
 
Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa secara simultan variabel adaptation; relationship termination cost; shared values; communication; opportunistic behavior; satisfaction; cooperation; reputation berpengaruh signifikan terhadap trust dan commitment. Akan tetapi secara parsial hanya variabel adaptation, shared values dan reputation yang berpengaruh pada trust, sedangkan untuk commitment hanya shared values, communication dan reputation yang berpengaruh.

(Tersedia file lengkap dari TA (tugas akhir), skripsi, tesis, PTK, PTS, jurnal tentang pendidikan. Skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian tindakan sekolah (PTS) lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Keyword:
Trust, Commitment, Supplier Relationship, skripsi, skripsi S1, skripsi manajemen, skripsi suplier relationship, skripsi manajemen faktor-faktor yang berpengaruh terhadap trust dalam suplier relationship  pada perusahaan properti, skripsi properti, skripsi manajemen properti, skripsimanajemen  perusahaan properti, skripsi trust dan commintment management, skripsi suplier relationship, skripsi suplier chain (scm), skripsi manajemen suplier chain (SCM), skripsi suplier chain management.
  Baca Selengkapnya...

ANALISIS BIAYA - VOLUME - LABA SEBAGAI ALAT BANTU PERENCANAAN LABA ( STUDI KASUS PADA “XXXX” HOTEL YOGYAKARTA ). Skripsi akuntansi manajemen S1

ANALISIS BIAYA - VOLUME - LABA SEBAGAI ALAT BANTU PERENCANAAN LABA ( STUDI KASUS PADA “XXX” HOTEL YOGYAKARTA ). Skripsi Akuntansi Manajemen S1.


ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui break even point operasional kamar hotel pada tahun 2003 – 2005, untuk mengetahui jumlah volume penjualan kamar hotel pada tingkat laba yang direncanakan, untuk mengetahui berapa tingkat margin of safety pada tahun yang dijadikan obyek penelitian. Data yang digunakan berasal dari hasil studi pustaka, observasi dan wawancara pada obyek penelitian.

Obyek penelitian dilakukan pada “Quality” Hotel Yogyakarta dengan menggunakan data operasional penjulan kamar pada tahun 2003 – 2005. Untuk menentukan Break Even Point, Perencanaan Laba dan Margin of Safety pada tahun yang diteliti. Penelitian data menggunakan program bantuan Microsoft Excel 2003 untuk melakukan pemisahan biaya semi variabel menjadi biaya tetap dan biaya variabel.

(Tersedia file lengkap dari TA (tugas akhir), skripsi, tesis, PTK, PTS, jurnal tentang pendidikan. Skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian tindakan sekolah (PTS) lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Keyword: 
skripsi, skripsi S1, skripsi manajemen akuntansi, skripsi akuntansi manajemen, skripsi analisis biaya volume laba, skripsi akuntansi manajemen analisis biaya volume laba, analisis biaya volume laba, akuntansi biaya volume laba, manajemen akuntansi biaya volume laba pada hotel, skripsi akuntansi manajemen hotel, skripsi manajemen akuntasi hotel, skripsi analisis biaya volume laba pada hotel. Baca Selengkapnya...

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN REMEDIAL. Skripsi S1 Pendidikan

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN REMEDIAL SISWA KELAS VI SDN ………………  Skripsi S1 Pendidikan


ABSTRAK

Penelitian I ni bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar matematika dengan pembelajaran  remedial pada siswa kelas SDN …………… Tahun Pelajaran 2004/2005. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode tindakan kelas, sedangkan strategi yang digunakan adalah model siklus dengan langkah – langkah menyusun rencana, mengadakan tindakan, pengamatan dan mengadakan perencanaan. Dalam  penelitian ini tidak menggunakan teknik sampling karena samplingnya semua siswa yang mengalami kesulita belajar Matematika paa kelas SDN ………… Tahun Pelajaran 2004/2005. yaitu siswa yang nilainya di bawah nilai rata – rata kelas, yang berjumlah 3 siswa. Teknik pengumpulan data dengan wawancara,  observasi langsung dan tes analisis data adalah dengan analisis terarah dengan langkah – langkah langsung dan tes analisis data kesimpulan.

Dari keseluruhan putaran siklus yang telah dilakukan dapat disimpukan, bahwa guru kelas mampu  meningkatkan prestasi belajar Matematika melalui pembelajaran remidian siswa kelas VI SDN  …………Tahun Pelajaran 2004/2005. Dai keseluruhan putaran siklus yang telah dilakukan, dapat  disimpulkan bahwa guru kelas mampu meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas VI SDN  ……….., melalui pembelajaran Remidial, Tahun Pelajaran 2004/2005.

(Tersedia file lengkap dari TA (tugas akhir), skripsi, tesis, PTK, PTS, jurnal tentang pendidikan. Skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian tindakan sekolah (PTS) lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Keyword: 
Skripsi, skripsi S1, Skripsi pendidikan, skripsi pendidikan matematika, skripsi pendidikan matematika pembelajaran remedial, skripsi pembelajaran remedial, skripsi matematika remedial, skripsi model pembelajaran matematika, skripsi metode pembelajaran matematika, skripsi strategi pembelajaran matematika, skrispi model pembelajaran remedial, skripsi metode pembelajaran remedial matematika, skripsi strategi pembelajaran remedial matematika.
Baca Selengkapnya...

Kamis, 14 Juli 2011

PEMBUATAN MODEL PERMUKAAN DIGITAL DARI SUMBER CITRA ASTER SECARA SEMI OTOMATIS. Skripsi Teknik Geodesi S1.

PEMBUATAN MODEL PERMUKAAN DIGITAL DARI SUMBER CITRA ASTER SECARA SEMI OTOMATIS. Skripsi Teknik Geodesi S1.

INTISARI


Perkembangan teknik fotogrametri ke arah sistem digital berjalan dengan cepat seiring dengan semakin majunya teknologi komputer. Demikian pula dengan perkembangan teknologi penginderaan jauh yang memberikan banyak inovasi baru dalam kaitannya dengan kegiatan pemetaan. Salah satunya ditandai dengan diluncurkannya satelit EOS-AM1/Terra yang memiliki sensor ASTER dengan kemampuan yang istimewa yaitu mengindera tempat yang sama dari dua posisi pencitraan dalam satu jalur orbit, sehingga didapatkan citra stereo. Dari pasangan citra stereo tersebut, dapat dibentuk model tiga dimensi dari permukaan daerah yang diindera.

Penelitian ini memanfaatkan prinsip paralaks untuk menentukan elevasi titiktitik pada citra ASTER dalam pembentukan model permukaan digital. Dalam menentukan elevasi hanya diperhatikan dua faktor, yaitu B/H ratio sebesar 0,6 dan beda paralaks tiap piksel. Untuk menentukan titik-titik yang bersesuaian pada dua buah citra, dilakukan proses image-matching secara otomatis dengan teknik korelasi silang. Untuk melaksanakan korelasi otomatis serta penghitungan model permukaan digital ini disusun sebuah program komputer dengan menggunakan perangkat lunak pemrograman Delphi 5.

Hasil utama yang didapat dari penelitian ini adalah sebuah model permukaan digital tergeoreferensi daerah Parengan, Tuban, Jawa Timur, berukuran 1132 piksel x 1131 piksel dengan resolusi spasial 15 meter secara horisontal dan 1 meter secara vertikal. Berdasarkan 150 buah titik sampel yang diambil dari titik-titik tinggi pada peta rupabumi didapatkan root mean square error (RMSE) pada komponen elevasi sebesar 8,8 meter atau setara dengan tingkat ketelitian sebesar 14,48 meter pada tingkat kepercayan 90%, sehingga memenuhi persyaratan ketelitian menurut United States National Map Accuracy Standards untuk keperluan pembuatan peta topografi dengan skala 1:100.000 atau lebih kecil lagi.

(Tersedia file lengkap dari TA (tugas akhir), skripsi, tesis, PTK, PTS, jurnal tentang pendidikan. Skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian tindakan sekolah (PTS) lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Keyword:  
skripsi, skripsi S1, skripsi teknik, skripsi teknik geodesi, teknik geodesi, judul, judul skripsi teknik geodesi, skripsi pembuatan model permukaan digitl, skripsi pembuatan model permukaan digital dari sumber citra aster secara otomatis,  skripsi model permukaan digital, skripsi citra aster, skripsi teknik geodesi citra aster, skripsi teknik geodesi permukaan digital, skripsi teknik geodesi citra aster permukaan digital, judul skripsi, judul skripsi teknik geodesi, skripsi teknik geodesi citra aster otomatis, skripsi teknik geodesi permukaan digital citra aster otomatis.
Baca Selengkapnya...

Senin, 11 Juli 2011

Kedudukan dan Fungsi Internal Auditor Pada PT ... Skripsi Ekonomi Akuntansi S1

Kedudukan dan Fungsi Internal Auditor Pada PT ... 

Skripsi Ekonomi Akuntansi S1


BAB I
PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Masalah
Perusahaan, baik milik negara maupun swasta sebagai suatu pelaku ekonomi tidak bisa lepas dari kondisi globalisasi ekonomi dewasa ini. Era globalisasi akan mempertajam persaingan-persaingan diantara perusahaan, sehingga perlu pemikiran yang makin kritis atas pemanfaatan secara optimal penggunaan berbagai sumber dana dan daya yang ada. Sebagai konsekuensi logis dari timbulnya persaingan yang semakin tajam, ada tiga kemungkinan yaitu mundur, bertahan atau tetap unggul dan bahkan semakin berkembang. Agar perusahaan dapat bertahan atau bahkan berkembang diperlukan upaya penyehatan dan penyempurnaan meliputi peningkatan produktivitas, efisiensi serta efektifitas pencapaian tujuan perusahaan. Menghadapi hal ini, berbagai kebijakan dan strategi terus diterapkan dan ditingkatkan. Kebijakan yang ditempuh manajemen antara lain meningkatkan pengawasan dalam perusahaan (internal control).
Dalam perusahaan, pelaksanaan pengawasan dapat dilaksanakan secara langsung oleh pemiliknya sendiri dan dapat pula melalui sistem internal control. Dengan semakin berkembangnya perusahaan maka kegiatan dan masalah yang dihadapi perusahaan semakin kompleks, sehigga semakin sulit bagi pihak pimpinan untuk melaksanakan pengawasan secara langsung terhadap seluruh aktivitas perusahaan. Dengan demikian maka dirasakan perlunya bantuan manajer-manajeryang profesional sesuai dengan bidang yang ada dalam organisasi misalnya bidang pemasaran, produksi, keuangan dan lain-lain. Perlu adanya struktur organisasi yang memadai, yang akan menciptakan suasana kerja yang sehat karena setiap staf bisa mengetahui dengan jelas dan pasti apa wewenang dan tanggung jawabnya serta dengan siapa ia bertanggung jawab. Selain itu, dengan bertambah besarnya perusahaan diperlukan suatu pengawasan yang lebih baik agar perusahaan dapat dikelola secara efektif. Salah satu sistem pengawasan yang baik adalah melalui sistem internal control.
Untuk menjaga agar sistem internal control ini benar-benar dapat dilaksanakan, maka sangat diperlukan adanya internal auditor atau bagian pemeriksaan intern. Fungsi pemeriksaan ini merupakan upaya tindakan pencegahan, penemuan penyimpangan-penyimpangan melalui pembinaan dan pemantauan internal control secara berkesinambungan. Bagian ini harus membuat suatu program yang sistematis dengan mengadakan observasi langsung, pemeriksaan dan penilaian atas pelaksanaan kebijakan pimpinan serta pengawasan sistem informasi akuntansi dan keuangan lainnya.
Agar fungsi pemeriksaan intern dapat berjalan dengan baik, maka seorang internal auditor haruslah orang yang benar-benar memahami prosedur audit yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan juga bagian ini harus memiliki kebebasan atau independensi yang cukup terhadap bagian yang diperiksa.
Dalam suatu perusahaan, internal auditor menilai apakah sistem pengawasan intern yang telah ditetapkan manajemen berjalan dengan baik dan efisien, apakah laporan keuangan menunjukkan posisi keuangan dan hasil usaha yang akurat sertasetiap bagian benar-benar melaksanakan kebijakan sesuai dengan rencana dan prosedur yang telah ditetapkan. Pemeriksaan intern memberikan informasi yang tepat dan objektif untuk membantu manajemen dalam mengambil keputusan sehingga dapat meningkatkan kemampuan manajemen dan mengurangi kemungkinan yang dapat merugikan perusahaan.
Melihat banyaknya sumbangan yang dapat diberikan oleh internal auditor kepada manajemen, maka penulis mencoba untuk melihat pentingnya peranan internal auditor untuk membantu manajemen dalam menjalankan kegiatan perusahaan. Maka penulis melakukan peninjauan dan penelitian pada PT. ... dengan judul ”Kedudukan dan Fungsi Internal Auditor Pada PT. .....”
B. Perumusan Masalah
Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan setiap perusahaan pada umumnya selalu menghadapi berbagai masalah. Adapun masalah yang dihadapi setiap perusahaan berbeda-beda tergantung pada ruang lingkup kegiatan perusahaan.
Berdasarkan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan pada PT. ..., maka penulis mencoba merumuskan beberapa permasalahan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut:
1. Apakah fungsi internal auditor pada PT. ... dapat berperan bagi tercapainya pemeriksaan intern yang baik?
2. Apakah kedudukan internal auditor pada perusahaan benar-benar independen sehingga dapat mencapai tujuan pemeriksaan yang objektif?

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dan kegunaan penulisan skripsi ini adalah:
1. Untuk mendapatkan gambaran nyata tentang fungsi dan kedudukan internal auditor dalam perusahaan kemudian membandingkan dengan teori-teori yang selama ini penulis terima dari perkuliahan dan sumber lainnya.
2. Dari perbandingan ini diajukan saran yang mungkin bagi pihak yang berkepentingan.
3. Untuk memenuhi tugas dan melengkapi persyaratan penyelesaian kuliah guna memperoleh gelar sarjana ekoomi pada Fakultas Ekonomi ....

(Tersedia file lengkap dari TA (tugas akhir), skripsi, tesis, PTK, PTS, jurnal tentang pendidikan. Skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian tindakan sekolah (PTS) lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Keyword:

Skripsi, skripsi akuntansi, skripsi akuntansi auditing, skripsi auditing, auditor, skripsi peranan auditor, skripsi akuntansi peranan auditor, skripsi ekonomi akuntansi, skripsi ekonomi akuntansi peranan auditor, skripsi ekonomi akuntansi peranan auditor pada perusahaan, skripsi, skripsi Kedudukan dan Fungsi Internal Auditor Pada PT.... 
Baca Selengkapnya...

Anak Putus Sekolah dan Cara pembinaannya. Skripsi Pendidikan S1

ABSTRAK

Anak Putus Sekolah dan Cara pembinaannya. Skripsi Pendidikan S1



Putus sekolah bukan merupakan salah satu permasalahan pendidikan yang tak pernah berakhir. Masalah ini telah berakar dan sulit untuk dipecahkan penyebabnya, tidak hanya karena kondisi ekonomi, tetapi ada juga yang disebabkan oleh kekacauan dalam keluarga, dan lain-lain. Hal ini juga dialami oleh beberapa anak di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Oleh karena itu penulis ingin mengetahui dan meneliti lebih jauh tentang sebab-sebab anak putus sekolah. Pembahasan ini berjudul “Anak Putus Sekolah dan Cara Pembinaannya di Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen”. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apa yang menyebabkan anak-anak putus sekolah di Kecamatan Jangka. Bagaimana orang tua, masyarakat dalam mengatasi terjadinya anak putus sekolah serta bagaimana cara pembinaannya. Tujuan pembahasan ini adalah menemukan jawaban dari permasalahan di atas yaitu untuk mengetahui berapa banyak anak putus sekolah di Kecamatan Jangka, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan anak putus sekolah, sikap orang tua, serta bagaimana cara pembinaan terhadap anak yang putus sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode lapangan dan kepustakaan. Metode lapangan dilakukan dengan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi, angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor penyebab anak putus sekolah di Kecamatan Jangka. Secara umum masalah utamanya adalah kondisi ekonomi keluarga yang kurang mendukung. Sebagian lagi adalah faktor keluarga yang menyebabkan anak-anak di Kecamatan Jangka putus sekolah. Adapun orang tua dan masyarakat dalam menghadapi anak putus sekolah ada dua yaitu upaya pencegahan dan upaya pembinaan. Upaya pencegahan dilakukan sebelum putus sekolah dengan mengamati, memperhatikan permasalahan-permasalahan anak-anak dan dengan menyadarkan orang tua akan pentingnya pendidikan demi menjamin masa depan anak serta memberikan motivasi belajar kepada anak. Adapun upaya pembinaan yang dilakukan adalah dengan mengajarkan nilai-nilai keagamaan dan sosial kemasyarakatan kepada anak, serta memberikan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya supaya anak disibukkan serta dapat menghindarinya dari pikiran yang menyimpang.

(Tersedia file lengkap dari TA (tugas akhir), skripsi, tesis, PTK, PTS, jurnal tentang pendidikan. Skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian tindakan sekolah (PTS) lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Keyword:

Anak, sekolah, anak putus, anak putu sekolah, putus sekolah, anak putus sekolah, pembinaan, pembinaan anak, pembinaan anak putus sekolah, skripsi, pendidikan, skripsi pendidikan, skripsi pendidikan anak, skripsi pendidikan anak putus sekolah, sekripsi pendidikan pembinaan anak putus sekolah, skripsi pembinaan, skripsi pembinaan anak, skripsi pembinaan anak putus sekolah.
Baca Selengkapnya...

Rabu, 06 Juli 2011

Pembelajaran Tematik Sebagai Upaya meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas ... SD ...... Skripsi PTK Pendidikan Matematika

 ABSTRAK

Pembelajaran Tematik Sebagai Upaya meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas ... SD ...... Skripsi PTK Pendidikan Matematika


Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas .. SD ... melalui pembelajaran Tematik pada pokok bahasan operasi hitung bilangan dan pengukuran.

Penelitian ini dilaksanakan di SD .... tahun pembelajaran 2006/2007 dengan subjek penelitian adalah siswa kelas ... berjumlah 34 siswa dan objek penelitian adalah pembelajaran Tematik.

Instrumen pengumpulan data berupa tugas, tes hasil belajar dan observasi. Tugas berupa tugas kelompok dan tugas individu. Tugas kelompok adalah lembar kegiatan siswa yang dikerjakan di sekolah dan tugas individu adalah tugas yang dikerjakan di rumah. Tes hasil belajar dilaksanakan setiap akhir siklus untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada setiap siklus. Observasi dilaksanakan pada setiap pertemuan dan selama pembelajaran berlangsung. Siklus I, II, III, dan IV masing-masing dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan dengan dua kali pembelajaran dan satu kali tes hasil belajar. Soal tes hasil belajar pada setiap siklus berbentuk uraian. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata, persentase, dan grafik. Yang bertindak sebagai pelaksana pembelajaran adalah peneliti, sedangkan sebagai observator adalah guru matematika kelas ... SD .....

Hasil analisis data menunjukkan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada setiap siklus. Nilai hasil belajar diperoleh dengan menganalisis data berupa nilai tugas kelompok, nilai tugas individu dan nilai tes akhir siklus. Pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar dijadikan sebagai nilai dasar bagi siklus II, yaitu 55,23 menjadi 60,27 dengan rata-rata poin peningkatan 17,06 (cukup). Dari siklus II ke siklus III mengalami peningkatan dari 60,27 menjadi 65,91 dengan poin peningkatan 19,41 (cukup). Demikian juga dari siklus III ke siklus IV mengalami peningkatan dengan rata-rata nilai hasil belajar 65,91 menjadi 75,09 dengan rata-rata poin peningkatan 21,76 (baik). Aktivitas guru pada siklus I dinilai cukup, siklus II, III dan IV dinilai baik. Sedangkan aktivitas siswa pada siklus I dinilai kurang, siklus II dinilai cukup, siklus III dan siklus IV dinilai baik.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran Tematik hasil belajar matematika siswa kelas .... SD ..... mengalami peningkatan.

(Tersedia file lengkap dari TA (tugas akhir), skripsi, tesis, PTK, PTS, jurnal tentang pendidikan. Skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian tindakan sekolah (PTS) lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Keyword:

Skripsi, skripsi PTK, skripsi PTK pendidikan, skripsi PTK pendidikan Matematika, skripsi pendidikan matematika, PTK pendidikan matematika, skripsi metode pembelajaran, skripsi model pembelajaran, skripsi strategi pembelajaran, skripsi PTK model pembelajaran, skripsi PTK metode pembelajaran, skripsi PTK strategi pembelajaran, skripsi PTK model pembelajaran Matematika, skripsi PTK strategi pembelajaran Matematika, skripsi PTK metode pembelajaran Matematika, skripsi kependidikan Matematika, skripsi PTK kependidikan Matematika, skripsi PTK pendidikan Matematika SD, skripsi pendidikan, skripsi PTK pendidikan. Skripsi PTK pendidikan Matematika Pembelajaran Tematik Sebagai Upaya meningkatkan Hasil Belajar Matematika siswa SD Baca Selengkapnya...

Student’s Learning Achievement with Traditional Assessment and Portfolio Assessment. Mini thesis (skripsi) English (Bahasa Inggris)

ABSTRACTION

Student’s Learning Achievement with Traditional Assessment and Portfolio Assessment. Mini Thesis (skripsi)

Traditionally, assessment is held at the conclusion of a unit of study. Certain grade is used to decide the understanding degree of the students to the subject. Traditional assessment includes multiple-choice questions and asking students to respond the questions with short answers.

Portfolio assessment is a purposeful collection of student work that tells the story of the student’s effort, progress, or achievement in given areas. Portfolio can be viewed as a systematic and organized collection of evidence used by the teacher and student to monitor the growth of student’s knowledge, skills, and attitudes in a specific content area. The indicators of portfolio assessment are daily test result, structured tasks, anecdotal record, and report of the student’s activity out of school.

The purposes of this research are to describe the student’s learning achievement with traditional assessment and portfolio assessment, and then find out the difference between the student’s learning achievement with traditional assessment and portfolio assessment.

The design of this research is ex post facto. The population is the 1st class of students of SMP 4 Jambi. In selecting the sample is used clustered random sampling. The students of class 1A and 1B of SMP 4 Jambi are chosen as the sample. The data collection is done by observation and collecting the documentation. T-test is used to analysis the difference between the students’ learning achievement with traditional assessment and portfolio assessment.

Based on the analysis, the researcher finds that mean of the class with traditional assessment is 60.00 and mean of the class with portfolio assessment is 70.31. By using t-test at the level of significance () 0.05, is got tratio is bigger than ttable, that is tratio = 2.833 > ttable = 1.992, it shows that there is a significant difference between the students’ learning achievement with traditional assessment and portfolio assessment.
It can be concluded that the student learning achievement with portfolio assessment is better than the student learning achievement with traditional assessment at the level of believe 95%. But portfolio assessment is better implemented in small class because teacher will be easier in managing the class.

(Tersedia file lengkap dari TA (tugas akhir), skripsi, tesis, PTK, PTS, jurnal tentang pendidikan. Skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian tindakan sekolah (PTS) lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Keyword postingan ini:

Skripsi, skripsi bahasa Inggris, English mini thesis, Student’s Learning Achievement with Traditional Assessment and Portfolio Assessment. Mini Thesis (skripsi), skripsi s1 bahasa inggris, skripsi pendidikan bahasa inggris, skripsi pendidikan pembelajaran bahasa inggris, skripsi pembelajaran bahasa Inggris, skripsi model pembelajaran bahasa Inggris, skripsi metode pembelajaran bahasa Inggris, skripsi strategi pembelajaran Bahasa Inggris, skripsi, skripsi, skripsi, pendidikan, pendidikan, pendidikan, bahasa, bahasa, bahasa, Inggris, Inggris, Inggris, English mini thesis, English, English, mini thesis, english thesis.
Baca Selengkapnya...

Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Dengan Metode Pembelajaran Penemuan Terbimbing Pada Siswa Kelas IV SDN .....Tahun Pelajaran 2008/2009. PTK

Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Dengan Metode Pembelajaran Penemuan Terbimbing Pada Siswa Kelas IV SDN .....Tahun Pelajaran 2008/2009. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi tidak akan lepas dari perkembangan dalam bidang IPA. Perkembangan dari bidang IPA tidak mungkin terjadi bila tidak disertai dengan peningkatan mutu pendidikan IPA, sedangkan selama ini pelajaran IPA dianggap sebagai pelajaran yang sulit. Hal ini dapat dilihat dari Nilai mata pelajaran IPA yang rata-rata masih rendah bila dibandingkan dengan pelajaran lainnya. Ini Menunjukkan masih rendahnya mutu pelajaran IPA.

Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pelajaran IPA. Misalnya dengan membimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep yang diajarkan. Pemahaman ini memerlukan minat dan motivasi. Tanpa adanya minat menandakan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Untuk itu, guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi sehingga dengan bantuan itu anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar.

Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan, kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar siswa, misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep IPA.

Motivasi tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik, motivasi juga penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapan materi itu dengan lebih baik. Tugas penting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung motivasi siswa (Nur, 2001: 3). Untuk itu sebagai seorang guru disamping menguasai materi, juga diharapkan dapat menetapkan dan melaksanakan penyajian materi yang sesuai kemampuan dan kesiapan anak, sehingga menghasilkan penguasaan materi yang optimal bagi siswa.

Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan salah satu model pembelajaran, yaitu metode pembelajaran penemuan terbimbing untuk mengungkapkan apakah dengan metode pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar IPA. Penulis memilih metode pembelajaran ini mengkondisikan siswa untuk terbiasa menemukan,
mencari, mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran (Siadari, 2001: 4). Dalam metode pembelajaran penemuan terbimbingn siswa lebih aktif dalam memecahkan untuk menemukan sedang guru berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu.

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang membuktikan bahwa hasil belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran penemuan terbimbing lebih baik dari hasil belajar siswa yang diajar dengan metode pembelajaran konvensional. (Siadari, 2001:68). Menurut hasil penelitian Arif Kurniawan (2002) menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, yang ditandai dengan peningkatan prestasi belajar siswa setiap putaran. Serta dengan menggunakan metode pembelajaran penemuan terbimbing terjadi peningkatan pola berpikir kritis dan kreatif pada kelas yang berdampak positif terhadap hasil belajar yang dicapai lebih baik daripada tanpa diberi metode pembelajaran serupa (Lestari, 2002). Dari beberapa hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa metode pembelajaran penemuan terbimbing sangat erat digunakan dalam kegiatan pembelajaran terutama kegiatan pembelajaran IPA.

Dari latar belakang di atas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul “Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Dengan Metode Pembelajaran Penemuan Terbimbing Pada Siswa Kelas IV SDN ... Tahun Pelajaran 2008/2009”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya metode pembelajaran penemuan terbimbing pada siswa Kelas IV SDN ... tahun pelajaran 2008/2009?
2. Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran penemuan terbimbing terhadap motivasi belajar siswa pada siswa Kelas IV SDN ... tahun pelajaran 2008/2009?


(Tersedia file lengkap dari TA (tugas akhir), skripsi, tesis, PTK, PTS, jurnal tentang pendidikan. Skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian tindakan sekolah (PTS) lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Keyword postingan ini:
 
Penelitian tindakan kelas, PTK, PTK IPA, PTK penemuan terbimbing, PTK IPA Penemuan Terbimbing, PTK pendidikan, PTK Pendidikan IPA, PTK pendidikan IPA penemuan terbimbing, Penelitian tindakan kelas, penelitian tindakan kelas IPA, penelitian tindakan kelas IPA penemuan terbimbing, Penelitian tindakan kelas untuk SD, PTK, penelitian tindakan kelas, IPA, Penemuan terbimbing, PTK model pembelajaran, PTK model pembelajaran IPA, PTK model pembelajaran IPA penemuan terbimbing, PTK model pembelajaran IPA penemuan terbimbing untuk SD
Baca Selengkapnya...

Selasa, 05 Juli 2011

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Periode Tahun 1984 - 2003. Skripsi S1 Ekonomi Pembangunan

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Periode Tahun 1984 - 2003. Skripsi S1 Ekonomi Pembangunan


BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang Masalah

Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah perekonomian dalam jangka panjang, dan pertumbuhan ekonomi merupakan fenomena penting yang dialami dunia hanya dua abad belakangan ini, dan oleh Simon Kuznets, seorang ahli ekonomi terkemuka di Amerika Serikat yang pernah memperoleh hadiah Nobel dinyatakan bahwa, proses pertumbuhan ekonomi tersebut dinamakannya sebagai Modern Economic Growth. Dalam periode tersebut, dunia telah mengalami perkembangan pembangunan yang sangat nyata apabila dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya. Sampai abad ke-18, sebagian besar masyarakat di dunia masih hidup pada tingkat subsistem, dan mata pencaharian utamanya adalah dari melaksanakan kegiatan di sektor pertanian, perikanan atau berburu. (Sadono Sukirno, 1998, : 413)

Pada dasarnya, pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai suatu proses pertumbuhan output perkapita dalam jangka panjang. Hal ini berarti, bahwa dalam jangka panjang, kesejahteraan tercermin pada peningkatan output perkapita yang sekaligus memberikan banyak alternatif dalam mengkonsumsi barang dan jasa, serta diikuti oleh daya beli masyarakat yang semakin meningkat. (Boediono, 1993 : 1 - 2)
Pertumbuhan ekonomi juga bersangkut paut dengan proses peningkatan produksi barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat.

Dapat dikatakan, bahwa pertumbuhan menyangkut perkembangan yang berdimensi tunggal dan diukur dengan meningkatnya hasil produksi dan pendapatan. Dalam hal ini berarti terdapatnya kenaikan dalam pendapatan nasional yang ditunjukkan oleh besarnya nilai Produk Domestik Bruto (PDB).
Indonesia, sebagai suatu negara yang sedang berkembang, sejak tahun 1969 dengan giat melaksanakan pembangunan secara berencana dan bertahap, tanpa mengabaikan usaha pemerataan dan kestabilan. Pembangunan nasional mengusahakan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, yang pada akhirnya memungkinkan terwujudnya peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan seluruh rakyat. Perkembangan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dapat dilihat pada Tabel 1.1 yang menerangkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perubahan yang fluktuatif dari tahun ke tahun.
Perkembangan pertumbuhan ekonomi di Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif dari tahun 1984-1997. Pada tahun 1998 menunjukkan penurunan pertumbuhan ekonomi yaitu – 13,12 %, hal ini disebabkan karena krisis moneter dan krisis ekonomi yang terjadi pada pertengahan tahun 1997, yang berlanjut menjadi krisis multidimensi, sehingga membawa dampak pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 1998, pada tahun 1999-2003 baru dapat tumbuh lagi pertumbuhan ekonominya walaupun tidak sepesat pada tahun-tahun sebelumnya.

TABEL 1.1.
PERKEMBANGAN PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA PERIODE 1984 – 2003 MENURUT HARGA KONSTAN 1993 (dalam persen)

PERKEMBANGAN PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA PERIODE 1984 – 2003 MENURUT HARGA KONSTAN 1993 (dalam persen) Tahun
PDB
(miliar rupiah)
Pertumbuhan
Ekonomi (%)
1984
1985
1986
1987
1988
1989
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
195.730,0
200.564,6
212.498,2
222.613,1
236.014,4
253.597,5
271.958,0
290.859,1
309.648,6
329.775,8
354.640,8
383.792,3
413.797,9
433.245,9
376.374,9
379.557,7
398.016,9
411.753,5
426.942,9
444.453,5
-
2,47
5,95
4,76
6,02
7,46
7,24
6,95
6,46
6,50
7,54
8,22
7,82
4,70
-13,12
0,84
4,86
3,45
3,66
4,10
 
Sumber: Laporan Tahunan Bank Indonesia, berbagai edisi (data diolah)

Dari tabel 1.1 terlihat, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 1985, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 2,47 %. Hal ini terjadi, karena Indonesia harus menghadapi tantangan yang cukup berat, yaitu kelesuan kegiatan ekonomi dalam negeri, ditambah lagi dengan penurunan harga minyak bumi yang cukup tajam, serta melemahnya daya saing barang-barang produksi dalam negeri, sehingga penerimaan devisa dari ekspor menurun.

Pada tahun 1995, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai angka yang tertinggi, yakni sebesar 8,22 %. Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh kenaikan konsumsi dan sebagai dampak dari adanya boom investasi yang terjadi pada tahun 1995, dengan nilai investasi sebesar 39.914,7 juta US Dolar.
Krisis moneter dan krisis ekonomi yang terjadi pada pertengahan tahun 1997, yang berlanjut menjadi krisis multidimensi, membawa dampak pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pada tahun 1998, pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan yang cukup tajam, yaitu sebesar minus 13,12 %. Kemudian, pada tahun-tahun berikutnya, perekonomian nasional Indonesia mengalami pemulihan (recovery), meskipun jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya yang mengalami krisis serupa, proses pemulihan ekonomi di Indonesia relatif lebih lambat.

Memasuki tahun 2000, perekonomian Indonesia diwarnai oleh nuansa optimisme yang cukup tinggi. Hal ini antara lain ditandai dengan menguatnya nilai tukar rupiah sejalan dengan penurunan inflasi dan tingkat suku bunga pada sektor riil. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2000 sebesar 4,86 % lebih tinggi dari prakiraan awal tahun oleh Bank Indonesia sebesar 3,0 % sampai dengan 4,0 %. Pada tahun 2002 semakin membaik dibandingkan tahun 2001, berdasarkan perhitungan PDB atas dasar harga konstan 1993, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2002 adalah sebesar 3,66 %, dan laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2001 sebesar 3,45 %, Sedangkan pada tahun 2003 laju pertumbuhan ekonomi adalah sebesar 4,10 %.

Perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang membaik dan lebih stabil selama 2003 sebagaimana yang tercermin pada pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Walaupun demikian, pertumbuhan ekonomi yang terjadi masih belum memadai untuk menyerap tambahan angkatan kerja sehingga jumlah pengangguran masih mengalami kenaikan. Aktivitas perdagangan dunia yang masih lesu mengakibatkan pertumbuhan volume ekspor Indonesia, khususnya komoditas nonmigas, relatif rendah. Dalam situasi demikian, kinerja ekspor secara nominal sangat terbantu oleh meningkatnya harga komoditas migas dan nonmigas di pasar internasional sehingga secara keseluruhan nilai ekspor pada 2003 masih mengalami kenaikan yang signifikan dan menjadi penopang utama terjadinya surplus transaksi berjalan selama 2003. (Laporan Bank Indonesia, 2003 : 4-5)
Namun, dengan perkembangan perekonomian yang dicapai saat ini, Indonesia masih harus menghadapi permasalahan yang mungkin juga dialami negara lain, khususnya negara sedang berkembang, yang sedang melaksanakan pembangunan. Pembangunan tersebut tentunya memerlukan dana dalam jumlah yang besar.
Menurut Harrod Domar, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi diperlukan investasi-investasi baru sebagai stok modal. Semakin banyak tabungan yang kemudian diinvestasikan, maka semakin cepat terjadi pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi secara riil, tingkat pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada setiap tabungan dan investasi tergantung dari tingkat produktivitas investasi tersebut. (M. P. Todaro, 1993, : 65 – 66)

Pembentukan modal merupakan investasi dalam bentuk barang-barang modal yang dapat menaikkan stok modal, output nasional, dan pendapatan nasional. Jadi, pembentukan modal merupakan kunci utama menuju pembangunan ekonomi.

1.2.Perumusan Masalah

Apabila kita membicarakan pertumbuhan, tentunya kita pahami bahwa yang dimaksud adalah peningkatan output nasional. Untuk meningkatkan output nasional tersebut terdapat faktor-faktor yang saling mempengaruhi dan saling berinteraksi antara satu dengan yang lain. Pertumbuhan ekonomi tersebut bersifat dinamis, artinya adakalanya pertumbuhan ekonomi berkembang dengan cepat, dan adakalanya pula pertumbuhan ekonomi itu mengalami kemunduran, bahkan mencapai angka minus dan menyebabkan perekonomian mengalami kondisi stagnasi.
Perkembangan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, seperti yang kita lihat dalam tabel 1.1, selama tahun penelitian sangat fluktuatif. Apalagi jika kita lihat pada tahun 1998, pertumbuhan ekonomi mencapai angka minus 13,12 %. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor. Proses pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh dua macam faktor, yaitu faktor ekonomi dan faktor non ekonomi. Faktor ekonomi yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara tergantung pada sumber alamnya, sumber daya manusia, modal usaha, teknologi dan sebagainya. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi juga ditunjang oleh faktor non ekonomi, seperti lembaga sosial, sikap budaya, nilai moral, kondisi politik, dan kelembagaan dari negara tersebut.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah :
a. Bagaimana pengaruh variabel ekspor terhadap PDB riil?
b. Bagaimana pengaruh variabel Investasi terhadap PDB riil?
c. Bagaimana pengaruh variabel tenaga kerja terhadap PDB riil?
d. Bagaimana pengaruh variabel hutang luar negeri terhadap PDB riil?
e. Seberapa besar pengaruh variabel – variabel tersebut terhadap PDB rill?

(Tersedia file lengkap dari TA (tugas akhir), skripsi, tesis, PTK, PTS, jurnal tentang pendidikan. Skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian tindakan sekolah (PTS) lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Keyword postingan ini:
skripsi, skripsi s1, skripsi ekonomi, skripsi ekonomi pembangunan, skripsi s1 ekonomi, skripsi s1 ekonomi pembangunan, skripsi faktor-faktor, skripsi faktor-faktor pertumbuhan ekonomi, skripsi faktor-faktor pertumbuhan ekonomi indonesia, skripsi ekonomi pembangunan tentang faktor-faktor pertumbuhan ekonomi indonesia, skripsi, skripsi, skripsi ekonomi, skripsi ekonomi, skripsi ekonomi pembangunan, ekonomi, ekonomi pembanguan, ekonomi, ekonomi pembangunan S1.



Baca Selengkapnya...

ANALISIS PENGARUH KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN TERHADAP JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI JAWA TENGAH PERIODE 2000 - 2007. Skripsi Ekonomi Pembangunan

ANALISIS PENGARUH KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN TERHADAP JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI JAWA TENGAH PERIODE 2000 - 2007. Skripsi S1 Ekonomi Pembangunan




ABSTRAKSI
Kemiskinan selalu menjadi masalah di setiap negara sedang berkembang, bahkan di negara maju pun juga. Di Indonesia, tingginya jumlah penduduk miskin dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, diantaranya adanya ketimpangan dalam pendistribusian pendapatan antar satu provinsi dengan provinsi lainnya.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari ketimpangan distribusi pendapatan, yang diukur menggunakan Indeks Gini dan Indeks Williamson, terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah dari tahun 2000 hingga tahun 2007. Salah satu penyebab utama kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah ialah dikarenakan adanya ketimpangan dalam pendistribusian pendapatan pada tiap Kabupaten/kotanya, untuk menekan tingkat kemiskinan tersebut maka Pemerintah Provinsi Jawa Tengah beserta Pemerintah Daerah harus bias bekerja sama untuk memperkecil perbedaan tingkat ketimpangan distribusi pendapatan agar jangan terlalu tinggi antara satu Kabupaten/kota dengan yang lain.

Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dan log linear dengan Jumlah Penduduk Miskin Provinsi Jawa Tengah sebagai variabel dependen dan dua variabel independen yaitu, Indeks Gini dan Indeks Williamson sebagai alat ukur ketimpangan distribusi pendapatan.

Setelah dilakukan uji penyimpangan asumsi klasik yang terdiri dari uji Multikolinearitas, Uji Autokorelasi dan Uji Heterokedastisitas , ternyata hasilnya menunjukkan data terdistribusi normal. Hasil pengolahan data menunjukkan nilai F sebesar 16,686 (probabilitas = 0,006) dan koefisien determinasi (adjusted R2) sebesar 0,870. Melalui regresi dapat diperoleh hasil bahwa Jumlah Penduduk Miskin Provinsi Jawa Tengah dipengaruhi secara signifikan oleh tingkat ketimpangan pendapatan distribusi pendapatan yang diukur menggunakan Indeks Williamson (dengan nilai 1,834) dan Indeks Gini (dengan nilai 0,477). Maka dapat disimpulkan bahwa Indeks Williamson lebih berpengaruh dibandingkan Indeks Gini.

Kata Kunci : Jumlah Penduduk Miskin, Ketimpangan Distribusi Pendapatan,
Indeks Gini, Indeks Willamson.


(Tersedia file lengkap dari TA (tugas akhir), skripsi, tesis, PTK, PTS, jurnal tentang pendidikan. Skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian tindakan sekolah (PTS) lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Keyword postingan ini:
skripsi, skripsi s1, skripsi ekonomi, skripsi ekonomi pembangunan, skripsi s1 ekonomi, skripsi s1 ekonomi pembangunan, skripsi ketimpangan, skripsi ketimpangan distribusi, skripsi ketimpangan distribusi pendapatan, skripsi ekonomi pembangunan tentang ketimpangan distribusi pendapatan jawa tengah terhadap penduduk miskin, skripsi, skripsi, skripsi ekonomi, skripsi ekonomi, skripsi ekonomi pembangunan, ekonomi, ekonomi pembanguan, ekonomi, ekonomi pembangunan S1. Baca Selengkapnya...