Kamis, 16 Oktober 2014

PTK : PENINGKATAN SKILL PERMAINAN SEPAK BOLA DENGAN GAYA MENGAJAR DIVERGEN PADA SISWA KELAS XI SMA ...

ABSTRAK

PENINGKATAN SKILL PERMAINAN  SEPAK BOLA DENGAN GAYA MENGAJAR DIVERGEN PADA SISWA KELAS XI SMA ... Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Adapun yang dijadikan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut:
1.    Langkah penerapan gaya mengajar divergen dalam pembelajaran aktivitas permainan sepak bola.
2.    Deskripsi peningkatan skill siswa kelas XI dalam penerapan gaya mengajar divergen dalam pembelajaran aktivitas permainan sepak bola.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan tindakan proses pembelajaran yang paling sesuai dan paling banyak memberikan keuntungan dalam proses pembelajaran di kelas. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang meggambarkan secara tekstual data-data di lapangan secara riil sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. 


 Berdasarkan atas hasil penelitian yang dilakukan, dapat dibuat kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut:
1.        Gaya pembelajaran divergen untuk permainan sepak bola dilaksanakan dengan tiga tahap, yaitu:
a.    Tahap motivasi dan apersepsi yang dilakukan untuk meningkatkan gairah belajar dan mengukur kemampuan awal siswa.
b.    Tahap inti yang dikembangkan dengan memberikan dasar-dasar materi secara ringkas, mengemukakan masalah yang saling terhubung, memberikan kesempatan siswa untuk mengembangkan kemampuan melalui pemecahan masalah, memberikan kesempatan siswa mengidentifikasi masalah baru yang muncul dan memberikan kesempatan siswa bereksperimen kembali untuk memperdalam kemampuannya, serta menemukan jawaban yang mampu menunjukkan hubungan antar masalah.
c.    Tahap penutupan, yaitu memuat kesimpulan atas hasil belajar dan Test pengukuran.
2.        Gaya pembelajaran divergen mampu meningkatkan skill atau kemampuan siswa dalam bermain sepak bola.
Untuk mendapatkan lebihbanyak Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari tingkat SD, SMP, SMU, silahkan kunjungi blog ini (klik gan). Untuk mendapatkan soft copy file dalam format Ms Word, sms: 085865245388

PTK : PENGGUNAAN LAGU BERBAHASA ARAB UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA ARAB SISWA KELAS IX-A MTS ..... TAHUN PELAJARAN 2011/2012

ABSTRAK

PENGGUNAAN LAGU BERBAHASA ARAB UNTUK MENINGKATKAN OENGUASAAN KOSAKATA BAHASA ARAB SISWA KELAS IX-A MTS ..... TAHUN PELAJARAN 2011/2012. Penelitian Tindakan Kelas (PTK).


Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal berikut:
1.      Langkah-langkah pelaksanaan penggunaan media lagu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IX-A MTS ... tahun pelajaran 2011/2012.
2.      Peningkatan prestasi belajar bahasa Arab siswa kelas IX-A MTS ... tahun pelajaran 2011/2012 melalui pembelajaran dengan menggunakan media lagu.

      Pendekatan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu suatu studi sistematis terhadap tindakan pembelajaran di kelas untuk menemukan tindakan terbaik sebagai bentuk perbaikan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa, melalui penerapan tindakan tertentu (Akhdinirwanto dan Sayogyani, 2010: 141). Tindakan tertentu dalam penelitian ini adalah pelaksanaan penggunaan media lagu dalam pembelajaran kosa kata bahasa Arab. Prosedur penelitian yang digunakan adalah prosedur siklus, dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. 
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut:
1.      Pelaksanaan pembelajaran kosa kata bahasa Arab dengan menggunakan media lagu yang dilaksanakan dengan cara individual mampu meningkatkan penguasaan perbendaharaan bahasa Arab siswa akan tetapi hasilnya belum maksimal. Hal ini tampak pada siklus I dimana jumlah siswa yang tuntas belajar meningkat dari 50% menjadi 62,5%, akan tetapi masih lebih rendah dari target yang ditetapkan guru yaitu minimal 70% siswa mampu mencapai KKM 7,0.
2.      Penggunaan media lagu cukup baik dikombinasikan dengan pendekatan pembelajaran secara berkelompok, pengembangan diskusi pada siswa secara aktif, sehingga hasilnya lebih optimal, dan mampu mencapai target ketuntasan belajar yang ditetapkan guru. Hal ini sebagaimana tampak pada siklus II dimana telah terdapat 75% siswa tuntas belajar, sedangkan target yang ditetapkan guru hanya 70% siswa yang mampu mencapai nilai 7,0.

Untuk mendapatkan lebihbanyak Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari tingkat SD, SMP, SMU, silahkan kunjungi blog ini (klik gan). Untuk mendapatkan soft copy file dalam format Ms Word, sms: 085865245388

Rabu, 30 Mei 2012

KANDUNAGAN LOGAM DALAM TUBUH CACING LAUT Namalycastis abiuma (Polychaeta: Nereidae)

ABSTRAK

KANDUNGAN LOGAM DALAM TUBUH CACING LAUT Namalycastis abiuma (Polychaeta: Nereidae) DI ..... FMIPA. Universitas Sebelas Maret, Surakarta . Skripsi Biologi

Pemantauan pencemaran logam di perairan menggunakan metode analisis biota air sangat penting. Namalycastis abiuma, M. merupakan salah satu jenis cacing laut polychaeta yang hidup di perairan Teluk .... Berdasarkan cara makannya, N. abiuma adalah deposit feeder dan scavenger yang memakan endapan partikel sedimen, sehingga berpotensi mengakumulasi sejumlah logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kadar logam yang terkandung dalam tubuh cacing laut N. abiuma, kemampuannya sebagai organisme indikator logam, serta tingkat cemaran logam di perairan ...

Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2005 — April 2006, dan sampel diperoleh dari tiga stasiun, yaitu .... Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei. Pengambilan spesimen cacing laut menggunakan metode sortir tangan sebanyak ± 50 ekor/stasiun, sedangkan sedimen menggunakan metode purposive sampling sebanyak ± 1 kg/stasiun. Identifikasi jenis spesimen cacing laut dilakukan berdasarkan referensi dari Fauchald (1977), di laboratorium .... Penentuan kandungan logam di lakukan menggunakan metode spektrometri serapan atom dan analisis aktivasi netron, di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi, BATAN, Jakarta. Analisis data menggunakan Rancangan acak,lengkap dan uji lanjut Duncan α = 0,05 untuk mengetahui perbedaan kadar logam antar lokasi sampling.

Hasil penelitian menunjukan bahwa telah ditemukan sejumlah logam Hg (0,0965 ppm), As (24,4136 ppm), Cd (0,3510 ppm), Pb (15,8137 ppm), Sb (0,4185 ppm), Cr (5,1802 ppm), Fe (3566,2738 ppm), Zn (710,2025 ppm), Co (8,8006 ppm), Mn (153,2486 ppm), dan Cu (50,5935 ppm) pada spesimen cacing laut N. abiuma dari Teluk Jakarta. Casing laut N. abiuma berpotensi sebagai organisme indikator logam As dan Fe. Tingkat cemaran logam Hg, As, Pb, Sb, Cr, Fe, Zn, dan Mn tertinggi di kawasan Penjaringan, logam Co dan Cu di Angke, sedangkan logam Cd di Cilincing.
Kata kunci: Logam, Namalycastis abiuma, Teluk Jakarta


IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLATEN NOMOR 31 TAHUN 2001 TENTANG RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

Pelaksanaan UU No 22 Tahun 1999 dan UU No.25 Tahun 1999 telah menyebabkan perubahan yang mendasar mengenai pengaturan hubungan Pusat dan Daerah, khususnya dalam bidang administrasi  pemerintahan maupun dalam hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, yang dikenal sebagai era otonomi daerah. Kebijakan otonomi daerah sendiri kemudian disempurnakan melalui UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan UU No 33 Tahun 2004 Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah.

Dalam era otonomi daerah sekarang ini, daerah diberikan kewenangan yang lebih besar untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Tujuannya antara lain adalah untuk lebih mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, memudahkan masyarakat untuk memantau dan mengontrol penggunaan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), selain untuk menciptakan persaingan yang sehat antar daerah dan mendorong timbulnya inovasi. Sejalan dengan kewenangan tersebut, Pemerintah Daerah diharapkan lebih mampu menggali sumber-sumber keuangan khususnya untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pemerintahan dan pembangunan di daerahnya melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tuntutan peningkatan PAD semakin besar seiring dengan semakin banyaknya kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan kepada daerah disertai pengalihan personil, peralatan, pembiayaan dan dokumentasi (P3D) ke daerah dalam jumlah personil, peralatan, pembiayaan dan dokumentasi (P3D) ke daerah dalam jumlah besar. Sementara, sejauh ini dana perimbangan yang merupakan transfer keuangan oleh pusat kepada daerah dalam rangka mendukung pelaksanaan otonomi daerah, meskipun jumlahnya relatif memadai yakni sekurang-kurangnya sebesar 25 persen dari Penerimaan Dalam Negeri dalam APBN, namun, daerah harus lebih kreatif dalam meningkatkan PADnya untuk meningkatkan akuntabilitas dan keleluasaan dalam pembelanjaan APBD-nya. Sumber-sumber penerimaan daerah yang potensial harus digali secara maksimal, namun tentu saja di dalam koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk diantaranya adalah pajak daerah dan retribusi daerah yang memang telah sejak lama menjadi unsur PAD yang utama (Sidik, 2007: 2)

Dalam rangka meningkatkan kemampuan keuangan daerah agar dapat melaksanakan otonomi, Pemerintah melakukan berbagai kebijakan diantaranya dengan menetapkan UU No.34 Tahun 2000 tentang perubahan atas UU No.18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Pemberian kewenangan dalam pengenaan pajak dan retribusi daerah, diharapkan dapat lebih mendorong Pemerintah Daerah terus berupaya untuk mengoptimalkan PAD, khususnya yang berasal dari pajak daerah dan retribusi daerah.

Perhatian pemerintah Kabupaten Klaten terhadap pajak dan retribusi daerah ini dikarenakan sumbangan yang cukup besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Badap Pusat Statistik (BPS, 2000) menunjukkan bahwa sumbangan pajak dan retribusi daerah di Kabupaten Klaten mencapai 62% terhadap pendapatan asli daerah.

Sementara itu, salah satu aspek yang terkait dengan otonomi daerah dan retribusi daerah di Kabupaten Klaten adalah retribusi pengujian kendaraan bermotor, yang diatur dalam Perda Kabupaten Klaten No 31 Tahun 2001. Peraturan Daerah tersebut bertujuan untuk menyesuaikan kebijakan daerah terkait dengan retribusi kendaraan bermotor terhadap sistem otonomi daerah, dan diarahkan untuk menciptakan kelancaran sistem transportasi yang ada di daerah yaitu denngan meningkatkan upaya untuk menjamin keselamatan penumpang, barang, dan kendaraan bermotor, meningkatkan ketertiban lalu lintas dan angkutan jalan (Perda Kabupaten Klaten No 31 Tahun 2001).

Adapun fungsi teknis dari dilaksanakannya pengujian berkala kendaraan bermotor adalah untuk memperkecil terjadinya kecelakaan lalu lintas, kebakaran, gangguan terhadap lingkungan, dan kerusakan. Selain itu, uji kendaraan bermotor juga berfungsi untuk memberikan informasi kepada pemilik/ pengemudi kendaraan bermotor tentang besarnya daya pungut, besarnya muatan sumbu, kelas jalan yang dilalui, serta memberikan informasi lain yang dibutuhkan untuk perawatan kendaraan dan saran-saran perbaikan kepada perusahaan angkutan tentang rehabilitasi kondisi teknik kendaraan secara berkala, memberikan sajian data tentang jumlah dan potensi angkutan barang maupun orang untuk kepentingan pembangunan dan pembinaan angkutan. Sedangkan fungsi non teknis adalah memberikan kontribusi kepada Pemerintah Daerah (Handoyo, 2007).

Berdasakan penjelasan dalam Perda No 13 Tahun 2001, pengujian kendaraan bermotor bagi mobil angkutan barang, mobil penumpang umum, taksi, kereta gandengan dan kereta tempelan wajib dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1982.
Suara Merdeka edisi 13 Juli 2005 memberitakan bahwa Bupati Kabupaten Klaten menyodorkan data realisasi retribusi pengujian kendaraan bermotor lima tahun terakhir. Pada 2000 realisasinya Rp 302 juta, 2001 (Rp 461,988 juta), 2002 (Rp 459,662 juta), 2003 (Rp 477,3 juta), 2004 (Rp 493,129 juta), dan 2005 direncanakan Rp 504,717 juta. Menurut Bupati Kabupaten Klaten Haryanto, penurunan terjadi pada tingkat pertumbuhan pendapatan dari pengujian kendaraan bermotor setiap tahunnya, akan tetapi bukan pada nilai retribusinya. Hal itu disebabkan tingkat pertumbuhan kendaraan bermotor wajib uji (KBWU) juga menurun. Bupati menguraikan, tingkat pertumbuhan KBWU pada 2001 9,54%, 2002 turun menjadi 5,6%, 2003 turun lagi menjadi 3,54%, 2004 (2,92%), sedangkan 2005 diperkirakan hanya 1,99%.
Data yang disodorkan oleh Bupati Kabupaten Klaten Haryanto tersebut diperkuat oleh pamdangan dari Dinas Perhubungan, yang mengemukakan bahwa meningkatnya kesejahteraan masyarakat saat ini

mengakibatkan peningkatan daya beli masyarakat terhadap kendaraan pribadi, yang secara langsung mengakibatkan penurunan kebutuhan masyarakat terhadap angkutan umum. Kondisi ini mengakibatkan penurunan potensi bisnis yang berbasis pada sarana transportasi umum, yang berdampak pada mula terjadinya perubahan pola kegiatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Klaten, yaitu dari sektor transportasi menunju sektor lainnya. Dengan demikian, maka akibatnya adalah tergadinya penurunan kecepatan pertumbuhan Kendaraan Bermotor Wajib Uji. Sementara itu, penurunan yang terjadi masih hanya berkisar pada kecepatan pertumbuhannya, oleh karena pada dasarnya masih terdapat sebagian kecil masyarakat yang menganggap bahwa tetap masih terbuka potensi bisnis transportasi umum di Kabupaten Klaten. Hal ini mengakibatkan tidak sampai terjadinya penurunan retribusi Kendaraan Bermotor Wajib Uji (KBWU).
Kondisi peningkatan penerimaan retribusi pengujian kendaraan bermotor di Kabupaten Klaten dan penurunan pertumbuhan penerimaan retribusi tersebut menjadi dasar dan alasan bagi dilakukannnya penelitian ini, yaitu dengan judul “IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLATEN NOMOR 31 TAHUN 2001 TENTANG RETRIBUSI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR”.

Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VI Dengan Model Pembelajaran Quantum Teaching Sekolah Dasar Negeri ... (Skripsi PTK)

ABSTRAK

Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VI Dengan Model Pembelajaran Quantum Teaching Sekolah Dasar Negeri...., 2009. Skripsi S1


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tuntutan peningkatan kualitas satuan pendidikan pasca kebijakan desentralisasi pendidikan yang dikembangkan di Indonesia. Model Quantum Teaching merupakan model pembelajaran modern baru yang memiliki berbagai kelebihan yang menguntungkan proses pembelajaran. 

Penelitian bertujuan untuk: 1) Mengetahui proses pelaksanaan model pembelajaran Quantum Teaching untuk siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri ... pada bidang studi IPA, 2) Mengetahui prestasi belajar siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri ... selama proses pelaksanaan model pembelajaran Quantum Teaching.

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK)  yang menggunakan prosedur dua siklus. Metode penelitian adalah kuantitatif yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah signifikansi peningkatan prestasi siswa dalam pelaksanaan model QuantumTeacing. Metode kuantitatif yang digunakan adalah dengan statistik uji t (t-test). Pengambilan data dilakukan dengan populatif sampling yaitu menjadikan semua anggota populasi sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi,dan test pengukuran prestasi belajar siswa.

Hasil penelitian adalah: 1) Pelaksanaan quantum teaching dilakukan dengan langkah-langkah a) Penerapan asas TANDUR, b) Pelaksanan prinsip AMBAK, c) mengorkestrasi konteks yang dilakukan dengan (1) Menciptakan suasana memberdayakan dan (2) Menciptakan lingkungan yang mendukung, d) Mengorkestrasi rancangan yang dilakukan dengan (1) Optimalisasi modalitas V-A-K, dan (2) segmentasi materi, e) Mengorkestrasi isi yang dilakukan dengan (1) Presentasi yang prima dan (2) Fasilitasi yang elegan; 2) Terdapat peningkatan prestasi belajar yang signifikan pada signifikansi 5% dibandingkan dengan saat dilaksanakannya pembelajaran dengan model ekspositori. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t hasil perhitungan dengan t-test sebesar 16,673 yang lebih besar dari niali t tabel yaitu sebesar 2,45.
Kata Kunci: prestasi belajar, model Quantum Teaching.

Untuk mendapatkan lebihbanyak Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari tingkat SD, SMP, SMU, silahkan kunjungi blog ini (klik gan). Untuk mendapatkan soft copy file dalam format Ms Word, sms: 085865245388

Senin, 12 Desember 2011

OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE GOAL PROGRAMING. TUGAS AKHIR S1 (SKRIPSI) TEKNIK INDUSTRI

OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE GOAL PROGRAMING. TUGAS AKHIR S1 (SKRIPSI) TEKNIK INDUSTRI

ABSTRAK


Perusahaan memiliki sumber daya yang terbatas dan berbagai sasaran (multipurpose) yang ingin dicapai.  Sasaran yang ingin dicapai adalah memaksimalkan volume produksi untuk memenuhi jumlah permintan,  memaksimalkan pendapatan penjualan, meminimalkan biaya produksi, dan meminimalkan biaya kualitas. 

Untuk  memaksimalkan volume produksi agar dapat memenuhi jumlah permintaan perusahaan harus membuat perencanaan produksi yang optimal. Peramalan (forecasting) merupakan teknik yang dapat digunakan untuk menentukan volume produksi. Dengan peramalan dapat diketahui jumlah volume produksi yang optimal. Untuk sasaran yang lain dapat menggunakan metode goal programming. Metode ini merupakan  pengembangan dari linier programming. Metode ini digunakan untuk mengoptimalkan sumber daya yang terbatas dengan berbagai sasaran (multi purpose) yang ingin dicapai perusahaan. 

Hasil optimasi dilakukan dengan software WinQsb. Jumlah volume produksi optimal secara berturut-turut adalah pada periode Oktober Kaos Oblong 1887 pcs, Kaos Polo 107 pcs dan Jumper 101 pcs. Pada  periode November Kaos Oblong 1890 pcs, Kaos Polo 107 pcs, Jumper 101 pcs. Pada periode Desember Kaos oblong 1892 pcs, Kaos Polo 107 pcs, Jumper 101 pcs. 

Kata kunci: Multi Purpose, Peramalan (forecasting), Goal Programming.

Senin, 05 Desember 2011

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI MENGIKUTI PELATIHAN DAN PERAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI ORIENTASI PEMBELAJARAN. TESIS S2

TESIS MAGISTER MANAGEMENT:
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI MENGIKUTI PELATIHAN DAN PERAN KEPEMIMPINAN
TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI ORIENTASI PEMBELAJARA
N

ABSTRAK


Penelitian menganalisis pengaruh motivasi mengikuti pelatihan dan peran kepemimpinan terhadap kinerja karyawan melalui orientasi pembelajaran. Permasalahan penelitian yang dajukan sepenuhnya merujuk pada research problem yaitu: terdapat kecenderungan penurunan realisasi penerimaan atas rencana penerimaan pajak dari Tahun 2001-2003. Pencapaian penerimaan Kantor Pelayanan Pajak Pekalongan belum optimal. Research gap berasal dari penelitian terdahulu (Olian & Durham,1996,p.20-21);(Ostraker,1999,p.73);(Sujan,1994,p.45);(Kahli,1998,p.271). 

Variabel dan indikator penelitian juga didasarkan pada penelitian terdahulu untuk menjawab permasalahan tentang bagimana pengaruh motivasi mengikuti pelatihan dan peran kepemimpinan terhadap orentasi pembelajaran. Dan mengkaji lebih lanjut pengaruh motivasi mengikuti pelatihan dan peran kepemimpinan terhadap kinerja karyawan. Serta riset atas pengaruh orientasi pembelajaran terhadap kinerja karyawan. Telaah pustaka disusun merujuk pada teori motivasi dan aplikasi teori dimaksudkan untuk menerangkan kaitan antara tindakan manaemen dan pengaruhnya terhadap motivasi dan kinerja karyawan. Kemudian penelitian merujuk pada Teori kontrol pada orientasi pemimpin memberi kesan bahwa peran kepemimpinan memberikan feedback yang dipergunakan untuk tujuan menjaga perilaku seseorang yang diarahkan ketujuan.
Sebuah model telah dikembangkan dan lima hipotesis telah dirumuskan untuk menjawab masalah penelitian. 
Teknik pengambilan sampel metode sensus sampling. Responden berjumlah 114 karyawan Kantor Pelayanan Pajak Pekalongan. Alat analisa data yang digunakan adalah Structural Equation Modelling (SEM) pada program AMOS 4.01.

Hasil analisis data penelitian menunjukkan model dan hasil penelitian dapat diterima dengan baik dan membuktikan bahwa pengaruh motivasi mengikuti pelatihan dan peran kepemimpinan terhadap orientasi pembelajaran terbukti secara signifikan berpengaruh positif. Pengaruh motivasi mengikuti pelatihan dan peran kepemimpinan terbukti secara dignifikan berpengaruh positif bagi peningkatan kinerja karyawan. Pengaruh orientasi pembelajaran secara signifikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan.

Implikasi manajerial yang dirujuk sebagai prioritas implikasi strategi dan manajerial perusahaan harus berbasis peran pengawas pada langkah-langkah implikasi sebagai berikut: Peran pemimpin harus benar-benar menjadi seorang sosok yang mumpuni (berwawasan dan berpikir terbuka, serta cerdas). Pemimpin harus dapat memberikan sebuah solusi atas setiap keluhan dan persoalan karyawan. 

Kata Kunci: Motivasi Mengikuti Pelatihan, Peran Kepemimpinan, Orientasi Pembelajaran dan Kinerja Karyawan

PROGRAM PELATIHAN MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DLM IMPLEMENTASI PENGAJARAN DIFFERENTIATED INSTRUCTION DI KELAS INKLUSI. (TESIS S2)

(Tesis tentang Analisis Sebuah Program Pelatihan Untuk Meningkatkan Kemampuan Pengajaran Differentiated instruction Guru Kelas 4, 5 dan 6 SD Gagas Ceria pada Kelas Inklusi yang Terdapat Siswa Gifted, ADHD, dan Disleksia).

ABSTRAK

 Penelitian ini bermaksud untuk menemukan modul pelatihan yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan guru SD .... mengajar siswa dengan kebutuhan belajar beragam yang terdapat di kelas inklusi. Beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menyebutkan bahwa differentiated instruction adalah pengajaran yang paling sesuai untuk siswa di kelas inklusi dapat mencapai tujuan belajar yang sama seperti yang diharapkan oleh SD ....

Kemampuan pengajaran differentiated instruction merupakan hal yang dapat dilatih dan ditingkatkan. Salah satu tipe pembelajaran adalah melalui bentuk pelatihan. Hasil akhir pembelajaran yang ditujukan dalam penelitian ini adalah sampai tahap kognitif level aplikasi. Materi pelatihan disusun berdasarkan hasil analisa kebutuhan berkaitan dengan kondisi yang perlu ditingkatkan pada prinsip-prinsip dasar differentiated instruction subjek penelitian, dan disampaikan melalui tahapan aktivitas instruksional Gagne. 
Penelitian ini termasuk penelitian field experimental, yaitu kajian penelitian dalam situasi nyata dengan memanipulasi satu variabel bebas dan dengan mengontrol secara cermat kondisi yang mungkin timbul dalam suatu situasi. Rancangan penelitian adalah Single Group Pre-Test – Post-Test Design (Before-After), dengan melakukan pengukuran dua kali sebelum dan dua kali sesudah pemberian treatment berupa pelatihan. Uji statistik yang digunakan adalah uji Paired Sample T-Test dan yang menjadi subjek penelitian adalah target populasi, yaitu guru yang memiliki kemampuan differentiated instruction pada tingkat 1(pemula/below basic) dan 2(dasar/basic).

Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengajaran differentiated instruction subjek penelitian sebelum dan sesudah diberikan pelatihan (dengan taraf signifikasi 95%). Peningkatan terjadi pada kelima prinsip dasar differentiated instruction, yaitu: learning community, curriculum, formative assessment, iinstructional arrangement, respectful tasks. Hal ini menunjukkan bahwa subjek penelitian sudah lebih mampu untuk melakukan pengajaran yang efektif untuk siswa di kelas inklusi dapat mencapai tujuan belajar yang sama melalui menciptakan lingkungan belajar yang positif, menetapkan tujuan belajar yang spesifik dan pengajaran yang berkesinambungan untuk siswa dapat mencapai tujuan belajar, melakukan penilaian secara terus menerus mengenai kebutuhan belajar siswa, melakukan metode pengajaran yang variatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa, serta memberikan tugas yang memberikan tantangan optimal bagi siswa.

Di akhir penelitian ada beberapa saran yang diajukan, baik dalam bentuk teoritis maupun praktis, berkaitan dengan penelitian selanjutnya dan hal-hal yang mendukung pengembangan pengajaran dan pembelajaran bagi kelas inklusi.

Kata kunci: Inklusi, Guru, Pengajaran, Differentiated instruction.

Senin, 25 Juli 2011

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TERPADU SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS VIII SMP.... PTK kenaikan pangkat / serivikasi

ABSTRAK

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TERPADU KETERHUBUNGAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PEDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN) KELAS VIII SMP ... TAHUN 2009/2010. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pembelajaran terpadu keterhubungan dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan kelas VIII SMP ...  Surakarta tahun 2009/2010.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) atau classroom action research. Sumber data yang digunakan adalah informan, dokumen, serta tempat dan peristiwa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, analisis dokumen dan perekaman. Validitas data dilakukan dengan cara trianggulasi.. Prosedur penelitian dengan langkah-langkah sebagai berikut : (1) perencanaan tindakan (planning), (2) pelaksanaan tindakan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting). Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif yang mempunyai empat komponen, yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.

Hasil penelitian ini adalah hasil penelitian ini adalah bahwa terjadi peningkatan keaktifan yang signifikan dari pada kondisi awal. Kondisi awal yang menghasilkan keaktifan yang tinggi yang sedikit diperbaiki dengan adanya tindakan yang dilakukan pada siklus I dan disempurnakan pada siklus II. Dari hasil kondisi awal prestasi siswa dapat dililhat siswa yang tuntas belajar sebanyak 8 siswa, hal itu besar presentasenya adalah 33,33%. Pada siklus 1 siswa yang tuntas belajar sebanyak 13 siswa atau sebesar 54,17%. Sedangkan pada siklus 2 siswa yang tuntas belajar sebesar 19 siswa atau 79,19 %, hal itu menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap prestasi siswa setelah pengunaan pembelajaran terpadu. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran terpadu dapat meningkatkan prestasi belajar PKn pada siswa kelas VIII A SMP ... tahun ajaran 2009/2010.

Untuk mendapatkan lebihbanyak Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari tingkat SD, SMP, SMU, silahkan kunjungi blog ini (klik gan). Untuk mendapatkan soft copy file dalam format Ms Word, sms: 085865245388

Keyword:
Penelitian tindakan kelas, PTK, PTK kenaikan pangkat, PTK sertivikasi, penelitian PTK, penelitian tindakan kelas (PTK) PKN, pendidikan kewarganegaraan, PTK model pembelajaran, penelitian tindakan kelas model pembelajaran, PTK model pembelajaran terpadu keterhubungan, penelitian tindakan kelas model pembelajaran terpdu keterhubungan, prestasi, prestasi belajar, prestasi belajar PKN, prestasi belajar siswa SMP, siswa SMP, siswa sekolah menengah pertama, PTK PKN SMP.

Sabtu, 16 Juli 2011

KAJIAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT: ANALISIS RELATIONSHIP MARKETING ANTARA PETERNAKAN PAMULIHAN FARM DENGAN PEMASOK DAN PELANGGANNYA

KAJIAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT: ANALISIS RELATIONSHIP MARKETING ANTARA  PETERNAKAN PAMULIHAN FARM DENGAN PEMASOK DAN PELANGGANNYA


ABSTRAK


Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki potensi tinggi pada sektor pertanian. Pertanian secara luas mencakup perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan. Saat ini, peternakan telah menyumbang produk domestik negara terbesar setelah sektor industri dan perdagangan yaitu sekitar 15,38 persen (Badan Pusat Statistik 2005). Kebutuhan terhadap hasil produk peternakan semakin meningkat dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap sumber protein hewani. Salah satu sumber protein hewani
yang sangat digemari adalah telur ayam ras. Menurut Badan Pusat Statistik (2007) permintaan telur ayam ras di Indonesia yaitu sekitar 5-7 kg perkapita pertahun, sedangkan ketersediaanya hanya sekitar 5-5,6 kg perkapita pertahun.

Permintaan telur ayam ras yang masih belum terpenuhi tersebut merupakan peluang bagi para peternak atau produsen telur ayam ras untuk bersaing dan memperluas usahanya. Pamulihan Farm merupakan salah satu peternakan ayam ras petelur yang juga harus bersaing dengan peternakan lainnya untuk mendapatkan produk yang berkualitas, kuantitas yang tepat, kondisi yang tepat, waktu yang tepat dengan harga bersaing. Salah satu strategi bisnis yang dapat dilakukan oleh Pamulihan Farm yaitu supply chain management dengan mengkoordinasikan seluruh kegiatan dari hulu hingga ke hilir. Tetapi, untuk melakukan suatu supply chain management yang efektif maka Pamulihan Farm harus mampu memiliki relationship marketing yang baik dengan mitra bisnisnya yaitu pemasok dan pelanggannya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini
adalah (1) Mengidentifikasi dan menganalisis relationship marketing yang terjadi antara peternakan Pamulihan Farm dengan pemasok dan pelanggannya, (2) Mengidentifikasi dan menganalisis penerapan supply chain management pada peternakan Pamulihan Farm.

Penelitian ini dilaksanakan di peternakan ayam ras petelur Pamulihan Farm dan para mitra bisnisnya. Peternakan ini terletak di Desa Pamulihan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.  Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Maret hingga pertengahan April. Respoden dalam penelitian ini adalah Pamulihan Farm, delapan pemasok utama sarana produksi ternak (PT. Sumber Multivita (SM), PT. Multibredder Adirama Indonesia (MBAI), PT. Indovetraco Makmur Abadi (IMA), PT. Surya Hidup Satwa (SHS), PT. Swadeshi Candrasentosa (SCS), PT. Charoen Pokphand (CP), PT. Missauri (MIS), PT. Gold Coin (GC) dan Sembilan pelanggan (Surya Mart, Sukanta Market, Alfamart, Agen Pasar Cilimus, Pasar Cikijing, Pasar Talaga, Pasar Ciawi Gebang, Pasar Baru Kuningan dan Pasar Kepuh) Pamulihan Farm. 
Penelitian ini menggunakan analisis deskripstif kualitatif yang disertai dengan kuantitatif yang menggunakan penghitungan skala Likert. Analisis penerapan supply chain management dilakukan berdasarkan konsep The Six Key Principles Of Supply Chain Management.

Relationship marketing Pamulihan Farm dengan pelanggan dan pemasoknya dipengaruhi oleh tigkat kepercayaan dan komitmen diantara mereka yang kemudian terdiri dari tiga level kecenderungan yaitu level kooperatif, level koordinatif dan level kolaboratif ( Morgan dan Hunt 1994), Spekman (1998). Level kooperatif merupakan level terendah dari relationship marketing dan level kolaboraitf merupakan level tertinggi. Pada level kooperatif hubungan yang terjadi masih sangat transactional tanpa ada ikatan yang lebih kuat. Pada level koordinatif telah terjadi suatu hubungan yang erat dan adanya sikap untuk saling
memuaskan mitranya dengan prioritas utama kepada mitranya tersebut. Sedangkan, level kolaboratif adalah level yang jarang terjadi dimana antar mitra bisnis tersebut. Hal tersebut dikarenakan level kolaboratif membutuhkan komitmen dan kepercayaan yang sangat kuat, aliran informasi sangat terbuka dan mitra bisnisnya ikut serta dalam segala hal perencanaan dan pengambilan keputusan dari mitra bisnisnya.

Berdasarkan penelitian ini maka saat ini tiga pemasok Pamulihan Farm yaitu PT IMA, PT MIS dan PT SCS berada pada level kooperatif sedangkan sebagian besar pemasok Pamulihan Farm telah memiliki level relationship  markerting yang cukup tinggi pada level koordinatif yaitu PT GC, PT SM, PT MBAI, PT SHS dan PT CP. Pelanggan dari Pamulihan Farm sebagian besar pun telah memiliki level kecenderungan tinggi pada level koordinatif yaitu Surya Mart, Sukanta Market, Pasar Baru Kuningan, Pasar Kepuh, Pasar Ciawigebang. Sedangkan sebagian kecil dari pelanggan Pamulihan Farm masih berada pada level kooperatif yaitu Pasar Cilimus, Pasar Cikijing, Pasar Talaga dan Alfamart. Saat ini, Pamulihan Farm telah mulai melaksanakan keenam prinsip supply chain management yaitu fokus pada pelanggan, shared value yang adil yang ditunjukan dengan margin pemasaran yang efektif, memiliki hubungan baik dengan mitranya, memiliki manajemen mutu yang baik, memiliki sistem logistik yang cukup efektif dan efisien, serta aliran informasi yang baik.

Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) Pemasok Pamulihan Farm sebagian besar telah memiliki keeratan yang kuat dengan Pamulihan Farm, (2) Pelanggan Pamulihan Farm telah memiliki keeratan yang kuat dengan Pamuliha Farm, (3) Pindahnya pemasok ke pelanggan lain bisa disebabkan oleh rendahnya pasokan yang dipasok pemasok tersebut dan banyaknya pelanggan potensial lainnya di wilayah pemasok, (4) Faktor dominan yang menyebabkan adanya perbedaan level relationship marketing pada pemasok Pamulihan Farm adalah jumlah pasokan, manfaat yang diperoleh, komunikasi yang terjalin, kekuatan kesepakatan, dan banyak atau tidaknya pemasok alternatif lainnya, (5) Faktor dominan yang menyebabkan adanya perbedaan relationship marketing pada pelanggan Pamulihan Farm adalah jumlah pasokan, manfaat yang diperoleh, komunikasi yang terjalin dan posisi Pamulihan Farm sebagai pemasok utama atau bukan dimata  pelanggannya, (6) Pamulihan Farm telah cukup efektif dalaam melaksanakan supply chain management saat ini.

(Tersedia file lengkap dari TA (tugas akhir), skripsi, tesis, PTK, PTS, jurnal tentang pendidikan. Skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian tindakan sekolah (PTS) lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Keyword:
skripsi, skripsi s1, skripsi kajian suplai chain management,  skripsi manajemen rantai pasokan, skripsi kajian manajemen rantai pemasok, skripsi kajian suplay chain management, skripsi kajian suplay chain management dengan analisis relationship marketing,  skripsi manajemen peternakan pemulihan farm, skripsi manajemen S1, skripsi manajemen rantai pasokan analisis relationship marketting, analisis relationship marketing, Analisis
Relationship Management antara Peternakan Pamulihan Farm dengan Pemasok dan Pelanggannya.

PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI PENJADWALAN PROSES PRODUKSI BUKU TULIS PADA JALUR MESIN 321 DI PT. SOLO MURNI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN DRUM-BUFFER-ROPE (DBR)

PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI PENJADWALAN PROSES PRODUKSI BUKU TULIS PADA JALUR MESIN 321 DI PT XXX  DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN DRUM-BUFFER-ROPE (DBR)


BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang Penelitian

Bottleneck dalam sistem penjadwalan produksi merupakan suatu sumber daya terbatas yang terdapat pada sistem sehingga dapat mempengaruhi penjadwalan produksi (Sipper dan Bulfin, 1997). Permasalahan bottleneck ini sering terjadi di perusahaan. Hal ini bisa terjadi karena adanya mesin yang memiliki kapasitas terbatas, pekerja atau karyawan yang terbatas jumlahnya, adanya kebijakan (policy) untuk tidak diperbolehkan lembur ataupun karena permintaan pasar yang kurang dari kapasitas produksi (Sipper dan Bulfin, 1997).

Bottleneck harus segera diatasi agar perusahaan memiliki daya kompetisi yang baik di era persaingan bisnis saat ini yang semakin menggila. Hal diatas juga terjadi di PT. Solo Murni sebagai perusahaan percetakan
yang menghasilkan produk stationary dengan kualitas ”Take The Best” atau ”Pilihan Terbaik”. Bottleneck yang terjadi di sana karena adanya stasiun kerja Vurnish Cover yang memiliki kapasitas paling rendah dari stasiun kerja yang lainnya. Akibatnya, di stasiun kerja tersebut terjadi penumpukan work in process (WIP) kertas. Penumpukan WIP kertas di lantai produksi ini, akan menimbulkan masalah kerusakan pada kertas karena ditumpuk terlalu lama, sehingga perlu dilakukan pengaturan agar masalah ini dapat teratasi. Salah satu cara pengaturan tersebut dengan melakukan penjadwalan produksi yang tepat dan akurat dengan memperhatikan aliran proses dan kapasitas yang tersedia. Jadwal produksi tersebut dibuat oleh bagian Departemen PPIC PT. Solo Murni. Produk di PT. Solo Murni dikelompokkan menjadi enam golongan yaitu
school supplies, office supplies, writing papers, envelopes, gift wrapping set, dan others. Produk andalannya adalah produk buku tulis yang termasuk golongan school supplies. Produk buku tulis ini merupakan produk yang repetitive, yaitu tidak melibatkan unsur perancangan dalam proses manufaktur dan pemesanan model yang sama dimungkinkan terjadi dalam waktu singkat (PT. Solo Murni, 2009).

Pada proses produksi buku tulis (school supplies) tersebut dibagi menjadi dua jalur produksi yaitu jalur mesin 321 (melalui mesin jahit kawat miller martini) dan jalur tebalan (melalui mesin jahit benang dan mesin monoblok) (PT. Solo Murni, 2009). Diantara kedua jalur tersebut, pada jalur mesin 321 itu yang terjadi penumpukan work in process (WIP) kertas. Oleh karena itu maka pada jalur mesin 321 ini dilakukan pengaturan agar masalah yang terjadi di jalur tersebut dapat diatasi.

Selama ini metode penjadwalan yang digunakan adalah forward scheduling (PT. Solo Murni, 2009). Metode forward scheduling yaitu penjadwalan produksi dilakukan mulai dari stasiun kerja awal berurut-urut hingga stasiun kerja akhir. Penjadwalan di perusahaan dilakukan dengan menjadwalkan order-order yang masuk yang diperhitungkan per bagian kerja sesuai target perminggu. Bagian-bagian tersebut adalah bagian D303 untuk proses cetak isi, cetak cover, vurnish cover dan embosst cover; bagian D304 untuk proses lipat isi dan potong cover; dan bagian D305 untuk proses mesin 321. Karena penjadwalan dihitung perbagian kerja sesuai target per minggu, maka menyebabkan hasil penjadwalan tidak rinci padahal dalam bagian kerja tersebut terdapat beberapa proses yang dilakukan. Selain itu juga menimbulkan flowtime penyelesaian order
yang besar. Untuk mengatur hal tersebut, maka perlu metode yang dapat meminimasi mean flowtime order pada penjadwalan produksi buku tulisnya.

Seperti pernyataan Baker (1974) bahwa meminimasi mean flowtime berarti juga akan meminimasi WIP. Selain mengendalikan WIP, untuk mengatur penjadwalan produksi buku tulis dengan sistem bottleneck juga diperlukan suatu metode penjadwalan produksi yang mampu mengatur hal tersebut di lantai produksi. Penjadwalan produksi dengan sistem bottleneck untuk produk buku tulis yang melewati jalur mesin 321 dapat dipecahkan dengan pendekatan Drum-Buffer-Rope (DBR) (Sipper dan Bulfin, 1997). Penjadwalan produksi buku tulis dengan pendekatan DBR ini digunakan karena pendekatan tersebut mengakomodasi keberadaan SKB dan menjadikannya sebagai titik kontrol dalam penjadwalan produksi. Dalam pendekatan DBR ini, penjadwalan produksi buku tulis yang pertama dilakukan di SKB dahulu, selanjutnya untuk stasiun kerja sebelum SKB (SK non-bottleneck upstream) dan stasiun kerja sesudah SKB (SK non-bottleneck downstream) dijadwalkan sesuai dengan jadwal di SKB.

Penjadwalan produksi pada SKNB upstream menggunakan backward scheduling dan SKNB downstream menggunakan forward scheduling. Untuk menerapkan penjadwalan produksi buku tulis maka dibutuhkan suatu program aplikasi penjadwalan produksi yang dapat membantu Departemen PPIC di PT. Solo Murni. Program aplikasi bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses penjadwalan produksi buku tulis, karena penjadwalan produksi dengan DBR ini sulit untuk diterapkan secara manual. Program aplikasi tersebut dibuat menggunakan rancangan model penjadwalan produksi buku tulis di jalur mesin 321 dengan menggunakan pendekatan DBR.

1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang membahas bahwa proses produksi buku tulis pada jalur mesin 321 terdapat bottleneck di stasiun kerja Vurnish, selanjutnya penelitian ini akan difokuskan pada permasalahan bagaimana merancang suatu program aplikasi yang dapat membantu dalam penjadwalan produksi buku tulis
jalur mesin 321 PT. Solo Murni dengan menggunakan pendekatan Drum-Buffer-Rope.

1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Merancang algoritma penjadwalan produksi buku tulis yang melewati jalur mesin 321 dengan menggunakan pendekatan DBR untuk meminimasi bottleneck yang terjadi jalur tersebut.
2. Membuat program aplikasi penjadwalan produksi yang dapat membantu proses penjadwalan produksi buku tulis jalur mesin 321 PT. Solo Murni dengan menggunakan pendekatan DBR.


(Tersedia file lengkap dari TA (tugas akhir), skripsi, tesis, PTK, PTS, jurnal tentang pendidikan. Skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian tindakan sekolah (PTS) lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Keyword:
skripsi, skripsi manajemen, skripsi manajemen produksi, skripsi manajemen aplikasi penjadwalan produksi, skripsi PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI PENJADWALAN PROSES PRODUKSI BUKU TULIS PADA JALUR MESIN 321 DI PT XXX  DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN DRUM-BUFFER-ROPE (DBR), skripsi manajemen produksi DBR drum buffer rope, skripsi aplikasi penjadwalan pada manajemen produksi dengan DBR drum buffer rope.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP TRUST DAN COMMITMENT DALAM SUPPLIER RELATIONSHIP PADA PERUSAHAAN PROPERTI DI KOTAMADYA SURAKARTA. Skripsi Manajemen S1

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP TRUST DAN COMMITMENT DALAM SUPPLIER RELATIONSHIP PADA PERUSAHAAN PROPERTI DI KOTAMADYA SURAKARTA. Skripsi Manajemen S1


ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bukti empiris faktorfaktor yang berpengaruh pada  kepercayaan (trust) dan komitmen (commitment) perusahaan dalam suatu hubungan dengan pemasok bahan baku (semen) dalam industri properti di wilayah kotamadya Surakarta.

Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan verifikatif. Penelitian deskriptif dilakukan untuk memperoleh deskripsi atau gambaran secara cermat mengenai fakta-fakta yang berkaitan dengan perusahaan properti di Kotamadya Surakarta. Penelitian verifikatif dilakukan untuk menghasilkan informasi ilmiah melalui pengujian hipotesis. Metode penelitian yang digunakan adalah survey, dimana survey akan dilakukan pada perusahaanperusahaan properti yang berada di Kotamadya Surakarta dengan menggunakan
kuesioner untuk memperoleh data penelitian yang kemudian akan diolah untuk mendapatkan hasil apakah variabel adaptation; relationship termination cost; shared values; communication; opportunistic behavior; satisfaction; cooperation; reputation berpengaruh signifikan terhadap trust dan commitment dalam supplier
relationship pada perusahaan properti di Kotamadya Surakarta. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah sebanyak 33 perusahaan properti. 
 
Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa secara simultan variabel adaptation; relationship termination cost; shared values; communication; opportunistic behavior; satisfaction; cooperation; reputation berpengaruh signifikan terhadap trust dan commitment. Akan tetapi secara parsial hanya variabel adaptation, shared values dan reputation yang berpengaruh pada trust, sedangkan untuk commitment hanya shared values, communication dan reputation yang berpengaruh.

(Tersedia file lengkap dari TA (tugas akhir), skripsi, tesis, PTK, PTS, jurnal tentang pendidikan. Skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian tindakan sekolah (PTS) lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Keyword:
Trust, Commitment, Supplier Relationship, skripsi, skripsi S1, skripsi manajemen, skripsi suplier relationship, skripsi manajemen faktor-faktor yang berpengaruh terhadap trust dalam suplier relationship  pada perusahaan properti, skripsi properti, skripsi manajemen properti, skripsimanajemen  perusahaan properti, skripsi trust dan commintment management, skripsi suplier relationship, skripsi suplier chain (scm), skripsi manajemen suplier chain (SCM), skripsi suplier chain management.
 

ANALISIS BIAYA - VOLUME - LABA SEBAGAI ALAT BANTU PERENCANAAN LABA ( STUDI KASUS PADA “XXXX” HOTEL YOGYAKARTA ). Skripsi akuntansi manajemen S1

ANALISIS BIAYA - VOLUME - LABA SEBAGAI ALAT BANTU PERENCANAAN LABA ( STUDI KASUS PADA “XXX” HOTEL YOGYAKARTA ). Skripsi Akuntansi Manajemen S1.


ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui break even point operasional kamar hotel pada tahun 2003 – 2005, untuk mengetahui jumlah volume penjualan kamar hotel pada tingkat laba yang direncanakan, untuk mengetahui berapa tingkat margin of safety pada tahun yang dijadikan obyek penelitian. Data yang digunakan berasal dari hasil studi pustaka, observasi dan wawancara pada obyek penelitian.

Obyek penelitian dilakukan pada “Quality” Hotel Yogyakarta dengan menggunakan data operasional penjulan kamar pada tahun 2003 – 2005. Untuk menentukan Break Even Point, Perencanaan Laba dan Margin of Safety pada tahun yang diteliti. Penelitian data menggunakan program bantuan Microsoft Excel 2003 untuk melakukan pemisahan biaya semi variabel menjadi biaya tetap dan biaya variabel.

(Tersedia file lengkap dari TA (tugas akhir), skripsi, tesis, PTK, PTS, jurnal tentang pendidikan. Skripsi, tesis, jurnal, TA (tugas akhir), penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian tindakan sekolah (PTS) lengkap dari BAB 1- BAB V. Untuk mendapatkan file tesis (soft copy tesis), SMS: 085865245388)

Keyword: 
skripsi, skripsi S1, skripsi manajemen akuntansi, skripsi akuntansi manajemen, skripsi analisis biaya volume laba, skripsi akuntansi manajemen analisis biaya volume laba, analisis biaya volume laba, akuntansi biaya volume laba, manajemen akuntansi biaya volume laba pada hotel, skripsi akuntansi manajemen hotel, skripsi manajemen akuntasi hotel, skripsi analisis biaya volume laba pada hotel.